Home Tulisan Pemberdayaann Ibu Rumah Tangga melalui Pelatihan Pembuatan Susu Kurma Rumahan
Tulisan

Pemberdayaann Ibu Rumah Tangga melalui Pelatihan Pembuatan Susu Kurma Rumahan

Share

Oleh: Zaskia As Syifa

Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi. Salah satu kelompok yang memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian keluarga adalah ibu rumah tangga. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan di Sumatera Utara tercatat sebesar 59,80 persen, masih berada di bawah TPAK laki-laki yang mencapai 84,85 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa masih terdapat peluang yang besar bagi perempuan, khususnya ibu rumah tangga, untuk terlibat dalam kegiatan produktif yang dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga. Dengan waktu yang relatif fleksibel serta pengalaman dalam mengelola kebutuhan rumah tangga, ibu rumah tangga memiliki potensi untuk mengembangkan berbagai usaha skala rumahan. Melalui program pemberdayaan yang berfokus pada peningkatan keterampilan dan pengetahuan, usaha rumahan tersebut dapat berkembang menjadi sumber pendapatan tambahan yang berkelanjutan serta mendukung ketahanan ekonomi keluarga.

Sebagai bentuk implementasi kegiatan Community Development (CD), mahasiswi Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara melaksanakan pelatihan pembuatan susu kurma rumahan bagi ibu rumah tangga di Jalan Bajak I, Medan, pada 5 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam mengolah minuman sehat berbahan sederhana yang memiliki nilai ekonomi. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat membuka peluang usaha rumahan yang dapat dikelola secara mandiri sehingga mampu memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga serta mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.

Susu kurma dipilih sebagai produk pelatihan karena memiliki kandungan gizi yang tinggi sekaligus semakin diminati oleh masyarakat. Kurma mengandung berbagai zat gizi, seperti karbohidrat, serat, kalium, magnesium, serta antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Sementara itu, susu merupakan sumber protein, kalsium, dan berbagai vitamin yang penting untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. Kombinasi kedua bahan tersebut menghasilkan minuman bergizi yang tidak hanya baik untuk kesehatan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Selain itu, proses pembuatannya relatif sederhana dan bahan baku yang digunakan mudah diperoleh dengan harga yang terjangkau. Kondisi ini menjadikan susu kurma sebagai salah satu produk yang cocok dikembangkan sebagai usaha rumahan, khususnya bagi ibu rumah tangga yang ingin memulai usaha dengan modal yang relatif kecil.

Selain memberikan manfaat dari sisi keterampilan, pelatihan ini juga membuka wawasan peserta mengenai pentingnya memanfaatkan peluang usaha berbasis produk pangan sehat. Dengan modal yang relatif kecil dan proses produksi yang sederhana, susu kurma memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai usaha mikro yang dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga. Melalui pemahaman tersebut, peserta diharapkan mampu melihat peluang ekonomi yang ada di sekitar mereka serta termotivasi untuk mengembangkan usaha secara mandiri sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki.

Dalam pelaksanaannya, peserta terlebih dahulu diberikan pemahaman mengenai manfaat susu kurma bagi kesehatan serta peluang usaha yang dapat dikembangkan dari produk tersebut. Setelah sesi penyampaian materi, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan susu kurma yang dimulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, pencampuran, hingga pengemasan produk. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dalam setiap tahapan pelatihan sehingga mereka dapat memahami proses pembuatan secara lebih menyeluruh.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para ibu rumah tangga aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta berbagi pengalaman terkait pengolahan produk pangan rumahan. Interaksi tersebut menciptakan suasana belajar yang partisipatif dan mendorong peserta untuk lebih percaya diri dalam mencoba mengembangkan produk secara mandiri. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga maupun dikembangkan menjadi peluang usaha yang berpotensi menambah pendapatan keluarga.

Dari perspektif Community Development, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemberian pengetahuan, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan potensi yang dimiliki. Partisipasi aktif peserta selama pelatihan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kemauan untuk belajar dan berkembang ketika diberikan kesempatan serta pendampingan yang tepat. Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk memanfaatkan keterampilan yang diperoleh sebagai modal dalam mengembangkan usaha rumahan yang produktif dan berkelanjutan.

Melalui pelatihan pembuatan susu kurma rumahan, ibu rumah tangga diharapkan mampu mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi kegiatan produktif yang berkelanjutan. Program ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan melalui langkah sederhana, namun memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Dengan adanya keterampilan baru tersebut, diharapkan para peserta dapat mengembangkan usaha rumahan secara mandiri sehingga mampu menambah pendapatan keluarga. Selain itu, tumbuhnya usaha-usaha rumahan tersebut juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Artikel ini disusun sebagai bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat (COCD) dengan Dosen Pengampu Bapak Dr. Agus Suriadi S.Sos.,M.Si.

Redaktur: Romaito Margareta Saruksuk

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.