
Reporter: Ezra Adelia Sinaga
Suara USU, Medan. Parkir sembarangan masih menjadi persoalan yang belum teratasi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU). Meski larangan telah diterapkan, sejumlah kendaraan, terutama roda dua, masih kerap diparkir tidak teratur.
Padahal, fakultas telah menyediakan kartu parkir khusus mahasiswa yang dapat dipindai untuk masuk ke area parkir resmi. Namun, sebagian mahasiswa belum memanfaatkan fasilitas ini dengan baik. Beberapa di antaranya bahkan tidak memiliki kartu parkir atau enggan menggunakannya dengan berbagai alasan. Untuk kasus tertentu seperti kehilangan kartu, petugas keamanan tetap memberikan izin masuk dengan melakukan pemindaian manual.
Salah satu mahasiswi FEB USU, Fitri, mengungkapkan bahwa keengganan mahasiswa untuk masuk ke area parkir sering kali disebabkan oleh ketidakteraturan penempatan kendaraan, meskipun sudah berada di dalam area yang semestinya.
“Kadang ada yang parkir sembarangan, nggak sesuai penempatan, jadi susah cari ruang kosong,” ujar Fitri di depan ruang GL 01 FEB USU (28/10).
Mahasiswa FEB lainnya, Alif, menilai bahwa keteraturan parkir di fakultasnya sudah lebih baik dibandingkan dengan fakultas lain. Namun, perilaku sebagian mahasiswa yang kurang disiplin masih mengganggu kenyamanan bersama.
“Kapasitas parkirannya luas, tapi masih ada yang parkirnya menghalangi jalan. Jadi bukan masalah fasilitas, tapi kesadaran mahasiswanya,” terang Alif di depan Masjid FEB USU (28/10).
Sementara itu, Putri, mahasiswi FEB lainnya, menyebut bahwa penyebab utama permasalahan ini adalah rendahnya kesadaran mahasiswa untuk menggunakan kartu parkir yang telah disediakan oleh pihak fakultas.
“Menurut aku, masalahnya karena kesadaran mahasiswa. Mereka malas ngambil kartu parkir, padahal sudah diumumkan melalui media sosial fakultas,” jelas Putri di depan Gedung Baru (GB) FEB USU (28/10).
Selain masalah kedisiplinan, mahasiswa juga menilai bahwa garis pembatas parkir yang mulai pudar turut menjadi penyebab ketidakteraturan posisi kendaraan. Mereka menyarankan agar pihak fakultas memperjelas kembali garis pembatas parkir agar lebih mudah terlihat.
“Cat garisnya diperjelas lagi biar orang tahu batasnya. Satpamnya sih sudah bagus kerjanya,” tambah Alif saat diwawancarai.
Berdasarkan hasil wawancara, mayoritas mahasiswa sepakat bahwa permasalahan parkir sembarangan di FEB USU lebih disebabkan oleh kurangnya kesadaran mahasiswa dibandingkan keterbatasan fasilitas. Pihak fakultas pun diharapkan dapat mempertegas kembali aturan parkir serta mendorong mahasiswa untuk lebih tertib demi kenyamanan bersama.
Redaktur: Jesika Yusnita Laoly
Leave a comment