Home Tempat Menelusuri Sejarah Perkebunan Indonesia di Museum Perkebunan II Medan
Tempat

Menelusuri Sejarah Perkebunan Indonesia di Museum Perkebunan II Medan

Share
Sumber: Secarik Cerita

Oleh: Erika Anggraini

Suara USU, Medan. Museum Perkebunan Indonesia merupakan pusat informasi dan pendidikan mengenai sejarah dan perkembangan dunia perkebunan di Indonesia.  Perkebunan telah memberikan pengaruh besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui komoditas unggulan seperti kelapa sawit, tembakau, dan cengkeh. Di Kota Medan sendiri, terdapat dua Museum Perkebunan Indonesia.

Sebagai museum utama, Museum Perkebunan Indonesia II (Musperin II) memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan Musperin I. Jika Musperin I menampilkan berbagai jenis tanaman komoditas, Musperin II lebih menitikberatkan pada sejarah perkantoran perkebunan, termasuk arsitektur gedung, barang-barang peninggalan, serta produk-produk hasil perkebunan. Musperin II terletak di lokasi strategis, tepatnya di Jalan  Pemuda No.10, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, tidak jauh dari kawasan kesawan.

Museum Perkebunan II diresmikan pada Desember 2018, Namun baru dibuka untuk umum pada tahun 2022. Peresmian dilakukan oleh Ketua Dewan Pembina Museum Perkebunan Indonesia Soeadji Kartasasmita, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dan Menteri Pertanian saat itu.

Sebagai bangunan bersejarah, gedung Musperin II mempertahankan bentuk aslinya tanpa renovasi besar. Museum ini terdiri atas empat lantai. Lantai 1 dan 4 digunakan sebagai ruang pameran, sementara lantai 2 dan 3 masih difungsikan sebagai kantor BKS-PPS dan tidak dibuka untuk umum.

Sebagian besar koleksi yang dipamerkan berasal dari Rotterdamsche Lloyd, seperti lukisan wanita Batak, miniatur kapal, dan patung pekerja pekerbunan zaman dahulu. Koleksi dari BKS-PPS mencakup alat-alat antik seperti mestik tik, mesin hitung, dan lift surat. Produk hilir yang turut dipamerkan meliputi  bibit kelapa sawit, lilin, cokelat, teh dan gula dari berbagai perusahaan.

Salah satu daya tarik unik dari museum ini adalah  jam lonceng yang masih berfungsi dan berdentang setiap satu jam. Jam ini dahulu digunakan sebagai penanda waktu kerja, istirahat dan pulang.

Museum buka setiap hari pukul 09.00–17.00 WIB. Harga tiket masuk sebesar Rp25.000 untuk wisatawan domestik dan Rp35.000 untuk wisatawan asing. Pengunjung wajib membeli tiket, menjaga kebersihan dan ketenangan selama di dalam museum, serta mengikuti peraturan dan arahan dari pemandu.

Menariknya, Musperin II memiliki akses langsung ke Avros Café, sebuah kafe bergaya klasik yang menyatu dengan bangunan museum. Kafe ini buka pukul 09.00–21.00 WIB dan menawarkan beragam menu dengan harga terjangkau, mulai dari Rp15.000 hingga Rp45.000. Pilihan menunya mencakup kopi, minuman non-kopi, makanan ringan, hingga makanan berat. Tempat ini sangat direkomendasikan bagi Sobat Suara USU yang ingin menikmati suasana sejarah sambil bersantai.

Redaktur: Nisya Augia

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.