Reporter: Romaito Margareta Saruksuk
Suara USU, Medan. Program Studi Akuntansi Sektor Publik, Fakultas Vokasi, Universitas Sumatera Utara (USU), menggelar grand final SMART Accounting & Business Challenge (SABC) 2026 pada Kamis (5/11/2026) secara daring melalui Zoom. Kompetisi tingkat internasional bertema “Reimagining Accounting, Business and Public Value for a Sustainable Future” dengan tagline “Solving Tomorrow’s Problems Today” ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi di bidang akuntansi, bisnis, dan teknologi.
Kompetisi ini berlangsung melalui beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran, seleksi proposal, hingga penetapan finalis. Pada babak grand final, peserta mempresentasikan inovasi mereka di hadapan dewan juri dan mengikuti sesi tanya jawab untuk menjelaskan kelayakan, potensi penerapan, serta dampak dari gagasan yang ditawarkan.
Dalam kompetisi tersebut, Patrick Nicxon Hutabarat, mahasiswa Program Studi Akuntansi Sektor Publik USU, meraih juara pertama melalui inovasi SmartNest – Smart Financial Nest. Posisi kedua diraih Naila Zaky Azzahra dari Bung Hatta University, sedangkan juara ketiga diraih AgriShield dari Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah.
Ketua Panitia SABC 2026, Sambas Ade Kesuma, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., menjelaskan bahwa kompetisi ini bertujuan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan dalam menghasilkan solusi atas permasalahan di bidang akuntansi dan bisnis.
“Akuntansi sekarang tidak lagi sekadar soal angka dan laporan, tetapi juga teknologi, inovasi, dan kemampuan menyelesaikan masalah,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa keunikan SABC terletak pada penggabungan aspek akuntansi, teknologi, dan inovasi bisnis dalam satu kompetisi. Peserta tidak hanya dinilai berdasarkan pengetahuan, tetapi juga ditantang menghasilkan gagasan yang memiliki nilai dan berpotensi diterapkan dalam kehidupan nyata.
Salah satu inovasi yang dipresentasikan dalam kompetisi ini adalah SmartNest, platform berbasis web yang dirancang untuk meningkatkan literasi keuangan generasi muda. Platform tersebut mengintegrasikan fitur pengelolaan anggaran otomatis, edukasi finansial berbasis gamifikasi, serta informasi keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia.
Patrick mengungkapkan bahwa pengembangan SmartNest berawal dari keprihatinannya terhadap rendahnya pemahaman keuangan di kalangan generasi muda. Menurutnya, minimnya edukasi pengelolaan keuangan dapat memicu pengeluaran impulsif, stres finansial, hingga meningkatkan kerentanan terhadap pinjaman daring ilegal.
“Motivasi utama saya adalah keinginan untuk menghadirkan solusi nyata yang berdampak langsung terhadap rendahnya literasi keuangan di kalangan generasi muda. Melalui SABC 2026, saya ingin menguji inovasi yang saya bangun, sekaligus membuktikan bahwa akuntansi dan teknologi dapat dikemas menjadi solusi yang inklusif dan mudah diakses oleh siapa saja,” jelas Patrick.
Dalam pengembangannya, SmartNest menggunakan metode 50/30/20 untuk membantu pengguna membagi anggaran ke dalam kebutuhan, keinginan, dan tabungan. Platform ini juga menyediakan edukasi mikro melalui permainan interaktif yang memperkenalkan konsep dasar akuntansi, mulai dari persamaan dasar akuntansi hingga siklus jurnal dan buku besar.
Selain menetapikn tiga juara utama, SABC 2026 memberikan sejumlah penghargaan khusus. Best Pitching Performance diraih Jackson Richie dari UPH Medan, Best of Chemistry oleh Cuan’t Stop dari Universitas Brawijaya, dan Most Creative Visual Design diperoleh Bright Spot dari Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah.
Sementara itu, penghargaan Best Sustainable Impact diberikan kepada Fatima Ali I. Alhayki dari Gulf University, sedangkan Best Digital Prototype Innovation diraih Pandika Giana Lukmansyah dari UPN Veteran Yogyakarta. Adapun penghargaan Best Q&A Strategist dan Best Strategic Approach juga diraih oleh peserta dari USU.
Menutup keterangannya, Sambas berharap peserta tetap mengembangkan inovasi meskipun kompetisi telah berakhir.
“Harapan kami, peserta tidak berhenti sampai kompetisi selesai. Ide-ide yang sudah mereka kembangkan bisa terus diperbaiki, bahkan kalau memungkinkan diwujudkan. Yang paling penting, mereka mendapat pengalaman, relasi, dan keberanian untuk terus mencoba hal-hal baru,” tuturnya.
Melalui penyelenggaraan SABC 2026 diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kreativitas dan inovasi di bidang akuntansi serta bisnis. Gagasan yang dihasilkan melalui kompetisi ini juga diharapkan tidak berhenti sebagai karya perlombaan, tetapi dapat dikembangkan menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Redaktur: Erni Yuli Simatupang
Leave a comment