Home Kabar Kampus Diven Wakili USU di Ajang Clash of Champions Musim Kedua
Kabar Kampus

Diven Wakili USU di Ajang Clash of Champions Musim Kedua

Share
Sumber: @ruangguru

Reporter: Muhassanah Nasution, Debora Gracia

Suara USU, Medan. Universitas Sumatera Utara (USU) kembali membuktikan eksistensinya di kancah nasional bahkan internasional. Melalui sosok inspiratif Divhenia Putri Allysa, atau yang akrab disapa Diven menjadi satu-satunya peserta yang mewakili USU di ajang kompetisi Ruangguru Clash of Champions (CoC) Season 2.

Diven adalah seorang mahasiswi Program Studi Psikologi dari stambuk 2021 yang aktif mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi di lingkungan kampus, dan pernah menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Utama Fakultas Psikologi USU 2024 serta menyabet posisi Harapan 1 Mapres USU 2024. Kepiawaiannya tak hanya terletak pada aspek akademiknya, tetapi juga pada keberaniannya untuk terus mengeksplorasi diri di luar zona nyaman. Disisi lain, ia juga ingin membuktikan bahwa anak Sumatera khususnya mahasiswa USU layak untuk bersanding dengan kampus-kampus terbaik lainnya di ajang kompetisi CoC ini

Tidak hanya berprestasi di bidang psikologi, Diven juga dikenal memiliki ketertarikan untuk belajar disiplin ilmu lainnya. “Aku juga senang dan suka belajar hal lain selain yang ku dapat di kampus, karena menurutku ilmu itu tidak hanya seputar teori yang kita dapatkan di dunia perkuliahan, tapi banyak banget ilmu lain yang bisa kita explore di luar sana untuk menambah wawasan,” ujar Diven.

Saat dinyatakan lolos, Diven mengaku sangat terkejut, terlebih lagi karena hanya dirinya yang mewakili USU. “Jujur, awalnya nggak nyangka, dan lebih nggak nyangka lagi karena aku satu-satunya dari USU yang lolos. Tapi yang paling aku rasakan itu rasa syukur. Rasanya seperti dapat anugerah karena diberi kepercayaan untuk memperkenalkan USU di ajang sebesar ini,” ungkap Diven.

Lebih dari sekadar kompetisi, keikutsertaan Diven di ajang ini merupakan bentuk tekadnya untuk membuktikan bahwa mahasiswa dari Sumatera, khususnya dari USU, mampu bersaing dengan mahasiswa dari kampus-kampus terbaik lainnya, baik di Indonesia maupun mancanegara. Tak hanya itu, ia juga sangat antusias bisa bertemu, belajar, dan bertukar pikiran dengan peserta lain dari berbagai latar belakang.

Ajang Clash of Champions sendiri merupakan kompetisi intelektual dari Ruangguru yang mempertemukan mahasiswa-mahasiswa brilian dari berbagai universitas bergengsi, tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari luar negerti. Sejak pertama kali digelar, acara ini sukses mendapatkan perhatian dan ramai diperbincangkan masyarakat Indonesia khususnya para mahasiswa. Untuk season kedua ini, peserta dapat mengikuti ajang ini melalui dua jalur, yakni employment website dan talent scouting. Meskipun berbeda jalur, keduanya memiliki tahapan masuk yang sama, mulai dari administrasi, tes kemampuan, wawancara dan berbagai tahap lainnya.

Meski belum dapat membocorkan detail progres kompetisi yang sedang berjalan, Diven menekankan bahwa keberhasilan dalam CoC tidak bergantung pada latar belakang jurusan, melainkan pada kekuatan dan keunikan kemampuan tiap peserta.  “Terlepas dari jurusan apapun, balik lagi ke kemampuan masing-masing. Ada yang lebih unggul di matematika, hafalan, atau logika. Jadi semuanya tergantung kekuatan pribadi,” tuturnya.

Dalam mempersiapkan diri, Diven menyusun strategi matang, mulai dari menonton ulang seluruh episode CoC Season 1 hingga berlatih menjawab soal dengan sistem waktu agar lebih terbiasa menghadapi tekanan. Tak kalah penting, ia juga mempersiapkan mental dengan membangun kepercayaan diri dan mindset positif “Aku coba kerjakan soalnya sendiri dan pakai timer biar otakku lebih terlatih, terutama untuk soal numerik, memori, dan lainnya,” jelasnya.

Baginya, tantangan terbesar justru terletak pada aspek mental. Ketidakpastian mengenai siapa saja pesaing yang akan dihadapi serta tingkat kesulitan soal yang mungkin muncul menciptakan tekanan tersendiri yang harus dihadapi dengan kesiapan mental yang matang. Ia menyadari bahwa mengatur pola pikir yang positif dan menjaga kepercayaan diri merupakan kunci untuk tetap fokus dalam kompetisi.

Selain tekanan mental, ia juga harus pandai membagi waktu antara persiapan untuk CoC dan berbagai aktivitas lainnya. Di tengah kesibukannya mempersiapkan kompetisi, Diven juga masih menghadapi tantangan akademik lainnya, yaitu menyelesaikan skripsi. Ia mengaku bahwa manajemen waktu adalah kunci agar semua tanggung jawabnya dapat dijalankan dengan seimbang.

Keberhasilan Diven dalam menembus ajang Clash of Champions mendapatkan dukungan luas, tidak hanya dari USU, tetapi juga dari mahasiswa serta masyarakat Sumatera. Meski pada season kedua ini memiliki banyak peserta hebat dari berbagai universitas di Indonesia maupun dunia, ia diharapkan dapat memberikan yang terbaik dan menjadikan ajang ini sebagai batu loncatan untuk menggapai cita-citanya.

Redaktur: Axfeba Saragih

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.