
Oleh: Katrin Alina
Suara USU, Medan. Di balik hiruk-pikuk dunia perkuliahan, tidak sedikit mahasiswa yang diam-diam mengukir prestasi membanggakan. Salah satunya adalah Ronny, mahasiswa stambuk 2022 dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), yang aktif mengikuti berbagai kompetisi ilmiah nasional. Meski tak selalu dikenal secara luas di kampusnya, semangat dan konsistensinya dalam berproses menjadikannya sosok inspiratif di balik layar.
Selama lebih dari dua tahun menempuh studi di FKM, Ronny telah meraih hampir 20 prestasi akademik di tingkat universitas hingga nasional. Salah satu prestasinya yakni Juara 1 LKTI Olimpiade Nasional Teknologi Laboratorium Medis 4 (ONTEL 4) dengan tema Innovation and Contribution of The Golden Generation to Public Health. Tak hanya itu, ia juga dua kali berturut-turut menerima Beasiswa Prestasi USU pada tahun 2024 dan 2025, sebagai pengakuan atas konsistensinya dalam prestasi dan pengembangan diri.
Berikut adalah rangkaian pencapaian Ronny dari bulan April 2024 sampai dengan bulan Mei 2025:
- Juara 2 KTI Nasional Kompetisi Inovasi Sains Nasional di Universitas Nusa Cendana Tahun 2024
- Finalis KTI Nasional RXPO Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Tahun 2024
- Mahasiswa Berprestasi Award Universitas Sumatera Utara Tahun 2024
- Peserta KTI Nasional Indonesia’s Innovative Research Competition Himpunan Mahasiswa Kimia Institut Teknologi Bandung Tahun 2025
- Peserta KTI Nasional Aerospace Universitas Diponegoro Tahun 2025
- Peserta Lomba Esai Smart and Safety Competition (SASECOM) Universitas Diponegoro Tahun 2025
- Juara Harapan I KTI Nasional Kompetisi Sains Biologi Universitas Mulawarman Tahun 2025
- Finalis KTI Nasional Gebyar Festival Pendidikan Universitas Tanjung Pura Tahun 2025
- Top 50 Semifinalis National Essay Competition IYREF 2025×SRE Institut Teknologi Bandung
- Finalis Karya Tulis Ilmiah Nasional Pharmaland Universitas Negeri Islam Malang Tahun 2025
- Juara 3 KTI Nasional Sociotopia 1.0 Universitas Negeri Padang Tahun 2025
- Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Olimpiade Nasional Teknologi Laboratorium Medis Universitas Soebandi Jember Tahun 2025
- Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Aksara (Ajang Karya Ilmiah Nusantara) Universitas Muhammadiyah Malang Tahun 2025
- Juara 2 Karya Tulis Ilmiah Nasional Analisis Cup 6.0 Universitas Nadhlatul Ulama Surabaya Tahun 2025
- Juara 2 Karya Tulis Ilmiah Nasional Matematika Fair Prodi Matematika Universitas Negeri Medan Tahun 2025
- Semifinalis Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Semar FILM (Festival Ilmiah Mahasiswa) Universitas Sebelas Maret Tahun 2025
- Finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional IDEA #8 Universitas Negeri Jakarta Tahun 2025
- Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Fastweek XI Universitas Andalas Tahun 2025
Di balik pencapaiannya, Ronny mengaku memiliki filosofi hidup yang menjadi sumber semangatnya, yakni pepatah “psyche nikai” yang berarti “semangat yang menang.” Baginya, semangat untuk berkembang dan belajar jauh lebih penting daripada sekadar mengejar pengakuan dan meraih piala. Ia percaya bahwa ketika seseorang bekerja dengan sepenuh hati dan fokus pada proses, kemenangan akan mengikuti.
Pencapaian Ronny tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama dalam mengikuti lomba karya tulis ilmiah dan esai yang ia tekuni secara konsisten. Ia pernah mengerjakan hingga delapan sampai sembilan lomba dalam sebulan, yang menuntut koordinasi tim yang solid, penyelarasan ide, manajemen waktu yang ketat, serta konsistensi tinggi. Salah satu kesulitannya adalah menemukan partner yang sejalan, terutama di lingkungan kampus sendiri.
Baginya, kerja tim yang efektif lahir dari kesediaan untuk menurunkan ego, menyatukan visi, dan menempatkan pencapaian bersama di atas kontribusi individu. Ia pun belajar memilah prioritas kegiatan agar tenaga dan fokus yang tercurah seimbang dengan hasil yang ingin dicapai. Dalam memilih rekan lomba, Ronny menekankan pentingnya kecocokan visi, komitmen, dan kompetensi, bukan sekadar penampilan atau popularitas, sebab menurutnya, tidak semua orang bisa diajak berkompetisi.
Salah satu prinsip yang dipegang Ronny adalah pentingnya menjemput bola—tidak menunggu kepastian, tetapi proaktif mencari dan menciptakan peluang. Baginya, kemajuan hanya bisa dicapai jika kita terus bergerak dan berproses, bukan diam menunggu. Ia juga percaya bahwa kita tidak boleh membiarkan komentar negatif orang lain merusak apa yang telah kita bangun. Fokus pada tujuan adalah kunci. Ketika ada yang meremehkan atau tidak percaya, lebih baik tetap tenang dan membiarkan hasil kerja keras menjadi bukti. Bukan untuk pamer, tetapi sebagai wujud nyata dari dedikasi dan usaha maksimal yang telah diberikan. Ronny pun mengutip satu kalimat favoritnya dari Timothy Ronald: “Jika kita memulai dari nol dan akhirnya sukses, kita boleh berkoar-koar, karena hasil yang telah kita capai berasal dari nol—bukan dari orang lain.”
Dari sejumlah prestasi yang telah ia ukir, Ronny berharap semakin banyak mahasiswa USU yang berani bersaing dalam kompetisi nasional yang kerap didominasi universitas-universitas besar seperti UI, UGM, ITB, IPB, ITS, UNAIR, dan UNDIP. Ia menilai bahwa melalui kompetisi, mahasiswa dapat mengukur kapasitas diri, memahami standar keberhasilan di dunia profesional, dan mulai merancang masa depan dengan lebih terarah, entah itu melanjutkan studi ke jenjang S2 di luar negeri, bekerja di perusahaan ternama, maupun berkontribusi lebih luas di masyarakat.
Saat ini, Ronny tengah mempersiapkan dirinya untuk kembali berlaga di tingkat nasional melalui berbagai kompetisi ilmiah yang akan datang. Beberapa di antaranya adalah Lomba Essay Nasional Nutrision di Universitas Indonesia serta Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) DSC di Universitas Diponegoro. Ia terus mempertahankan semangatnya dalam mengembangkan gagasan, memperdalam riset, dan mengasah kemampuan akademik yang dimilikinya.
Dengan konsistensi, kerendahan hati, dan kerja keras yang terus ia pupuk, Ronny menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan datang dari sikap yang berani, inisiatif, dan proaktif. Yang menolak untuk duduk diam menunggu peluang datang. Ronny adalah inspirasi dan teladan tentang bagaimana mimpi diraih lewat ketekunan bukan keajaiban.
Redaktur: Axfeba Saragih
Leave a comment