Oleh: Gracia Yosefine Sidabutar/Arfin/ Muhammad Laudza Riadi
Suara USU, Medan. Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan studi lapangan di Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran usaha yang dijalankan oleh ibu rumah tangga dalam pemberdayaan perempuan.
Komunitas UMKM Karya Bunda, yang berlokasi di Jalan Kutilang No. 5, Binjai, telah berdiri sejak tahun 2019. Komunitas ini berhasil mengembangkan berbagai produk lokal yang berkualitas, dan dalam setahun terakhir, komunitas ini mendapatkan dukungan penuh dari Bank BRI. Dukungan ini tidak hanya berupa bantuan pendanaan, tetapi juga dalam bentuk fasilitasi distribusi produk, terutama untuk membantu para pengrajin ulos yang menjadi bagian penting dari komunitas ini.

Komunitas UMKM Karya Bunda didirikan oleh Ibu Ade Fitri, yang memiliki visi untuk memberdayakan para wanita yang memiliki usaha kerajinan kain ulos melalui usaha kreatif. Ibu Ade Fitri juga berperan sebagai penggerak utama di balik setiap inovasi yang dilakukan, sehingga komunitas ini mampu bertahan dan berkembang hingga saat ini. Komunitas ini didirikan bertujuan untuk mengembangkan dan melestarikan budaya kain khas suku karo dengan metode tenun.
Saat ini Komunitas UMKM karya bunda memiliki 25 orang anggota yang semuanya berbisnis Tenunan Ulos. Komunitas UMKM Karya Bunda mempunyai target pasar yaitu para penjual ulos di pasar, jadi bisa dikatakan bahwa Para Ibu rumah tangga adalah tangan pertama dalam pendistribusian Tenunan Ulos.
UMKM Karya Bunda berdampak positif bagi perekonomian melalui pemberdayaan perempuan. Program ini bertujuan untuk melibatkan perempuan dalam pengembangan potensi mereka, meningkatkan keterampilan, dan memperbaiki kesejahteraan keluarga. Pemberdayaan perempuan menjadi strategi penting untuk memperkuat peran mereka dalam aspek ekonomi, sosial, dan budaya. Dengan demikian, UMKM Karya Bunda tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menciptakan lingkungan inklusif di mana perempuan dapat tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.

Komunitas UMKM Karya Bunda memiliki peran yang sangat penting dalam membantu para ibu yang berbisnis tenun ulos, khususnya dalam mempermudah proses distribusi hasil karya mereka kepada para pedagang.
“”Kami nggak perlu repot-repot nyari tempat buat jualan hasil kerajinan, karena Karya Bunda udah bantuin distribusi produk ulos kami. Target pasar kami ke para penjual di daerah Pancur Batu, Kabanjahe dan kota Medan.” Ujar ibu Teresia Tiarman, salah satu anggota komunitas UMKM Karya Bunda.
Komunitas ini juga telah memanfaatkan media sosial, seperti Facebook dan Whatsapp sebagai sarana untuk mempromosikan produk-produk tenunan ulos. Namun, sejauh ini, media sosial belum memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan efektivitas promosi dan penjualan ulos.
Ibu Ade Fitri, selaku pendiri Komunitas UMKM Karya Bunda, sangat berharap agar media sosial bisa menjadi alat yang lebih efektif dalam memasarkan dan mendistribusikan tenunan ulos ke khalayak yang lebih luas. Namun, banyak kendala yang dihadapi dalam hal distribusi.
“Terkandang lancar ya terkadang macet, karena kan kain yang di jual ini hanya untuk etnhis tertentu saja, makanya saya berinovasi ke produk turunannya” jelas ibu Ade Fitri.
Melihat tantangan ini, Ibu Ade terus berinovasi untuk mengatasi kendala pasar yang sempit. Ia menciptakan produk turunan dari ulos, sehingga tidak hanya terbatas pada segmen pasar etnis Karo saja. Produk Turunan yang diciptakan ada banyak, seperti Produk baju. Selain memproduksi pakaian sebagai produk utama, Komunitas UMKM Karya Bunda juga mengembangkan dan memproduksi berbagai produk turunan lain yang memiliki nilai tambah dan keunikan tersendiri. Beberapa produk turunan tersebut meliputi Bouquet Bunga dan Tas dengan beragam desain. Karya Bunda juga memproduksi Jas dan berbagai produk fashion lainnya, termasuk aksesoris yang melengkapi gaya berpakaian.
Sebagai pelaku UMKM, penting untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan zaman, seperti yang dilakukan oleh Komunita UMKM Karya Bunda. Dalam menghadapi tantangan distribusi dan pasar yang terbatas, perlu dicari cara baru untuk memperluas jangkauan produk, melalui pemanfaatan teknologi digital secara lebih optimal.
Media sosial dapat menjadi alat yang sangat kuat jika dikelola dengan strategi yang tepat, termasuk dengan memperhatikan target pasar yang lebih luas, penggunaan konten yang menarik, dan interaksi yang aktif dengan audiens untuk membangun branding produk yang lebih efektif.
Komunitas juga disarankan untuk terus membangun jaringan, baik dengan pedagang lokal maupun mitra distribusi yang lebih luas, agar produk yang dihasilkan dapat lebih mudah diakses oleh konsumen. Dengan semangat inovasi, kegigihan, dan strategi yang tepat, Komunitas UMKM Karya Bunda diharapkan dapat bertahan, tumbuh, dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Artikel ini ditujukan untuk memenuhi mata kuliah Keseteraan Gender dengan Dosen Pengampu Ibu Dr. Hairani Siregar, S.Sos., M.SP., dan Ibu Dra. Berlianti, M.SP.
Redaktur: Khalda Mahirah Panggabean
Leave a comment