Reporter: Tania Renata Panjaitan
Suara USU, Medan. Tiga mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Universitas Sumatera Utara (USU), meraih Juara II Lomba Poster Publik dalam 6th Jember Dentistry Festival 2026 yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember pada 20–24 Oktober 2026. Ketiganya adalah Martha Trisna Lourentina Purba, Angela Anastasya, dan Desnita Manora Purba. Dalam kompetisi tersebut, mereka mengangkat dampak konsumsi gula berlebih (sugary diet) terhadap kesehatan gigi dan mulut serta tubuh secara keseluruhan.
Salah satu anggota tim, Martha Trisna Lourentina Purba, mengungkapkan bahwa keinginan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif menjadi motivasi mereka mengikuti kompetisi tersebut. Selain itu, mereka ingin meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak konsumsi gula berlebih yang kerap luput dari perhatian di tengah gaya hidup modern.
“Topik yang diangkat mengenai dampak konsumsi gula berlebih (sugary diet) terhadap kesehatan holistik, kesehatan rongga mulut, dan kesehatan tubuh secara umum. Alasan kami memilih isu ini karena rendahnya kesadaran masyarkat terhadap bahaya tersembunyi pada gula di tengah gaya hidup modern, serta pentingnya memandang kesehatan gigi dan mulut yang dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan,” jelas Martha.
Dalam proses pengerjaannya, ketiganya mendapat arahan dari dosen pembimbing, drg. Ika Astrina, MDSc, serta masukan dari teman-teman yang berpengalaman dalam pembuatan poster. Martha menjelaskan bahwa seluruh proses pengerjaan dilakukan bersama-sama, mulai dari pencarian data dan materi, penentuan konsep dan tata letak, hingga revisi dan finalisasi poster.
“Pembuatan poster kami mulai dengan mencari data isu yang akan kami angkat. Kami juga memikirkan konsep agar isi poster terlihat menarik bagi masyarakat dan teks dalam poster terkesan komunikatif juga mudah dimengerti. Lalu, kami mulai merancang visual, layout, dan design agar masyarakat tertarik untuk membaca poster tersebut. Kami juga melakukan revisi serta finalisasi sebelum akhirnya mengumpulkan poster tersebut,” jelasnya.
Selain mempersiapkan poster secara bersama-sama, mereka juga menghadapi tantangan dalam menentukan konsep, tata letak, dan penyajian materi agar informasi tetap menarik tanpa membuat pembaca merasa bosan.
“Tantangan terbesar kami saat proses perancangan poster adalah memikirkan konsep, layout, dan isi materi agar posternya terlihat menarik, tidak membuat pembaca merasa bosan atau jenuh, mudah diingat dan dimengerti,” ungkap Martha.
Meskipun menghadapi tantangan tersebut, Martha menilai poster menjadi media yang efektif untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Terlebih, poster dapat dipublikasikan melalui media digital sehingga jangkauan informasinya lebih luas.
“Karena poster itu bersifat informatif dan dapat dipublikasi di media digital sehingga semua kalangan bisa membaca poster tersebut kapanpun dan dimanapun,” ujarnya.
Di akhir wawancara, Martha berpesan agar mahasiswa tetap bersemangat mengikuti kompetisi kreatif dan tidak ragu untuk menuangkan gagasan. Menurutnya, kompetisi bukan hanya tentang memperoleh kemenangan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Mengikuti kompetisi kreatif bukan sekadar menang atau kalah, melainkan tentang bagaimana kita bisa melatih keberanian untuk bersuara, menguji kepedulian sosial kita lewat aksi nyata, dan mengubah ilmu yang kita pelajati menjadi sesuatu yang berdampak bagi masyarakat,” tutupnya.
Redaktur: Erni Yuli Simatupang
Leave a comment