Oleh: Kelompok 11 Proyek MKWK Kehidupan Sehat dan Sejahtera Universitas Sumatera Utara
Suara USU, Medan. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Kelompok 11 proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) dengan topik Kehidupan Sehat dan Sejahtera melaksanakan kegiatan sosialisasi pola makan seimbang di Panti Asuhan Benih Kasih Indonesia pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan anak-anak panti mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan kedatangan mahasiswa di panti asuhan dan persiapan acara. Sementara itu, beberapa mahasiswa lainnya melakukan wawancara awal kepada tiga anak panti yang mewakili jenjang SD, SMP, dan SMA, serta seorang pengurus panti. Wawancara ini dilakukan untuk mengetahui pemahaman mereka mengenai pola makan seimbang sebelum penyampaian materi.
Berdasarkan hasil wawancara, anak-anak telah mengenal beberapa jenis makanan sehat, seperti buah-buahan, sayuran, ikan, daging, telur, dan susu. Namun, pemahaman mengenai susunan makanan bergizi seimbang masih beragam. Salah satu anak panti, Jhon, berusia 14 tahun, mengatakan bahwa makanan sehat adalah makanan seperti buah-buahan, roti, dan makanan lainnya. Ia juga menyampaikan bahwa makanan yang biasa dikonsumsinya sehari-hari meliputi sayuran, ikan, dan buah-buahan.
Selain mewawancarai anak-anak, mahasiswa turut menggali informasi dari Natalia, salah satu pengurus panti, mengenai kebiasaan makan anak-anak. Natalia menjelaskan bahwa pihak panti berusaha menyediakan makanan berupa sayuran dan ikan untuk anak-anak setiap hari. Namun, terdapat tantangan dalam membiasakan mereka mengonsumsi makanan bergizi karena setiap anak memiliki selera yang berbeda.
“Karena adik-adik berbeda-beda, tidak semuanya mau makan sayur. Ada juga yang tidak mau makan ikan. Jadi, itu menjadi tantangan bagi kami,” ujar Natalia saat diwawancarai mengenai penyediaan makanan bergizi di panti.
Setelah wawancara awal, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pola makan seimbang, konsep 4 Sehat 5 Sempurna, serta Isi Piringku. Materi tersebut disampaikan untuk membantu anak-anak memahami pentingnya mengonsumsi makanan dengan kandungan gizi yang beragam, menjaga keteraturan makan, dan menerapkan kebiasaan hidup sehat.
Untuk memotivasi anak-anak panti, mahasiswa mengadakan berbagai permainan edukatif (games) yang dilengkapi dengan hadiah berupa jajanan sehat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman sejumlah bibit sayuran, seperti terong dan tanaman lainnya. Suasana kegiatan berlangsung interaktif karena anak-anak dapat mengikuti permainan dan belajar mengenai makanan sehat dengan cara yang menyenangkan. Kegiatan ini sekaligus mengenalkan kebiasaan hidup sehat dan kepedulian terhadap lingkungan.
Mahasiswa juga menyerahkan bantuan berupa sembako, termasuk beras dan kebutuhan pokok lainnya, kepada pihak panti asuhan. Sebelum acara ditutup, seluruh peserta dan mahasiswa mengikuti sesi foto bersama.
Untuk mengevaluasi pemahaman anak-anak panti terhadap materi yang disampaikan, beberapa mahasiswa kembali melakukan wawancara kepada anak-anak yang sebelumnya diwawancarai serta salah satu pengurus panti. Dalam wawancara setelah penyampaian materi, Jhon mengungkapkan bahwa pola makan seimbang perlu dijaga melalui konsumsi makanan secara teratur, termasuk buah-buahan dan sayuran.
“Pola makan seimbang itu harus dijaga, contohnya makan makanan teratur, buah-buahan, dan sayur-sayuran,” ujar Jhon ketika ditanya mengenai pemahamannya setelah mengikuti sosialisasi.
Hal serupa disampaikan oleh Iren, salah satu anak panti berusia 12 tahun. Setelah mengikuti kegiatan, ia memahami bahwa menjaga pola makan juga berkaitan dengan keteraturan mengonsumsi makanan dan membatasi makanan serta minuman manis.
“Makanannya harus teratur, jangan makan yang manis-manis terus, jangan minum yang manis-manis terus. Makanlah makanan yang ada proteinnya,” ujar Iren saat menjelaskan hal yang akan diterapkannya setelah mengikuti sosialisasi.
Sementara itu, Natalia selaku pengurus panti menyambut baik kegiatan edukasi tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan membantu anak-anak mengenali makanan sehat dan memperhatikan kebersihan. Ia juga berharap kebiasaan pola makan seimbang dan hidup sehat dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan panti.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk adik-adik ya sehingga mereka bisa belajar memilih mana makanan yang sehat dan tidak, termasuk memperhatikan kebersihannya,” ungkap Natalia.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa Kelompok 11 MKWK USU berharap anak-anak Panti Asuhan Benih Kasih Indonesia dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pola makan seimbang serta mulai menerapkan kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ketiga, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Artikel ini merupakan publikasi proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kelompok 11 dengan topik Kehidupan Sehat dan Sejahtera, didampingi oleh dosen fasilitator Dr. Simson Ginting, S.Sos., MPA.
Redaktur: Emia Timentha Tarigan
Leave a comment