Oleh: Tesalonika
Gelap menyelimuti negeri
Harga mencekik isi bumi
Asap menenggelamkan mentari
Racun tersaji, dibalut janji
Sukar, tiada lapang
Bersuara, kian terbungkam
Bukankah kalian yang dahulu mengemis suara ini?
Kini, nestapa merengkuh seluruh negeri
Menyisakan kekecewaan yang mendekap diri.
Ke mana harus mengadu?
Ke mana wakil suara itu?
Kau duduk di singgasana,
sedang kami memeluk luka
Ke mana sudah ikrar yang dahulu bersemayam?
Apakah telah menguap bersama dusta yang menjelma?
Bukankah ini negeri yang kaya?
Lalu mengapa kami diselimuti derita?
Tidakkah kami layak untuk didengar…
Berhak untuk diperhatikan…
Redaktur: Muhassanah Nasution
Leave a comment