Home Kabar Kampus Gagas Inovasi UMKM, Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Raih Juara I Lomba Esai
Kabar Kampus

Gagas Inovasi UMKM, Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Raih Juara I Lomba Esai

Share

Reporter: Tania Renata Panjaitan

Suara USU, Medan. Tim mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Sumatera Utara (USU), yakni Tim Bismillah Juara Lagi, berhasil meraih prestasi gemilang di tingkat nasional. Tim yang beranggotakan Riki Candra, Dalila Ayu Savitri, dan Dewi Zaskia tersebut berhasil meraih Juara I dalam lomba esai yang diselenggarakan oleh Universitas Jambi pada Jumat, 14 Mei 2026.

Kompetisi tersebut mengusung tema “Peran Generasi Muda dalam Menghadapi Era Industri 4.0.” Sejalan dengan tema tersebut, Tim Bismillah Juara Lagi menghadirkan gagasan berupa sistem terintegrasi dari hulu hingga hilir yang bertujuan mendorong perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Riki Candra, salah satu anggota tim, mengungkapkan bahwa motivasi mereka mengikuti kompetisi tersebut adalah untuk mempertahankan sekaligus menorehkan prestasi dalam bidang kepenulisan esai. Riki mengaku pernah memenangkan lomba esai pada tahun 2025. Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa hadiah yang ditawarkan menjadi salah satu faktor pendorong untuk mengikuti kompetisi tersebut.

Dalam wawancara, Riki menjelaskan bahwa proses penyusunan esai dilakukan melalui diskusi rutin mengenai perkembangan pekerjaan yang kemudian dilanjutkan dengan evaluasi pada setiap tahap yang telah diselesaikan.

“Cara pengerjaan yang kami gunakan adalah selalu berdiskusi mengenai progres lomba. Kami juga memperbaiki dan mengevaluasi setiap perkembangan pekerjaan yang telah dilakukan,” ujarnya.

Selain itu, Riki menekankan pentingnya memilih anggota tim yang sesuai dengan kebutuhan serta memiliki karakter dan pola kerja yang selaras. Menurutnya, pemilihan kompetisi yang relevan dan menawarkan gagasan inovatif juga menjadi faktor penting dalam meraih prestasi.

“Pemilihan lomba yang relevan dan inovatif juga menjadi faktor krusial dalam mencapai kejuaraan,” tambahnya.

Dalam proses persiapan, Tim Bismillah Juara Lagi tidak selalu menghadapi perjalanan yang mudah. Mereka menemui berbagai tantangan, mulai dari menentukan waktu yang tepat untuk berdiskusi hingga menyatukan berbagai gagasan dalam proses penyusunan esai.

“Tantangannya adalah mencari jadwal dan waktu yang cocok untuk berdiskusi serta menyatukan pemikiran kami dalam menyelesaikan tugas ini,” ungkap Riki.

Terlepas dari berbagai tantangan tersebut, Riki berpendapat bahwa mahasiswa perlu aktif mengikuti kompetisi di luar kegiatan perkuliahan. Menurutnya, di era digital saat ini, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) bukan lagi satu-satunya indikator kualitas seseorang. Ia menilai masih banyak mahasiswa yang belum mampu menelaah suatu persoalan secara kritis dan objektif.

“Oleh karena itu, dengan mengikuti lomba dan meraih prestasi, mahasiswa dapat lebih menonjol karena memiliki keterampilan dan kompetensi yang terbukti. Selain itu, perlombaan juga dapat memperluas relasi serta memberikan manfaat finansial apabila berhasil menjadi pemenang,” tuturnya.

Di akhir wawancara, Riki turut menyampaikan pesan kepada mahasiswa yang ingin berpartisipasi dalam berbagai kompetisi. Menurutnya, meraih kemenangan dalam perlombaan bukanlah proses yang instan, melainkan membutuhkan waktu, ketekunan, dan konsistensi.

“Tetap semangat dan terus belajar dari kesalahan. Jangan lupa mencari mentor sejak tahap awal agar setiap kompetisi yang diikuti dapat dievaluasi dengan baik sehingga kesalahan yang sama tidak terulang,” pesannya.

Redaktur: Lucy Kezia Simarmata

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.