Reporter: Raka Rafzan Rasyid
Suara USU, Medan. Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan kunjungan edukatif ke pabrik dan perkebunan kelapa sawit PT Socfindo Kebun Bangun Bandar pada Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung penerapan ilmu yang selama ini diperoleh di bangku perkuliahan, khususnya dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Didampingi oleh sejumlah dosen, mahasiswa mempelajari berbagai tahapan pengelolaan kelapa sawit, mulai dari proses pembibitan, pemeliharaan tanaman, hingga pengolahan hasil perkebunan.
Kegiatan ini didampingi oleh tiga dosen, yakni Prof. Dr. Ir. Charloq, M.P., Vira Irma Sari, S.P., M.Si., dan Rouzatul Nafisah, S.P., M.Si. Rombongan berangkat dari Fakultas Pertanian USU dan menempuh perjalanan kurang lebih dua jam untuk mencapai lokasi. Selain mengunjungi pabrik dan perkebunan kelapa sawit PT Socfindo Kebun Bangun Bandar, rombongan juga mengunjungi Socfindo Conservation sekaligus makan siang di tempat tersebut. Socfindo Conservation merupakan kawasan pengembangan berbagai tanaman hortikultura.
Salah satu dosen pendamping, Vira Irma Sari, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan teknologi dan manajemen perkebunan modern. Hal tersebut mencakup penggunaan teknologi dalam proses pembibitan, pemeliharaan tanaman, pemanenan, mekanisasi, hingga pengolahan hasil.
“Selama perkuliahan, mahasiswa telah memperoleh berbagai teori mengenai teknik budidaya tanaman perkebunan, khususnya kelapa sawit,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Agroteknologi memperoleh pengetahuan mengenai berbagai tahapan penting dalam sistem produksi kelapa sawit. Mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai proses penyediaan bahan tanaman unggul melalui penerapan teknologi di SSPL (Socfindo Seed Production Laboratory). Selain itu, mereka mempelajari teknik pembibitan kelapa sawit yang baik untuk menghasilkan tanaman berkualitas, serta pengelolaan tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM) hingga proses pemanenan dan pengolahan hasilnya.
Tidak hanya dalam aspek budidaya, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman mengenai kegiatan operasional pabrik pengolahan kelapa sawit. Hal ini meliputi pengisian bahan bakar, pengelolaan gudang material, serta penerapan digitalisasi dan mekanisasi dalam sistem penimbangan. Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memahami penerapan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan dalam dunia industri perkebunan.
Samuel Situmorang, S.P., selaku Manajer Kebun Bangun Bandar PT Socfindo, menjelaskan bahwa materi yang disampaikan berkaitan dengan profil dan kegiatan operasional perusahaan, termasuk penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pengelolaan perkebunan. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai kondisi kerja di lapangan, tantangan yang akan dihadapi, serta pentingnya keterampilan dan pengetahuan dalam dunia industri perkebunan.
“Kunjungan adik-adik mahasiswa tentunya sebagai salah satu wujud sinergitas antara perusahaan dengan universitas, dengan tujuan memberikan pembekalan ilmu untuk adik-adik mahasiswa di bidang perkebunan dan persiapan menjadi leader ke depannya,” sambungnya.
Salah satu mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini, Jessie, menyampaikan tanggapan dan harapannya terhadap kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini memberikan gambaran yang lebih luas mengenai proses pengelolaan perkebunan kelapa sawit secara terstruktur, mulai dari tahap pembibitan hingga pengolahan hasil.
“Semoga kegiatan field trip seperti ini dapat terus dilaksanakan ke depannya, dengan kesempatan untuk mengunjungi dan belajar lebih banyak mengenai proses pengolahan kelapa sawit. Saya juga berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan pengalaman yang lebih mendalam, meningkatkan wawasan, serta keterampilan mahasiswa sebagai bekal memasuki dunia kerja nantinya,” jelasnya.
Redaktur: Emia Timentha Tarigan
Leave a comment