
Reporter: Iqbal Sholihin Matondang
Suara USU, Medan. Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara, drg. Kholidina Imanda Harahap, M.D.Sc., meraih Platinum Award pada ajang Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2025 dengan karya berjudul Pemanfaatan Limbah Wadah Makanan Plastik PP dan Cangkang Kerang Darah (Andara granosa) untuk Pembuatan Produk Edukatif Model Gigi.
Penghargaan ini diberikan oleh PT Sucofindo bersama ID Survey dan Danantara Indonesia. Dari 690 karya yang masuk, hanya 190 yang terpilih, dan inovasi tersebut menjadi satu-satunya dari universitas yang berhasil meraih penghargaan.
Produk model gigi berbahan limbah itu telah melalui uji coba pada lima kategori: kekerasan, kekuatan tekan, kemampuan biodegradasi, uji preparasi, dan warna. Bahan plastik PP diperoleh dari pengepul, rumah tangga, dan perorangan, sedangkan cangkang kerang darah dikumpulkan dari pedagang kerang rebus dan sate kerang.
Inovasi ini berawal dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun lalu. Uji coba dilakukan dengan berbagai jenis limbah plastik, dan ditemukan bahwa PP tidak hangus ketika dipanaskan. Kombinasi dengan limbah cangkang kerang menghasilkan material yang mirip dengan gigi asli.
Pada tahap pengembangan, Kholidina mengakui masih ada kendala. Produk belum dikenal luas di pasaran, dan kerja sama dengan pihak ketiga masih dibutuhkan untuk keberlanjutan produksi. “Butuh banget pihak ketiga untuk menjalankan proyek ini supaya tidak berhenti di tengah jalan,” ujarnya.
Kholidina menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. Ia menilai ajang ini menjadi bukti bahwa riset akademisi juga bisa berkontribusi pada bidang lingkungan. “Alhamdulillah kita menjadi salah satunya, dari ratusan karya yang masuk, ini cukup membanggakan,” katanya.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengurangi sampah plastik sekaligus memanfaatkan limbah cangkang kerang. Produk ini juga bernilai edukatif, ekonomis, dan bermanfaat bagi mahasiswa kedokteran gigi maupun sebagai media edukasi kesehatan gigi di sekolah dan masyarakat.
Sebagai penutup, Kholidina berpesan agar mahasiswa dan dosen USU terus menghasilkan riset yang berdampak nyata bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa meskipun ilmu kedokteran gigi terasa sempit, selalu ada peluang untuk berkolaborasi dengan bidang lain.
Redaktur: Merry Agnus Dei Gultom
Leave a comment