Reporter: Muthia El Istiqomah Siregar
Suara USU, Medan. Tim mahasiswa Preklinik Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil meraih Juara I kategori Poster Publik dalam ajang Soedirman Dental Scientific Meeting (SDSM) 2026 yang berlangsung pada 17 Juli hingga 10 Oktober 2026. Tim yang diketuai oleh Azzahra Aulia Harda bersama dua anggotanya, Salsabila Susanti dan Malfa Annisa, meraih penghargaan tersebut di bawah bimbingan drg. Veronica Angelia, M.D.Sc., Sp.Pros. Melalui karya poster bertajuk “NGOPI Bijak Gigi Tetap Berseri”, tim ini mengangkat fenomena kebiasaan minum kopi yang kian populer di masyarakat serta dampaknya terhadap kesehatan rongga mulut.
Azzahra menjelaskan bahwa karya tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai tata cara mengonsumsi kopi yang tepat tanpa merusak kesehatan gigi dan mulut. Melalui media visual yang menarik, materi yang mudah dipahami, serta akronim “NGOPI”, informasi ilmiah disajikan secara ringkas dan aplikatif. Menurutnya, kopi telah menjadi bagian erat dari gaya hidup masyarakat sekaligus media interaksi sosial. “Kopi memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan asalkan dikonsumsi dengan batas yang wajar dan perilaku yang tepat agar tidak berdampak buruk pada rongga mulut,” ungkap Azzahra.
Proses penyusunan karya ini memakan waktu sekitar enam minggu, yang terdiri dari tiga minggu perancangan materi dan konsep poster, satu minggu penyusunan poster secara intensif, serta dua minggu persiapan presentasi babak final. Selama proses tersebut, tim menghadapi berbagai kendala, mulai dari perbedaan pendapat hingga kepadatan jadwal perkuliahan serta masalah perizinan SkillsLab. Namun, untuk mengatasi perbedaan pendapat, tim melakukan musyawarah guna menilai urgensi dan mencari solusi alternatif dengan risiko terkecil.
Melalui keikutsertaan dalam perlombaan ini, Azzahra mengaku memperoleh pengalaman berharga dalam mengemas materi ilmiah menjadi sarana edukasi yang sederhana dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Ia juga mengajak seluruh mahasiswa FKG USU agar berani keluar dari zona nyaman dan tidak ragu mencoba mengikuti kompetisi sejenis. Menurutnya, ide lomba dapat diawali dari hal-hal sederhana di sekitar kehidupan sehari-hari yang kemudian diperkuat dengan riset serta bukti ilmiah yang valid. “Pesan saya untuk teman-teman mahasiswa FKG yang ingin mengikuti lomba serupa, jangan takut untuk mencoba dan jangan menunggu sampai merasa benar-benar siap. Mulailah dari ide sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, lalu kembangkan dengan mencari bukti ilmiah yang valid,” tuturnya.
Azzahra juga menegaskan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya pencapaian berharga dalam sebuah kompetisi, melainkan juga proses belajar, pengalaman, keberanian, serta perluasan jaringan relasi. “Mencoba belum tentu gagal, tetapi tidak mencoba sudah pasti gagal, bahkan sebelum memulai. Jangan ragu untuk terus mencoba karena usaha yang sungguh-sungguh akan selalu memberikan sesuatu yang berharga, baik hasil yang sesuai dengan tujuan awal maupun pelajaran yang nilainya tidak dapat diukur,” tutupnya.
Redaktur: Alya Nayla Sahirah S.
Leave a comment