
Reporter: Rifatul Suaidah dan Shafira Amanda
Suara USU, Medan. Kondisi parkiran di sekitar pintu jebol Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi sorotan mahasiswa. Sistem pengarahan kendaraan yang dinilai tidak efektif, akses jalan yang sempit, serta pengawasan yang kurang optimal menjadi penyebab utama kesemrawutan dan keresahan di kalangan pengguna kendaraan bermotor.
Pengakuan Wahyu Syahputra, petugas satpam di area pintu jebol USU menjelaskan “Untuk di seputaran pintu jebol ini biasanya kami mengarahkan mahasiswa memarkir kendaraan di dalam area halte sepeda dan tidak diperkenankan parkir di pinggir jalan Tri Dharma. Hal ini dilakukan untuk mengurangi angka kehilangan serta menjamin keamanan kendaraan. Kami hanya mengikuti arahan yang telah ditetapkan oleh pihak kampus,” ujarnya.
Namun, kenyataan di lapangan seringkali berbeda. Banyak mahasiswa yang memilih parkir di luar area yang telah ditentukan, bahkan parkir di pinggir Jalan Tri Dharma. Hal tersebut menuai berbagai tanggapan dari mahasiswa karena tidak konsisten dalam memberikan arahan. Wahyu Syahputra mengakui bahwa tidak semua mahasiswa mematuhi arahan serta adanya kesalahpahaman. Ia mengatakan “Sebenarnya terjadi kesalahpahaman, karena kami sudah memberikan arahan namun beberapa mahasiswa tidak mengindahkan petunjuk petugas sehingga mereka tetap memarkir kendaraan di tempat yang tidak diperbolehkan. Terkadang pengawasan tidak optimal sehingga mahasiswa meletakkan sepeda motor mereka dengan sembarangan, dan baru menyadari konsekuensinya ketika terjadi kehilangan,” jelasnya.
Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan dari Zefanya Silitonga salah seorang mahasiswa USU bahwa mahasiswa masih sering melanggar aturan tersebut. Ia menyampaikan bahwa “Berdasarkan pengalaman saya, petugas mengarahkan saya untuk memarkir kendaraan di area dalam ketika ada satpam yang bertugas,” ungkapnya. Hal ini mengindikasikan bahwa kepatuhan terhadap aturan parkir sangat bergantung pada keberadaan petugas.
Selain hal itu, Zefanya juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi parkiran tersebut. “Kondisi ini sangat disayangkan seharusnya pihak universitas dapat menyediakan fasilitas yang lebih memadai bagi mahasiswa” ujarnya.
Keluhan lain yang kerap dilontarkan mahasiswa adalah sempitnya akses jalan menuju area parkir di dalam. Muthia Fazihah Fadhli selaku mahasiswi USU menyampaikan keluhannya, “Menurut pengamatan saya, kondisi tersebut sangat memprihatinkan dikarenakan akses parkiran yang terlalu sempit. Ketika memasuki area tersebut, terdapat risiko tinggi terjadi benturan dengan kendaraan lain yang parkir secara tidak teratur karena keterbatasan lahan. Harapan saya adalah agar pihak kampus memprioritaskan perbaikan lahan parkir tersebut” ujarnya. Kondisi ini membuat mahasiswa enggan untuk parkir di tempat yang telah disediakan karena akses jalan yang sempit dinilai sangat mengganggu aktivitas mahasiswa oleh karena itu area yang sempit tersebut perlu mendapat perhatian serius karena terkesan tidak teratur.
“Kami sudah beberapa kali konfirmasi ke pihak aset agar akses jalan diperlebar, supaya mahasiswa tidak malas memarkirkan kendaraan di area yang sudah disediakan. Kami juga menyarankan supaya pohon yang menghalangi jalan dipangkas karena banyak mahasiswa yang mengeluh soal ini,” ujar Wahyu Syahputra, petugas keamanan di sekitar pintu jebol. Wahyu juga menyatakan bahwa pihak aset sebenarnya telah menanggapi keluhan tersebut, hanya saja hingga kini belum ada langkah lanjutan yang dilakukan.
Diharapkan pihak universitas dapat lebih memperhatikan kondisi parkiran di area pintu jebol USU yang kini menjadi keluhan banyak mahasiswa. Penataan sistem parkir yang lebih baik, pelebaran akses jalan, serta peningkatan pengawasan sangat diharapkan agar tercipta lingkungan parkir yang lebih aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh civitas akademika.
Redaktur: Merry Agnus Dei Gultom
Leave a comment