Oleh: Yusriah Rizky
Di bawah langit tanpa bintang,
Manusia lebih mudah tersesat
Oleh kilau yang disebut harta,
Daripada cahaya yang bernama nurani.
Cinta kehilangan maknanya
Saat kejujuran ditukar
Dengan hasrat yang tak pernah usai.
Senyum menjadi topeng,
Dan dusta menjelma kenyataan.
Kita belajar,
Bahwa tak semua yang tampak indah adalah benar,
Dan tak semua yang tersembunyi adalah salah.
Sebab kebenaran berjalan perlahan,
Namun tak pernah lupa jalan pulang.
Pada akhirnya,
Yang benar-benar hilang bukanlah bintang,
Melainkan hati
Yang rela menggadaikan cinta demi kesenangan semata,
Hingga semesta mengajarkan:
Setiap pilihan selalu pulang
Membawa akibatnya sendiri.
Redaktur: Rifatul Suaidah
Leave a comment