Oleh: Hezkia Zadina Sembiring
Suara USU, Medan. Pembentukan karakter anak sejak dini menjadi salah satu aspek penting dalam dunia pendidikan, tidak hanya sebatas pada pengembangan pengetahuan semata. Berangkat dari hal tersebut, Hezkia Zadina Sembiring, mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP USU, melaksanakan kegiatan penyuluhan bertema “Menjadi Pribadi yang Positif” pada Senin (8/6/2026) di Yayasan Al-Kahfi Cabang Medan 2, Jalan Pelita III No. 51, Medan. Kegiatan ini melibatkan siswa kelas 4 hingga 6 SD, dengan tujuan menanamkan nilai-nilai positif sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Dalam sesi penyuluhan, anak-anak diajak memahami bahwa pribadi yang positif tidak hanya terlihat dari sikap kepada orang lain, tetapi juga dari bagaimana mereka mengendalikan diri, bersikap sopan, dan bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan. Untuk membantu pemahaman, diberikan beberapa pertanyaan pemantik seperti sikap positif apa yang sudah dimiliki, sikap apa yang ingin diperbaiki, serta bagaimana cara menghadapi masalah dengan teman.
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif menjawab pertanyaan dan ikut berdiskusi dengan baik. Sebagian anak menyampaikan bahwa mereka sudah berusaha bersikap jujur, membantu teman, dan tidak mudah bertengkar. Selain itu, banyak juga yang memiliki keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, seperti lebih sabar, disiplin, dan rajin membantu orang tua. Beberapa respons yang disampaikan oleh mereka antara lain:
“Saya mau jadi lebih sabar kalau sama teman.”
“Saya ingin lebih rajin bantu orang tua di rumah.”
“Saya mau belajar tidak mudah marah.”
Respon tersebut menunjukkan bahwa anak-anak mulai mampu memahami dan merefleksikan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.
Pada sesi Lingkar Cerita, anak-anak duduk melingkar dan diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman serta harapan mereka. Awalnya beberapa anak masih terlihat malu, namun suasana yang hangat membuat mereka perlahan menjadi lebih percaya diri. Mereka menceritakan hal-hal sederhana seperti pengalaman membantu teman, hal yang mereka banggakan, hingga keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan. Kegiatan ini juga melatih anak untuk saling mendengarkan dan menghargai cerita teman lainnya.
Melalui penyelenggaraan penyuluhan di Yayasan Al-Kahfi ini, diharapkan muncul dampak jangka panjang dalam pembentukan karakter anak sejak usia dini. Penanaman nilai-nilai moral ini menjadi fondasi penting agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan mampu membawa pengaruh baik bagi masyarakat luas. Langkah kecil melalui edukasi nilai-nilai kehidupan ini diharapkan menjadi stimulus berkelanjutan dalam membangun tatanan masyarakat yang lebih harmonis dan berkarakter kuat di masa depan.
Artikel ini merupakan publikasi tugas Mata Kuliah Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat (COCD) FISIP USU dengan Dosen Pengampu Bapak Dr. Agus Suriadi S.Sos., M.Si. dan Ibu Dra. Tuti Atika M.SP.
Redaktur: Rifatul Suaidah
Leave a comment