Home Tulisan Pendampingan Psikososial Mahasiswa Disabilitas di Rumah Difabel Sharaswaty oleh Mahasiswi FISIP USU
Tulisan

Pendampingan Psikososial Mahasiswa Disabilitas di Rumah Difabel Sharaswaty oleh Mahasiswi FISIP USU

Share

Oleh: Salma Azzah Nasution

Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan kegiatan akademik yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan, nilai, dan keterampilan pekerja sosial yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam situasi nyata di lapangan. Salma Azzah Nasution (230902033), mahasiswi Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Sumatera Utara, melaksanakan PKL di Rumah Difabel Sharaswaty, Kota Medan, Sumatera Utara. Melalui kegiatan pendampingan klien, mahasiswa dapat memahami berbagai permasalahan sosial yang dihadapi individu serta membantu meningkatkan keberfungsian sosial klien melalui proses intervensi pekerjaan sosial.

Salah satu pendampingan yang dilakukan ditujukan kepada seorang mahasiswa penyandang disabilitas yang dalam artikel ini disamarkan dengan inisial MD. Pendampingan dilakukan menggunakan tahapan intervensi pekerjaan sosial yang meliputi asesmen, perencanaan, intervensi, evaluasi, dan terminasi.

1. Asesmen

Pada tahap asesmen, praktikan melakukan penggalian informasi terkait kondisi sosial, psikologis, dan ekonomi klien. Dari hasil asesmen ditemukan bahwa MD pernah mengalami perundungan fisik berat disertai tindakan kekerasan saat masih duduk di bangku SMP. Pengalaman tersebut berdampak pada kondisi psikososialnya, termasuk menurunnya kepercayaan diri. 

Meskipun demikian, MD berhasil menemukan lingkungan yang lebih positif ketika memasuki dunia perkuliahan. Selain aktif sebagai mahasiswa, MD juga membantu perekonomian keluarga dengan berjualan pakaian dari rumah ke rumah. Dalam menjalankan usahanya, MD menghadapi tantangan fisik yang cukup berat karena harus membawa barang dagangan menggunakan satu tangan akibat keterbatasan fungsi pada tangan lainnya.

2. Perencanaan

Berdasarkan hasil asesmen yang telah dilakukan, praktikan menyusun rencana pendampingan berupa konseling suportif untuk membantu MD melepaskan beban trauma masa lalu akibat perundungan yang pernah dialaminya. Selain itu, dirancang pula strategi pengembangan usaha yang lebih efektif dan sesuai dengan kondisi fisik klien.

Perencanaan juga difokuskan pada penguatan psikososial agar MD mampu melihat dirinya sebagai individu yang kuat dan berdaya. Praktikan merencanakan pemberian motivasi untuk meningkatkan rasa percaya diri MD dalam menjalankan usaha serta mempertahankan semangatnya dalam menyelesaikan pendidikan.

3. Intervensi

Pada tahap intervensi, praktikan melaksanakan berbagai upaya yang telah direncanakan sebelumnya untuk membantu MD mengatasi hambatan psikososial yang dialaminya. Intervensi diawali dengan pemberian konseling suportif yang bertujuan membantu MD mengungkapkan pengalaman traumatis akibat perundungan dan kekerasan yang pernah dialaminya. Melalui proses ini, praktikan memberikan dukungan emosional, penguatan mental, serta membantu MD melihat pengalaman masa lalunya sebagai bagian dari proses yang telah membentuk ketangguhan dirinya saat ini.

Selain itu, praktikan memberikan motivasi dan penguatan diri agar MD lebih percaya diri dalam menjalani kehidupan sosial maupun aktivitas ekonominya. Praktikan mendorong MD untuk mengubah cara pandangnya: dari individu yang pernah menjadi korban menjadi individu yang mampu bertahan dan berkembang meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.

Dalam aspek ekonomi, praktikan berdiskusi bersama MD mengenai strategi usaha yang lebih efektif dan sesuai dengan kondisi fisiknya, seperti memanfaatkan media sosial dan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan penjualan sehingga dapat mengurangi beban fisik saat berjualan secara langsung dari rumah ke rumah. Intervensi ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimiliki MD.

4. Evaluasi

Pada tahap evaluasi, praktikan menilai perkembangan yang terjadi setelah pelaksanaan intervensi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan positif pada diri MD. MD menjadi lebih terbuka dalam mengungkapkan perasaan dan pengalaman hidupnya, menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, serta memiliki semangat yang lebih tinggi dalam menjalankan usaha dan menempuh pendidikan.

Selain itu, MD juga terlihat lebih optimis dalam menghadapi masa depan dan semakin termotivasi untuk mencapai cita-citanya serta membantu perekonomian keluarga melalui usaha yang dijalankannya.

5. Terminasi

Tahap terminasi dilakukan setelah tujuan pendampingan yang telah disepakati bersama menunjukkan hasil yang positif. Pada tahap ini, praktikan meninjau ulang terhadap seluruh proses pendampingan yang telah dilalui, termasuk perkembangan yang dicapai oleh MD dalam aspek kepercayaan diri, penerimaan diri, serta semangat dalam menjalankan usaha dan pendidikan.

Praktikan memberikan apresiasi atas usaha dan perubahan positif yang telah ditunjukkan oleh MD selama proses pendampingan. Selain itu, praktikan memberikan motivasi dan penguatan terakhir agar MD tetap mempertahankan pola pikir positif, terus mengembangkan potensi diri, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Praktikan juga mendorong MD untuk terus memanfaatkan dukungan dari keluarga, teman, dan lingkungan sekitar sebagai sumber kekuatan dalam mencapai cita-citanya.

Dengan berakhirnya proses pendampingan, hubungan profesional antara praktikan dan klien secara resmi diakhiri. Meskipun pendampingan telah berakhir, diharapkan seluruh pengalaman dan penguatan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi MD. Kedepan, MD diharapkan menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan berdaya.

Melalui artikel ini, diharapkan masyarakat semakin peduli terhadap pentingnya dukungan inklusif bagi penyandang disabilitas, khususnya mereka yang sedang berjuang menempuh pendidikan dan membangun kemandirian ekonomi.

Rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Eka Prahadian Abdurrahman, S.I.Kom., M.K.M., ICAP I selaku dosen pembimbing mata kuliah Praktikum Kesejahteraan Sosial yang telah memberikan arahan, bimbingan, motivasi, serta dukungan selama pelaksanaan PKL. Saya  juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Sri Dewi F. Natadiningrat, S.E., M.M., M.Si. atas perhatian, dukungan, dan masukan yang diberikan selama proses pembelajaran dan pelaksanaan praktikum. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada seluruh keluarga besar Rumah Difabel Sharaswaty yang telah memberikan kesempatan, kepercayaan, serta pengalaman berharga selama kegiatan PKL berlangsung. Selain itu, saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung kegiatan ini, baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang berarti bagi saya.

Artikel ini merupakan publikasi tugas Mata Kuliah Praktikum Kesejahteraan Sosial FISIP USU dengan Dosen Pengampu Bapak Eka Prahadian Abdurrahman, S.I.Kom., M.K.M., ICAP dan Ibu Sri Dewi F. Natadiningrat, S.E., M.M., M.Si.

Redaktur: Romaito Margareta Saruksuk

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.