Home Kabar Kampus Mahasiswa FKM USU Raih Juara 3 Paper & Poster Competition IEEE ITS 2026
Kabar Kampus

Mahasiswa FKM USU Raih Juara 3 Paper & Poster Competition IEEE ITS 2026

Share

Reporter: Agnes Dhea Oktavia Sinaga

Suara USU, Medan. Ronny, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU), berhasil meraih Juara 3 dalam Paper & Poster Competition IEEE ITS Student Branch 2026 yang diselenggarakan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) Student Branch di Fakultas Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, pada Minggu (10/5/2026). Berkolaborasi dengan dua mahasiswa ITS, Ronny merancang inovasi keamanan siber pada jaringan listrik pintar untuk menjawab tema utama kompetisi, yakni “Advances in Electrical Engineering For Effective Renewable and Clean Energy Integration”.

​Bersama timnya, Ronny mengusung karya berjudul “BIG-BLOCK-GRID: Innovation in Decentralized Cybersecurity System Based on Big Data and Blockchain for Real-Time Data Management and Audit Trail on SCADA and Wide Area Monitoring System of the National Smart Grid with High Renewable Energy Penetration”. Gagasan tersebut berkompetisi pada subtema Smart Grid & Power System Integration, salah satu dari tiga subtema yang disediakan oleh pihak penyelenggara. Ronny memilih fokus ini karena melihat masih minimnya studi mahasiswa terkait ancaman siber terhadap infrastruktur kelistrikan nasional, yang salah satunya dipicu oleh peristiwa pemadaman listrik di Sumatra.

​Proses penyusunan artikel ilmiah ini terbilang cukup singkat. Tim memulai pengerjaan sejak pengumuman ringkasan eksekutif pada 5 April 2026 hingga batas akhir pengumpulan pada 19 April 2026. Dengan tenggat waktu hanya 15 hari, mereka berhasil menyelesaikan naskah tersebut. Setelah dinyatakan lolos ke babak final pada 26 April 2026, tim kembali mematangkan perancangan poster selama 10 hari hingga batas pengumpulan pada 7 Mei 2026.

​Tantangan terbesar selama kompetisi bersumber dari perbedaan latar belakang keilmuan serta jarak antaruniversitas. Ronny harus keluar dari ranah kesehatan masyarakat untuk mempelajari konsep teknik elektro secara mandiri. Di saat yang sama, ia berkoordinasi dengan dua rekannya dari ITS yang hanya dapat dihubungi melalui pesan WhatsApp dan media sosial. Padatnya jadwal harian masing-masing anggota kerap memicu kendala komunikasi, sehingga kerja sama tim berproses secara profesional layaknya kolaborasi antarindividu dibandingkan tim yang sudah lama berinteraksi.

​Bagi Ronny, partisipasi mahasiswa dalam ajang perlombaan memiliki nilai strategis bagi pengembangan kapasitas dirinya.. “Mengikuti kompetisi pada masa perkuliahan itu karena bisa melatih kemampuan berpikir, mengembangkan kreativitas, dan membuka kesempatan untuk berani mencoba. Kita juga dapat belajar skill baru yang belum tentu didapat pada saat kuliah,” ujarnya.

​Atas pencapaian ini, Ronny berharap dapat melanjutkan tren positifnya dengan mengikuti berbagai ajang kompetisi ilmiah di perguruan tinggi negeri lainnya.

​Menutup wawancara, Ronny memberikan motivasi kepada para mahasiswa yang masih ragu untuk melangkah ke kompetisi akademik. “Sebagai mahasiswa, manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mencoba hal baru, harus keluar dari zona nyaman yang ada karena kita tidak bisa merasakan kembali kuliah S1 setelah tamat nanti. Nikmatilah proses dan waktu yang telah diberikan, itu adalah kunci kita untuk berkembang dan sukses di masa depan.” pungkasnya.

​Redaktur: Alya Nayla Sahirah S.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.