Home Tulisan Pelatihan dan Pendampingan Batik Aksara Karo: Tim PKM Bersama Mitra Menghidupkan Warisan Budaya di Desa Ndeskati, Kabupaten Karo
Tulisan

Pelatihan dan Pendampingan Batik Aksara Karo: Tim PKM Bersama Mitra Menghidupkan Warisan Budaya di Desa Ndeskati, Kabupaten Karo

Share

Oleh: Nabila Fahriani Pane/Muslih Arridho/Inayah Ananda Devira/Aurellia Putri/Rebekka Margarettha Sitorus

Suara USU, Medan. Dalam upaya melestarikan dan mengembangkan budaya lokal, tim PKM Pendanaan Skema Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) bersama mitra PKK Desa Ndeskati telah melaksanakan pelatihan dan pendampingan pembuatan batik aksara Karo. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan warisan budaya, tetapi juga memberdayakan masyarakat desa dengan keterampilan baru yang bernilai ekonomi.

Pelatihan ini diawali dengan pengenalan sejarah dan filosofi aksara Karo kepada mitra yang dibawakan oleh salah satu anggota tim yaitu Muslih Arridho. Mitra yaitu ibu-ibu PKK belajar tentang pentingnya aksara Karo dalam sejarah dan budaya mereka, menciptakan rasa kebanggaan dan motivasi untuk menjaga tradisi ini tetap hidup. Setelah itu, mitra diajarkan teknik dasar batik, mulai dari pemindahan desain aksara Karo ke kain menggunakan pensil dan selembar motif/desain.

Proses berikutnya adalah melukis dengan lilin atau malam. Dengan menggunakan canting, mitra dengan hati-hati mengaplikasikan lilin cair ke kain, menciptakan pola-pola indah aksara Karo. Suasana penuh konsentrasi terasa ketika mereka bekerja, dengan suara gemericik lilin yang menetes dan aroma khas malam yang memenuhi ruangan. Tahap ini memerlukan ketelitian dan kesabaran, karena setiap garis lilin menentukan keindahan motif batik.

Setelah tahap melilin selesai, proses pewarnaan dimulai. Kain yang telah dililin dicelupkan ke dalam pewarna alami yang terbuat dari limbah kulit kopi, memberikan warna yang unik dan ramah lingkungan. Pewarna alami ini tidak hanya aman bagi lingkungan, tetapi juga menghasilkan warna yang khas dan menarik. Proses ini diikuti dengan fiksasi untuk mengunci warna pada kain, memastikan batik yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi dan tahan lama.

Proses pelatihan diakhiri dengan pengeringan kain batik di bawah sinar matahari. Para peserta melihat hasil karya mereka dengan bangga, kain-kain batik yang indah dengan motif aksara Karo yang memukau. Keberhasilan pelatihan ini tidak hanya dilihat dari kualitas batik yang dihasilkan, tetapi juga dari keterampilan dan rasa percaya diri yang diperoleh oleh para peserta.

Program PKM-PM bersama mitra PKK Desa Ndeskati telah menunjukkan bahwa dengan pendidikan dan pendampingan yang tepat, limbah dapat diubah menjadi sumber daya berharga dan warisan budaya dapat dilestarikan dengan cara yang inovatif. Selain itu, program ini membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa, khususnya bagi para ibu rumah tangga yang tergabung dalam PKK.

Dengan keterampilan baru yang dimiliki, para anggota PKK kini siap untuk menjadi trainer dan menyebarkan pengetahuan ini ke komunitas lain, memperluas dampak positif dari program ini. Desa Ndeskati, melalui program ini, telah meneguhkan posisinya sebagai pusat kreativitas dan pelestarian budaya, serta menjadi contoh inspiratif bagi desa-desa lain di Indonesia.

Artikel ini merupakan publikasi kegiatan PKM-PM USU 2024 yang didampingi oleh Dr. Dra. Sri Alem Br. Sembiring, M.Si

Redaktur: Khalda Mahirah Panggabean 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.