Home Tulisan Dinamika Desa Tanjung Selamat: Pergeseran dari Masyarakat Petani menjadi Buruh
Tulisan

Dinamika Desa Tanjung Selamat: Pergeseran dari Masyarakat Petani menjadi Buruh

Share

Penulis: Ade/ Irene/ Yolanda/ Hanna/ Joice 

Suara USU, Medan. Desa Tanjung Selamat di Kecamatan Medan Tuntungan, seperti banyak desa lain di Indonesia, telah mengalami perubahan sosial dan ekonomi yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Desa yang dulunya dikenal dengan ciri khas masyarakat agraris, kini menghadapi tantangan besar akibat berkurangnya lahan pertanian serta banjir yang melanda. Banyak warga yang menjual tanah mereka untuk berbagai keperluan, yang pada gilirannya memaksa mereka beralih profesi dari petani menjadi buruh. Fenomena ini bukan hanya mengubah pola kehidupan masyarakat, tetapi juga memengaruhi stabilitas sosial dan ekonomi desa secara keseluruhan. Sebagai desa yang secara historis bergantung pada sektor agraris, mayoritas penduduk Tanjung Selamat dulunya bekerja sebagai petani. Mereka mengelola lahan pertanian yang produktif, menanam padi, sayur-sayuran, dan berbagai komoditas lain yang mendukung perekonomian lokal.

Pertanian bukan hanya sekadar sumber penghidupan, tetapi juga menjadi pusat kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Hubungan yang erat antara warga, alam, dan tanah menciptakan keseimbangan yang harmonis. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah lahan pertanian di desa ini terus menyusut. Faktor utama yang menyebabkan perubahan ini adalah meningkatnya tekanan untuk menjual tanah demi berbagai kepentingan ekonomi, terutama untuk pembangunan perumahan dan infrastruktur. Sebagian warga memutuskan untuk menjual tanah mereka karena tawaran harga yang tinggi dari para pengembang atau karena tuntutan ekonomi yang mendesak. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan besar ini di Tanjung Selamat:

  1. Urbanisasi dan Pembangunan Perumahan: Dengan letaknya yang berdekatan dengan pusat kota Medan, Desa Tanjung Selamat menjadi sasaran empuk bagi para pengembang properti. Permintaan akan lahan untuk perumahan semakin tinggi seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk di kota besar. Banyak warga yang tergiur oleh harga tanah yang melambung dan memutuskan untuk menjual lahan pertanian mereka kepada pengembang. Akibatnya, lahan yang dulu subur kini beralih fungsi menjadi kawasan pemukiman.
  2. Krisis Ekonomi dan Kebutuhan Finansial: Tekanan ekonomi juga menjadi faktor yang mendorong warga untuk menjual tanah. Kebutuhan mendesak untuk biaya pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan hidup lainnya membuat banyak petani memilih untuk menjual aset tanah mereka, yang sering kali menjadi satu-satunya aset berharga yang mereka miliki.
  3. Kurangnya Generasi Penerus dalam Pertanian: Seiring berjalannya waktu, generasi muda di desa ini semakin enggan untuk melanjutkan pekerjaan di sektor pertanian. Mereka lebih memilih mencari pekerjaan di sektor formal di kota, meninggalkan lahan pertanian yang semakin terbengkalai. Hal ini mempercepat proses perubahan penggunaan lahan dari pertanian menjadi perumahan atau lahan komersial lainnya.

Perubahan ini tidak hanya berdampak pada lahan pertanian, tetapi juga pada struktur sosial dan ekonomi masyarakat Tanjung Selamat. Sebagian besar warga yang kehilangan lahan pertanian akhirnya harus mencari pekerjaan baru. Banyak dari mereka beralih menjadi buruh di berbagai sektor, termasuk konstruksi dan industri. Pergeseran ini menyebabkan ketergantungan yang lebih besar terhadap pekerjaan formal yang berisiko tidak stabil.

Selain itu, perubahan tata guna lahan ini juga menimbulkan ketimpangan sosial. Warga yang dulu hidup dalam lingkungan yang harmonis, di mana hubungan komunitas dan alam terjalin erat, kini menghadapi realitas baru dengan perumahan yang lebih padat dan kurangnya interaksi antarwarga. Secara keseluruhan, perubahan ini dapat dilihat sebagai akibat dari dua kekuatan utama: pertama, tekanan ekonomi yang memaksa warga untuk melepaskan tanah mereka; kedua, urbanisasi dan modernisasi yang mendorong perubahan dalam cara hidup masyarakat.

Artikel ini merupakan bentuk publikasi tugas Mata Kuliah: Dinamika Masyarakat Pedesaan dengan Dosen Pengampu: Dra. Berlianti M.SP

Redaktur: Balqis Aurora

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.