Oleh: Nayla Az Zahra
Suara USU, Medan. Grup musik Perunggu merilis single berjudul Tapi pada 29 November 2024 melalui Podium Records. Menjadi rilisan pertama setelah album Memorandum (2022), lagu ini mengisahkan perjuangan seseorang yang meninggalkan kota asal untuk memulai kehidupan baru di Jakarta. Melalui liriknya, Perunggu menggambarkan tantangan hidup mandiri sekaligus menghadirkan doa ibu sebagai sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai kesulitan.
Perunggu yang beranggotakan Maul Ibrahim, Adam Adenan, dan Ildo Hasman mengangkat kisah perpindahan seseorang dari Bandung ke Jakarta. Keputusan meninggalkan tempat asal bukan sekadar tentang berpindah lingkungan, melainkan juga keberanian menghadapi kehidupan yang belum pernah dijalani sebelumnya. Ada banyak hal yang perlu disesuaikan, mulai dari lingkungan baru hingga tuntutan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Situasi ini juga dekat dengan pengalaman mahasiswa yang merantau untuk melanjutkan pendidikan dan harus membiasakan diri menjalani kehidupan jauh dari keluarga.
Besok lusa aku ke Jakarta
Memulai lagi semuanya di sana
Melalui lirik awal ini, keinginan untuk memulai kehidupan baru tidak selalu diiringi keyakinan penuh. Ada keraguan, rasa kehilangan, dan kekhawatiran ketika harus meninggalkan tempat yang selama ini sudah akrab. Memulai sesuatu dari awal berarti bersedia menghadapi berbagai hal yang belum diketahui, termasuk kemungkinan bahwa kenyataan tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Pada bagian berikutnya, Perunggu menggambarkan kesadaran seseorang bahwa kehidupan mandiri menuntut tanggung jawab yang lebih besar. Ia tidak lagi bisa selalu mengandalkan orang lain untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pendewasaan, terutama bagi mereka yang sedang belajar menjalani kehidupan jauh dari keluarga.
Rupanya susah memang yang kucari
Tak bisa andalkan siapa-siapa lagi
Selain akal dan hati nurani
Selain sarapan porsi tukang gali
Penggalan tersebut memperlihatkan bagaimana seseorang mulai memahami bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi yang harus dihadapi sendiri. Pengalaman ini juga dekat dengan kehidupan mahasiswa perantau, mulai dari beradaptasi dengan lingkungan baru, menyelesaikan tuntutan perkuliahan, mengatur keuangan, hingga menentukan arah masa depan secara mandiri.
Di tengah berbagai ketidakpastian tersebut, doa seorang ibu menjadi salah satu pesan utama yang tergambar melaui lirik indah berikut.
Tapi
Dunia boleh saja menahanku
Atau perlahan bongkar mimpiku
Penggalan lirik tersebut menggambarkan doa ibu sebagai pegangan ketika seseorang menghadapi kesulitan. Dunia seolah menjadi sesuatu yang dapat menghalangi langkah, menguji keyakinan, bahkan membuat seseorang meragukan impiannya. Namun, doa ibu menjadi penguat untuk tetap bertahan dan melanjutkan perjalanan. Bagi seseorang yang sedang jauh dari rumah, doa tersebut menjadi pengingat bahwa meskipun keluarga tidak selalu hadir secara langsung, dukungan dan harapan mereka tetap menyertai.
Doa ibu tidak serta-merta menghilangkan setiap masalah atau menjamin kehidupan berjalan sesuai keinginan. Lebih dari itu, doa merupakan bentuk kasih sayang yang tetap hadir meskipun terpisah jarak. Di dalamnya terdapat harapan agar anak mampu melewati kesulitan, diberikan kemudahan dalam mengambil keputusan, serta menemukan jalan terbaik dalam kehidupannya.
Dari segi musikalitas, Tapi memperlihatkan eksplorasi Perunggu dalam menghadirkan warna baru dibandingkan karya mereka sebelumnya dalam album Pendar (2020) dan Memorandum (2022). Lagu ini menawarkan aransemen yang lebih ringan melalui permainan drum yang lebih santai, distorsi gitar yang tidak terlalu dominan, serta tambahan synthesizer. Penggarapannya melibatkan Enrico Octaviano dan Petra Sihombing sebagai produser. Perubahan tersebut memberikan nuansa berbeda sekaligus memperlihatkan perkembangan musikal Perunggu tanpa sepenuhnya meninggalkan karakter musik mereka.
Pada akhirnya, Tapi tidak hanya bercerita tentang perjuangan meninggalkan tempat asal untuk mengejar kehidupan yang lebih baik, tetapi juga tentang dukungan yang tetap menyertai perjalanan tersebut. Bagi mahasiswa yang sedang merantau, proses menempuh pendidikan bukan hanya tentang menyelesaikan perkuliahan dan memperoleh gelar, melainkan juga belajar menghadapi kegagalan, mengelola kerinduan, serta bertahan di tengah berbagai tuntutan. Sejauh apa pun seseorang pergi untuk mengejar cita-citanya, doa ibu menjadi pengingat bahwa kasih sayang dan harapan keluarga tetap menyertainya.
Redaktur: Erni Yuli Simatupang
Leave a comment