Home Opini Perang Iran dan Israel Munculkan Dampak bagi Indonesia
Opini

Perang Iran dan Israel Munculkan Dampak bagi Indonesia

Share
Sumber: Media Indonesia

Oleh: Angelica Maria

Ketegangan terjadi antara Israel dan Iran secara langsung dan terjadi pada tanggal 13 Juni 2025. Perang yang terjadi antara Israel dan Iran sudah terjadi selama 12 hari. Selama konflik itu berlangsung di Timur Tengah, ada sedikitnya 610 warga Iran menjadi korban dari serangan Israel. Sebaliknya, ada 28 orang di Israel tewas dalam serangan balasan Israel seperti yang tertulis pada CNBC Indonesia. Di sisi lain, lebih dari 200 jet tempur Israel diklaim menghantam lebih dari 100 fasilitas nuklir dan militer serta permukiman di seluruh Iran yang dikutip oleh media Al Jazeera. Balasan demi balasan telah dilakukan oleh Iran terhadap Israel dan sebaliknya dengan mengirim ratusan rudal balistik. Israel dan Iran saling bertukar dalam menyebabkan banyaknya korban tewas di kedua pihak hingga tentu saja akan menimbulkan kerugian. Ketegangan tersebut menarik banyak perhatian dari dunia internasional terhadap konflik yang terjadi.

Sumber: Media BBC News Indonesia

Dalam situasi yang genting tersebut, Amerika Serikat justru malah ikut campur. Gencatan senjata dilontarkan oleh Presiden Donald Trump pada tanggal 24 Juni. Akibat dari ucapan tersebut, Iran menembakkan rudal ke pangkalan udara terbesar Amerika Serikat yang berada di Timur Tengah, lebih tepatnya di Qatar. Khatibzadeh menegaskan bahwa konflik Irak dan Israel bukanlah perangnya Amerika walaupun telah memasuki satu pekan. Kepada media BBC, menurut Khatibzadeh, jika Presiden Amerika Serikat yaitu Donald Trump turut ikut campur maka akan dicap sebagai “presiden yang ikut campur dalam perang yang bukan urusannya”. Keterlibatan yang tidak seharusnya Amerika Serikat terhadap pertikaian Iran dan Israel akan berpotensi untuk mengubah konflik ini menjadi kekacauan konflik tak terhindarkan sehingga berakhir kepada kekejaman brutal.

Mengenai konflik yang telah terjadi, pemerintah Indonesia bersama 23 negaranya telah mengeluarkan pernyataan bersama pada tanggal 17 Juni 2025. Puluhan negara tersebut mengancam tindakan Israel yang menyerang Iran. Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa sikap pemerintahan yang menyayangkan serangan dilakukan oleh Israel terhadap Iran. Menurut Sugiono, serangan Israel terhadap Iran membawa implikasi yang besar dan tentu saja berpengaruh begitu kuat. “Kami prihatin, kami mengutuk ini sampai terjadi,” ucap Sugiono saat ditemui wartawan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta pada Jumat, 13 Juni 2025. Apabila semua pihak tidak bisa menahan diri maka akan memperburuk keadaan serta menimbulkan dampak yang begitu besar. Indonesia bersama 23 negara lainnya menyarankan berbagai jalur negosiasi sebagai satu-satunya cara untuk mendamaikan kedua negara tersebut. Konflik yang terjadi antara Israel–Palestina tentu saja membawa dampak bagi Indonesia. Konflik yang terjadi juga mengancam stabilitas ekonomi Indonesia.

Jika perang terus berlanjut dan konflik semakin memanas, maka lonjakan harga minyak serta ketidakpastian pasar keuangan menjadi ancaman begitu besar bagi negara berkembang termasuk Indonesia. Jika tidak ada upaya untuk perdamaian antara dua negara tersebut, dampak yang bisa dirasakan adalah inflasi domestik serta pelemahan nilai tukar rupiah dan hal tersebut tentu saja menekan kebijakan fiskal dan moneter. Universitas Diponegoro Semarang, Wahyu Widodo menjelaskan bahwa dampak ekonomi dari konflik Iran dan Israel sangat bergantung kepada sejauh mana eskalasi perang tersebut berlangsung. Harga minyak, inflasi, rantai pasok (supply chain), dan arus investasi menjadi parameter utama dalam mengukur seberapa besar dampak yang terjadi, dikutip dari media Kompas. “Artinya nilai tukar mata uang, indeks saham, dan instrumen investasi lainnya akan mengalami naik turun yang tajam dan tidak stabil,” ucapnya kepada Media Kompas. Di sisi lain, harga minyak dunia terus akan diprediksi naik karena negara yang terlibat langsung maupun tidak langsung merupakan produsen minyak utama dunia.

Selain harga minyak yang naik, nilai tukar rupiah juga akan diprediksi melemah dan turun 95,5 poin (16.492) per dolar AS. Bank Indonesia (BI) terus melakukan upaya dengan intervensi di pasar valuta asing untuk menahan pelemahan lebih lanjut walaupun langkah ini tentu saja akan menguras cadangan devisa. Kondisi ini tentu saja akan memberikan dampak yang begitu nyata bagi perekonomian nasional. Pelemahan rupiah akan menyebabkan harga barang impor naik, dari bahan baku industri hingga produk konsumsi. Dalam kondisi yang menegangkan antara Iran dan Israel, investor cenderung menarik investasi dari negara berkembang dan memindahkannya ke tempat yang dianggap lebih aman.

Di sisi lain, Indonesia juga akan terdampak akibat dari ketergantungan pada impor untuk bahan baku industri seperti petrokimia, pupuk, logam, dan elektronik akibat dari biaya pengapalan meningkat atau jalur pasokan terlambat. Apabila impor untuk bahan baku industri terganggu, akan menghambat sektor industri dalam memproduksi akibat bahan baku yang mengalami masalah pengiriman. Walaupun Indonesia saja mengimpor dari negara non–Timur Tengah, tapi itu saja akan meningkatkan ketergantungan terhadap negara lain.

Dampak yang akan dirasakan Indonesia membuat pemerintahan wajib menyiapkan skenario dalam mengantisipasi krisis yang terjadi akibat perang antara Iran dan Israel. “Pemerintahan harus segera menyiapkan skenario krisis yang komprehensif. Ini bukan hanya tentang respons reaktif, tetapi juga langkah-langkah preventif untuk meminimalisasi dampak negatif,” ujar Idrus. Pemerintah Indonesia juga harus menunda program yang memakan anggaran besar untuk mengantisipasi dampak dari konflik tersebut. Pemerintahan juga harus melakukan kolaborasi dengan Bank Indonesia untuk menciptakan skema burden sharing guna meredam dampak ekonomi secara jangka pendek. Posisi Indonesia juga tetap berdasarkan pada prinsip nonblok, Indonesia tetap menginginkan adanya perdamaian sebagai jalan utama dalam membangun hubungan daripada perang yang membawa korban antara dua negara yang terlibat.

Redaktur: Alicia Reylina

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.