Home Kabar Kampus Workshop Twist to Bloom Kenalkan Seni Merangkai Buket Pipe Cleaner
Kabar KampusNews

Workshop Twist to Bloom Kenalkan Seni Merangkai Buket Pipe Cleaner

Share

Reporter: Aprilia Nadia Salsabila dan Arneta Yoselin Sitanggang

Suara USU, Medan. Workshop Twist to Bloom: Pipe Cleaner Bouquet Workshop sukses digelar di Cafe Serayu, Medan, Sabtu (13/06). Mengusung tema “Create Flowers, Create Memories”, kegiatan ini mengajak peserta belajar merangkai bunga dari bahan pipe cleaner atau kawat bulu menjadi buket yang dapat dibawa pulang sebagai hasil karya masing-masing.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas akhir Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) Event Management di Universitas Sumatera Utara yang dirancang dan diselenggarakan oleh mahasiswa. Panitia memilih konsep kerajinan buket bunga karena tren handmade craft semakin diminati kalangan muda, khususnya perempuan.

Selain menjadi sarana penerapan materi yang diperoleh di kelas, workshop ini bertujuan menghadirkan ruang kreatif yang positif dan menyenangkan. Panitia berharap kegiatan tersebut dapat mengenalkan teknik dasar merangkai bunga menggunakan pipe cleaner sekaligus membangun komunitas kreatif di kalangan generasi muda.

Persiapan acara dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, yakni sekitar tiga minggu menjelang ujian akhir semester. Meski demikian, seluruh divisi bekerja sama menyusun konsep acara, melakukan promosi, mencari sponsor, hingga menyiapkan kebutuhan logistik.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Alexandra, mahasiswi Fakultas Psikologi, mengaku tertarik mengikuti workshop tersebut untuk menambah keterampilan sekaligus mencari kegiatan yang menyegarkan di tengah padatnya aktivitas perkuliahan. Ia mengatakan bahwa dirinya pernah membuat kerajinan dari pipe cleaner, tetapi belum pernah merangkainya menjadi buket bunga.

Peserta lainnya, Adila Tanisa, mengungkapkan bahwa ketertarikannya terhadap tren workshop kreatif yang populer di media sosial menjadi alasan dirinya mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, workshop ini memberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman baru sekaligus mengisi waktu luang dengan aktivitas yang bermanfaat.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan bimbingan langsung dari instruktur dan pendampingan dari panitia. Alexandra menilai metode yang diterapkan cukup membantu karena instruktur tidak hanya menjelaskan materi di depan, tetapi juga mendatangi peserta yang mengalami kesulitan dalam proses merangkai bunga.

Para peserta juga memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan workshop. Mereka menilai panitia sigap membantu peserta serta mampu menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan. Kehadiran sesi permainan dan apresiasi terhadap hasil karya peserta turut menambah kemeriahan acara.

Selain memperoleh keterampilan baru, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk memperluas relasi. Kegiatan merangkai bunga dari pipe cleaner dinilai mampu melatih kreativitas dan keterampilan motorik melalui proses berkarya yang menyenangkan.

Melalui kegiatan ini, panitia berharap peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kreatif, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan yang dimiliki menjadi peluang usaha di masa depan. Bagi panitia sendiri, Twist to Bloom menjadi pengalaman berharga dalam merencanakan dan mengelola sebuah acara secara langsung, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan.

Dengan slogan “Bloom with Creativity, Blossom with Memories”, Twist to Bloom berhasil menjadi wadah bagi mahasiswa dan masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas, memperluas relasi, serta menciptakan kenangan melalui karya sederhana yang memiliki nilai seni dan makna.

Artikel ini merupakan publikasi tugas Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) Event Management dengan Dosen Pengampu Hafiza Adlina, S.AB., M.AB.

Redaktur: Debora Gracia Nauli

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.