Home Tulisan Implementasi Community Development melalui Ruang Ramah Anak di Desa Tangkahan Durian Pascabencana
Tulisan

Implementasi Community Development melalui Ruang Ramah Anak di Desa Tangkahan Durian Pascabencana

Share

Oleh: Aurelia Meldy

Pemulihan pascabencana tidak hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui penguatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat, terutama anak-anak sebagai kelompok yang rentan terdampak bencana. Sebagai bagian dari upaya tersebut, kegiatan edukasi dan ice breaking dilaksanakan di Ruang Ramah Anak, Desa Tangkahan Durian, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Kamis, 25 Mei 2026. Program ini bertujuan untuk mendukung proses belajar sekaligus pemulihan psikososial anak-anak pascabanjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.

Sebagai sarana pendukung proses pemulihan pascabencana, Ruang Ramah Anak didirikan dengan dukungan Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia (YAFSI) dan Penabulu Oxfam. Fasilitas ini berfungsi sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk belajar, bermain, serta memperoleh dukungan psikososial. Kehadirannya menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan anak-anak agar tetap dapat mengakses pendidikan dan menjalani aktivitas positif selama masa pemulihan.

Kegiatan diawali dengan proses pembelajaran yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan peserta. Anak-anak TK A, TK B, dan siswa SD kelas 1 mengikuti kegiatan belajar menulis untuk melatih kemampuan dasar membaca dan menulis. Sementara itu, siswa SD kelas 2 hingga kelas 6 mengikuti pembelajaran matematika sesuai tingkat kemampuan mereka masing-masing.

Proses pembelajaran didampingi oleh pengajar lokal yang berasal dari Desa Tangkahan Durian, yaitu Kak Anti dan Kak Ina. Keterlibatan pemuda setempat dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung proses pemulihan pascabencana. Selain memahami kondisi dan kebutuhan anak-anak di lingkungan mereka, para pengajar juga berperan dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.

Setelah kegiatan belajar selesai, seluruh peserta mengikuti sesi ice breaking yang dipandu oleh pendamping dan pengajar. Berbagai permainan dan aktivitas interaktif dilakukan untuk membangun semangat, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempererat hubungan sosial antaranak. Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif mengikuti setiap permainan yang diberikan.

Kegiatan ice breaking memiliki peran penting dalam mendukung pemulihan psikososial anak-anak pascabencana. Melalui aktivitas yang menyenangkan, anak-anak dapat mengekspresikan diri, berinteraksi dengan teman sebaya, serta mengurangi kejenuhan dan tekanan akibat pengalaman bencana yang mereka alami. Dengan demikian, proses pemulihan tidak hanya berfokus pada aspek pendidikan, tetapi juga pada kesehatan sosial dan emosional anak.

Dari perspektif Community Development, kegiatan ini mencerminkan upaya pengembangan masyarakat yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari lembaga pendamping, pengajar lokal, hingga anak-anak sebagai penerima manfaat. Kehadiran pengajar yang berasal dari masyarakat setempat menunjukkan adanya pemanfaatan sumber daya lokal dalam mendukung keberlanjutan program. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas anak-anak melalui pendidikan sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat pascabencana.

Melalui kegiatan edukasi dan ice breaking di Ruang Ramah Anak, anak-anak Desa Tangkahan Durian diharapkan mampu mengembangkan kemampuan akademik, membangun rasa percaya diri, dan memperoleh ruang yang aman untuk tumbuh dan belajar. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa proses pemulihan pascabencana tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui penguatan kapasitas manusia dan pembangunan komunitas yang lebih tangguh.

Artikel ini disusun sebagai bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat (COCD) dengan Dosen Pengampu Bapak Dr. Agus Suriadi S.Sos.,M.Si

Redaktur: Erni Yuli Simatupang

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.