Oleh: Saskia Amanda Hasibuan/Meysa Malika/Akbar Pramana Nugraha/Eflin Novita Sinaga/Sutriwani Hulu
Suara USU, Medan. Dinamika sosial merupakan perubahan yang terus-menerus dalam nilai-nilai, norma, dan struktur sosial yang terjadi akibat interaksi antara individu atau kelompok dalam masyarakat. Mencakup berbagai aspek kehidupan sosial, termasuk perubahan perilaku individu, organisasi, dan institusi masyarakat. Globalisasi sebagai arus utama perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
Kelompok 5 dari mata kuliah Dinamika Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan yang dibimbing oleh Ibu Dra. Berlianti, M.SP. Terdiri dari lima mahasiswa dan mahasiswi, yakni; Saskia Amanda Hasibuan (210902062), Meysa Malika (210902088), Akbar Pramana Nugraha (210902108), Eflin Novita Sinaga (210902072), dan Sutriwani Hulu (210802048). Kami telah menyusun artikel ini untuk mengeksplorasi peran Desa Bandar Klippa dalam dinamika masyarakat desa.
Tak dapat dihindari dinamika sosial ini terjadi pada masyarakat pedesaan yang sangat mempengaruhi pranata masyarakat desa. Desa Bandar Klippa adalah salah satu contoh nyata dari dinamika sosial. Desa Bandar Klippa terletak di Kecamatan Percut Sei Tuan, kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Desa Bandar Klippa dengan luas wilayah 1.828,4 Ha. Terdiri dari 20 dusun. Perubahan sosial yang dialami oleh desa Bandar Klippa adalah perpindahan penduduk, perubahan jumlah penduduk, dan mata pencaharian.
Ibu Dede sebagai anggota bagian bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat mengungkapkan, “Perubahan status kependudukan ini dipengaruhi oleh terjadinya perpindahan penduduk, baik yang di desa ke kota, maupun yang dari kota ke desa. Hal tersebut mempengaruhi jumlah penduduk di Desa Bandar Klippa”. Ibu Dede juga menambahkan bahwa Desa Bandar Klippa dulunya adalah sebuah desa perkebunan, karena dulunya terdapat lahan perkebunan Bandar Klippa. Namun setelah HGU (Hak Guna Usaha) lahan perkebunan tersebut habis, sehingga tidak ada lagi perkebunan di lahan tersebut. Sementara lahan tersebut sudah didirikan bangunan, dimana yang menggarap adalah orang yang berasal dari luar.
Desa Bandar Klippa menghadapi berbagai permasalahan sosial, seperti kasus pelecehan seksual, tawuran, narkoba, dan sengketa tanah. Meski demikian, desa ini telah melakukan upaya untuk mengatasi masalah-masalah tersebut melalui proses penyelesaian masalah yang dilakukan secara kekeluargaan melalui kepala dusun sebelum dilanjutkan ke kepala desa jika diperlukan. Penganiayaan pun sempat terjadi, namun masalah tersebut sudah terselesaikan. Selain itu, permasalahan yang sepertinya tidak ada habisnya yaitu kemiskinan, yang dimana jumlah penerima bantuan setiap tahunnya mengalami penambahan.
Berdasarkan wawancara kami kepada Bu Dede, Desa Bandar Klippa mempunyai program bantuan sosial yang dimana bantuan sosial yang diterima oleh masyarakat desa dikelola melalui kantor pos, proses distribusinya tidak dilakukan secara langsung oleh pemerintah desa. Penting untuk dicatat bahwa dana yang digunakan untuk program bantuan sosial ini sepenuhnya bersumber dari anggaran desa. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah desa memiliki komitmen yang kuat dalam meningkatkan kesejahteraan warganya. Dengan menggunakan kantor pos sebagai perantara, diharapkan distribusi bantuan dapat dilakukan dengan lebih efisien dan transparan. Jenis bantuan yang rutin dilakukan yaitu; Program Keluarga Harapan (PKH), BLT Dana Desa, Bantuan Beras, bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Secara keseluruhan, Desa Bandar Klippa mengalami perubahan sosial yang signifikan seiring dengan dinamika penduduk dan mata pencaharian, serta tetap berupaya menjaga kesejahteraan masyarakatnya melalui berbagai program sosial dan upaya penyelesaian konflik.
Artikel ini ditujukan untuk memenuhi mata kuliah Dinamika Masyarakat dan Pedesaan dengan Dosen Pengampu Ibu Dra. Berlianti, M.SP.
Redaktur: Khalda Mahirah PanggabeanÂ
Leave a comment