Home Tulisan Penerapan Partisipatoris Menggunakan Mini Project Pada Anak-Anak Usia Sekolah
Tulisan

Penerapan Partisipatoris Menggunakan Mini Project Pada Anak-Anak Usia Sekolah

Share

Oleh: Meysa Malika

Suara USU, Medan. Kegiatan Praktik Kerja Lapangan dilaksanakan di Panti Asuhan Murah Hati Masyarakat Indonesia yang beralamat di Jalan Restu No. 02 Helvetia Timur Medan, dengan mahasiswa praktikan Meysa Malika dengan NIM 210902088 dan Dosen Pengampu Mata Kuliah Perencanaan Partisipatoris dalam Intervensi Komunitas yaitu, Fajar Utama Ritonga S.sos, M.sos. Dalam pelaksanaan program, saya menemukan 4 anak kelas 3 SD yaitu Julianus, Putri, Kartika, dan Jelita yang kesulitan dalam belajar membaca, menghitung, serta mengetahui kosa kata Bahasa Inggris.

Dengan melihat permasalahan tersebut, saya membuat sebuah mini project untuk meningkatkan minat membaca, menghitung, serta kosa kata Bahasa Inggris yang diharapkan dapat berjalan dengan baik. Dalam proses pemecahan masalah saya menggunakan metode perencanaan partisipatoris yaitu, pendekatan strategis yang melibatkan berbagai pihak, termasuk penerima layanan dalam proses pengambilan keputusan. Saya memberikan sebuah perencanaan yang dapat menjadi solusi yaitu Pojok Baca yang terdiri dari: kegiatan membaca buku bersama, kegiatan menggambar sambil bercerita, kegiatan belajar kosa kata Bahasa Inggris sambil bermain, dan kegiatan belajar menghitung bersama. Berikut langkah perencanaan partisipatoris yaitu sebagai berikut:

1.     Participatory Rural Appraisal ( PRA) : Saya mengumpulkan berbagai informasi dengan cara diskusi yang mendalam bersama anak-anak panti dan pengurus panti untuk mengetahui permasalahan yang dialami anak-anak panti tersebut

2.     Participatory Learning Action (PLA) : Saya memberikan fasilitas dan membuat program yang dapat menjadi solusi dari permasalahan yang dialami kelompok anak panti setelah melakukan sesi diskusi. Saya membuat program Pojok Baca yang terdiri dari: kegiatan membaca buku bersama, kegiatan menggambar sambil bercerita, kegiatan belajar kosa kata Bahasa Inggris sambil bermain, dan kegiatan belajar menghitung bersama.

3.     Intervensi langsung (Direct) :  Anak-anak panti berpartisipasi dalam merumuskan rencana, mengidentifikasi masalah, dan mengusulkan solusi yang relevan dengan kebutuhan mereka.  Setelah anak panti menyetujui program tersebut, saya mulai  menjalankan kegiatan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun dan membantu kelompok anak jika mengalami kesulitan dalam kegiatan Pojok Baca. Kegiatan ini dilakukan seminggu 2 kali untuk dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

4.     Intervensi secara tidak langsung (In Direct) : Saya mewakili anak-anak panti mengenai keinginan mereka membaca, menulis, dan menghitung kepada pengurus panti sehingga anak-anak panti mendapatkan hak nya untuk memilih apa yang mereka inginkan.

Dalam pelaksanaan mini project pojok baca yang dilakukan di Panti Asuhan Murah Hati Masyarakat Indonesia, membawa pengaruh yang baik terhadap kelompok anak yang menjadi fokus saya. Anak menjadi lebih minat dan semangat untuk membaca buku-buku baru yang menambah pengetahuan mereka, belajar menghitung dengan giat dan mencari tahu kosa kata Bahasa Inggris yang belum diketahui sebelumnya serta kelompok anak lebih percaya diri dalam bersosialisasi saat di sekolah. Saya juga berhasil dalam melaksanakan berbagai tahapan program yang telah disusun saat perencanaan program. Saya berharap minat baca dan menghitung para anak panti dapat lebih bertambah untuk memperjuangkan masa depan.

Artikel ini adalah publikasi tugas Perencanaan Paertiaipatoris Intervensi Komunitas dengan Dosen Pengampu Fajar Utama Ritonga S.Sos., M.Kesos.

Redaktur: Khalda Mahirah Panggabean 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.