
Reporter: Rosi Adelia
Suara USU, Medan. Presiden Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), Muzammil Ihsan, resmi terpilih sebagai Koordinator Pusat (Korpus) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) periode 2025–2026. Pemilihan dilakukan dalam forum Musyawarah Nasional (Munas) ke-18 yang diselenggarakan di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 23–30 Juni 2025.
Forum nasional tahunan tersebut diikuti lebih dari 150 delegasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Selain memilih pimpinan pusat, Munas juga menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk merumuskan arah gerakan nasional pasca pemilu. Pemilihan dilakukan secara demokratis dan terbuka melalui mekanisme forum musyawarah dan konsensus. Muzammil menjelaskan bahwa prosesnya berlangsung melalui dialog panjang, penyampaian visi gerakan, serta pembangunan kepercayaan dengan peserta dari berbagai kampus.
Dalam wawancara pada 3 Juli 2025, Muzammil menyampaikan bahwa posisi Korpus bukan sekadar juru bicara nasional, melainkan juga penjaga arah gerak organisasi, fasilitator antar kampus, serta pemantik konsolidasi nasional. “Tanggung jawab utama kami adalah memastikan BEM SI tetap relevan dan responsif terhadap isu-isu rakyat, serta kokoh dalam memperjuangkan keadilan dan kebenaran,” ujarnya.
Sebagai Koordinator Pusat, Muzammil akan memimpin koordinasi terhadap sembilan bidang isu strategis serta tujuh wilayah regional yang berada dalam struktur aliansi nasional BEM SI. Ia bertanggung jawab mengarahkan langkah dan kerja kolektif seluruh elemen yang tergabung, baik dalam pengelolaan isu nasional maupun penguatan jaringan antarwilayah. Proses pemilihan telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang diatur dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) internal melalui mekanisme forum musyawarah dan konsensus.
Kepemimpinan Muzammil akan difokuskan pada sejumlah isu strategis yang mengemuka selama Munas, seperti ketimpangan pembangunan di daerah penghasil sumber daya, krisis pendidikan, konflik kemanusiaan di Papua, serta ancaman terhadap demokrasi dan kebebasan sipil. “BEM SI harus menjadi alarm moral bangsa, pengingat bagi para pemimpin bahwa suara rakyat tidak boleh dipinggirkan. Kita akan semaksimal mungkin bersuara demi rakyat Indonesia,” tegasnya.
Salah satu gagasan utama yang diusung Muzammil adalah membangun gerakan mahasiswa yang inklusif, berbasis daerah, dan berdaya saing intelektual. Ia menekankan pentingnya penguatan kajian strategis serta perluasan gerakan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.
“Sudah saatnya mahasiswa menjadi pionir perubahan, bukan sekadar penonton. Gerakan mahasiswa harus membumi, hadir sebagai jembatan antara rakyat dan negara, bukan hanya sebagai oposisi simbolik,” tuturnya.
Muzammil juga mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh ratusan kampus dari seluruh Indonesia.
“Saya merasa sangat bersyukur dan terharu. Ini bukan sekadar kemenangan USU, tapi amanah besar dari ratusan kampus di seluruh Indonesia yang menitipkan kepercayaannya kepada kami.”
Ia menegaskan bahwa posisi Korpus bukan milik pribadi atau institusi tertentu, tetapi merupakan mandat kolektif dari seluruh mahasiswa Indonesia.
“Ada rasa bangga, tapi juga tanggung jawab yang luar biasa untuk bisa menjaga marwah gerakan mahasiswa secara nasional. BEM SI bukan milik USU atau beberapa instansi saja, namun milik semua mahasiswa, milik rakyat Indonesia,” ujarnya.
Dengan semangat kolektif yang dibawanya, Muzammil berharap kepemimpinannya dapat memperkuat BEM SI sebagai kekuatan gerakan mahasiswa yang solid, terorganisasi, dan berpihak pada rakyat.
Redaktur: Merry Agnus Dei Gultom
Leave a comment