Home Tulisan Pemanfaatan Media Online sebagai Pendukung Perempuan dengan Peran Ganda
Tulisan

Pemanfaatan Media Online sebagai Pendukung Perempuan dengan Peran Ganda

Share

Oleh: Nurul Muslimah/Devi Audea/Fitri Handayani Manalu 

Suara USU, Medan. Peran ganda perempuan merupakan fenomena yang semakin umum di masyarakat modern. Perempuan tidak hanya berperan sebagai ibu dan istri, tetapi juga sebagai pekerja di sektor formal maupun informal. Peran ganda ini menuntut perempuan untuk mampu membagi waktu, tenaga, dan perhatian antara pekerjaan domestik dan pekerjaan profesional. Kondisi ini sering kali menimbulkan tantangan bagi perempuan dalam menjaga keseimbangan antara karier dan kehidupan keluarga

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi perempuan dengan peran ganda adalah manajemen waktu. Perempuan sering kali harus menyelesaikan pekerjaan rumah tangga setelah menyelesaikan tanggung jawab pekerjaannya. Tantangan lainnya termasuk tekanan psikologis dan fisik, di mana perempuan harus menjaga keseimbangan emosi dan stamina di tengah tuntutan pekerjaan dan keluarga. Kesulitan akses terhadap pendidikan atau pelatihan juga sering kali menjadi hambatan bagi perempuan untuk meningkatkan kemampuan dan karier mereka.

Kemajuan teknologi dan media online telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk cara perempuan dengan peran ganda menjalani aktivitas sehari-hari. Media online, seperti platform media sosial, situs web, dan aplikasi mobile, memungkinkan perempuan untuk tetap produktif di tengah kesibukan mereka. Mereka bisa mengakses informasi, belajar keterampilan baru, dan berkomunikasi dengan jaringan profesional hanya dengan perangkat di tangan. Teknologi juga memungkinkan perempuan bekerja secara fleksibel, termasuk bekerja dari rumah atau menjalankan bisnis secara online.

Media online memberikan peluang besar bagi perempuan dengan peran ganda untuk mendapatkan dukungan dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Misalnya, melalui media sosial, perempuan dapat berbagi pengalaman dan mencari dukungan dari komunitas perempuan lain yang memiliki pengalaman serupa. Selain itu, media online juga memungkinkan perempuan untuk mengikuti pelatihan keterampilan, kursus online, atau bahkan membuka usaha kecil dari rumah tanpa harus meninggalkan tanggung jawab mereka sebagai ibu rumah tangga.

Pemanfaatan media online sebagai media pemasaran menjadi sangat menjanjikan seiring perkembangan teknologi dan perkembangan manusia. Perkembangan manusia yang saat ini lebih mengarah kepada manusia internet, yang hampir segala kegiatannya dilakukan hanya dengan menggunakan internet. Kegiatan kewirausahaan yang dilakukan oleh narasumber (S) (51) yang merupakan seorang single parent dengan peran ganda adalah usaha berdagang sembako dan kebutuhan sehari-hari. Dalam menjalani kegiatan sehari-harinya, narasumber membagi waktu dalam mengurus urusan domestik rumah tangga dengan kegiatan berwirausaha untuk menghasilkan pendapatan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sumber penghasilan utama narasumber adalah usaha berdagang sembako dan kebutuhan sehari-hari, selain itu narasumber juga membuka jasa menjahit atau pakaian tempahan seperti contohnya pakaian kebaya wisuda dan pernikahan.

Lingkungan sosial narasumber yaitu kerabat dekat, tetangga, dan anak cukup mendukung dalam kegiatan sehari-harinya. Akses narasumber terhadap alat teknologi juga sudah memadai, sehingga mendukung kegiatan narasumber jika akan menggunakan media online untuk kegiatan berwirausaha.

Meskipun memiliki akses yang cukup baik terhadap teknologi, narasumber masih menghadapi tantangan dalam penggunaannya, seperti halnya banyak ibu rumah tangga lainnya. Kesulitan dalam memahami cara kerja media sosial, aplikasi pembayaran, atau platform penjualan online menjadi kendala yang membuat proses penggunaan teknologi menjadi lambat. Narasumber masih perlu belajar dan beradaptasi dengan fitur-fitur teknologi yang terus berkembang, yang seringkali terasa rumit dan membingungkan. Hal ini membuat narasumber harus mengandalkan bantuan anaknya atau orang-orang yang lebih paham teknologi untuk memastikan usahanya tetap berjalan dengan lancar di dunia digital. Tantangan lain yang dirasakan oleh narasumber dalam kegiatan berwirausaha adalah konsumen atau pembeli yang kerap kali hutang dan susah untuk membayar bahkan sampai tidak membayar hutang kepada narasumber.

Dengan beralih kepada sistem penjualan online, maka akan mengurangi resiko rugi yang diakibatkan oleh perilaku konsumen yang tidak baik dan merugikan. Kegiatan tersebut biasa disebut technopreneurship yaitu kegiatan memanfaatkan teknologi dan platform toko online sebagai tempat untuk mengembangkan usaha.

Perempuan dengan peran ganda, baik sebagai ibu rumah tangga maupun pekerja, sering menghadapi tantangan besar dalam mengelola waktu dan menjaga keseimbangan antara tanggung jawab keluarga dan pekerjaan. Namun, dengan adanya teknologi dan media online, peluang bagi perempuan untuk tetap produktif semakin terbuka lebar. Teknologi memberi kemudahan bagi mereka untuk bekerja dari rumah, belajar hal baru, dan menjalankan usaha kecil tanpa harus mengabaikan tanggung jawab domestik.

Ke depannya, diharapkan perempuan bisa lebih memanfaatkan teknologi untuk mendukung produktivitas sehari-hari. Dengan akses teknologi yang lebih baik, perempuan akan lebih mudah beradaptasi dan mengembangkan diri di dunia digital. Selain itu, dukungan dari keluarga dan lingkungan sosial akan sangat membantu mereka mencapai keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi. Harapannya, perempuan dapat terus maju dan mandiri dalam menjalankan berbagai perannya.

Artikel ini adalah publikasi tugas mata kuliah Gender dan Pemberdayaan Perempuan dengan Dosen Pengampu Ibu Dr. Hairani Siregar, S.Sos., M.SP., dan Ibu Dra. Berlianti, M.SP.

Redaktur: Khalda Mahirah Panggabean 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.