Home Tempat Tujuh Pancuran Mata Air bernama Aek Sipitu Dai yang Dipercaya Dapat Mengabulkan Permintaan
Tempat

Tujuh Pancuran Mata Air bernama Aek Sipitu Dai yang Dipercaya Dapat Mengabulkan Permintaan

Share

Oleh: Jane Munthe 

Suara USU, Medan. Aek Sipitudai adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Sianjur Mulamula, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Nama Aek Dipitu Dai diketahui memiliki memiliki arti Air Tujuh Rasa dimana airnya bersumber dari mata air yang lokasinya terletak di bawah sebuah pohon rimbun.

Menurut orang-orang Batak, Aek Sipitu Dai atau air tujuh rasa dipercaya dapat mengabulkan permintaan bagi yang mempercaya. Terdapat tujuh pancuran mata air, tiap mata air memiliki khasiat yang berbeda-beda. Mulai dari menyembuhkan bayi, belum bertemu jodoh, menyembuhkan penyakit, hingga memberikan kekuasaan.

Pada pancuran pertama dinamai Pancuran Poso-poso yang berarti pancuran untuk bayi. Jika ada bayi yang kurang sehat, dimandikan di sini biasanya akan memperoleh kesembuhan.

Pancuran kedua, Pancuran Nasohaguguan ditujukan kepada anak gadis yang belum bertemu jodoh. Orang sekitar akan menganjurkan supaya anak gadis yang belum menemukan jodoh agar mandi di sini supaya segera menemukan jodohnya.

Pancuran Sait Ladang, Pancuran ketiga. Pancuran ini khusus untuk keluarga yang sudah berumah tangga namun belum direstui keturunan.

Pancuran keempat adalah Sibaso Bolon. Sibaso Bolon dalam arti Bahasa Batak adalah perempuan ahli khusus membantu persalinan. Keterkaitan antara ibu hamil dengan Pancuran Sibaso Bolon agar persalinan lancar tanpa kendala.

Pancuran kelima dinamakan Passur Pangulu Raja yang ruangannya tersendiri. Letaknya lebih rendah di banding pancuran lain, artinya seorang raja harus bisa mengayomi masyarakatnya.

Pancuran keenam berada di sebelahnya dan khusus untuk Guru Tatea Bulan (Saribu Raja, Limbong Mulana, Sagala Raja dan juga Silau Raja). Passur Guru Tatea Bulan yang disebut Passur Doli dikhususkan untuk keturunan Guru Tatea Bulan.

Pancuran ketujuh khusus untuk kelompok marga menantu yang terlahir dari kelompok marga Sumba. Namanya Pasur Hela, untuk memohon banyak rezeki dan mengilhami trans dengan leluhur. Dari ketujuh pancuran, yang paling sering dikunjungi adalah pancuran ketiga.

Aek Sipitu Dai berletak di kaki Pusuk Buhit. Dapat ditempuh melalui jalur air dari Kualanamu, Siantar, cocok lewat Parapat, Ajibata dan menyebrang ke Pulau Samosir kemudian berkendara menuju Pangururan. Tapi jika datang lewat jalur darat dapat dari arah Tarutung-Sidikalang, Silangit lewat jalur Tele, kemudian singgah di Desa Harian Boho.

Redaktur : Evita Sipahutar

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.