Reporter: Suci Lestari Br Ginting
Suara USU, Medan. Tim The Impactors dari Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil meraih Silver Award pada ajang Program Mahasiswa Berdampak 2026 yang berlangsung di Yogyakarta pada 27–28 Juni 2026. Melalui inovasi bertajuk JelantahCare, tim juga meraih penghargaan Outstanding Team, Best Social Impact, Favourite Poster, dan Best Booth Decoration.
Program Mahasiswa Berdampak 2026 diselenggarakan oleh Cakap Riset bekerja sama dengan Universitas PGRI Yogyakarta. Ajang yang merupakan bagian dari Sustainable Innovation National Essay Competition (SINEC) tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mempresentasikan ide dan inovasi yang memberikan dampak bagi masyarakat
Tim The Impactors beranggotakan Nevelin A.F. Sitorus, Nafisah Artanti, dan Muthia Khairunnisa Andina Putri. Melalui JelantahCare, mereka menawarkan solusi terhadap persoalan pengelolaan minyak jelantah yang masih kerap dibuang sembarangan dan berpotensi mencemari lingkungan.
Salah satu anggota tim, Nafisah Artanti, menjelaskan bahwa JelantahCare dirancang sebagai ekosistem digital yang menghubungkan masyarakat, pelaku usaha, pengolah limbah, hingga pemerintah dalam pengelolaan minyak jelantah. Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui penerapan konsep ekonomi sirkular.
“Kami ingin minyak jelantah tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bernilai. Pendekatan yang menggabungkan teknologi, edukasi, dan ekonomi sirkular menjadi nilai lebih dari inovasi kami,” ujar Nafisah.
Dalam proses penyusunannya, tim terlebih dahulu mengidentifikasi persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, kemudian melakukan riset untuk memastikan solusi yang ditawarkan relevan dan memiliki dasar yang kuat. Setiap anggota membagi tugas sesuai kompetensinya, mulai dari penyusunan konsep dan penelitian, pembuatan desain poster serta booth, hingga persiapan presentasi.
Dalam mengembangkan inovasi tersebut, tim menghadapi berbagai tantangan, mulai dari mengubah permasalahan lingkungan yang kompleks menjadi solusi yang realistis hingga memastikan setiap anggota memahami keseluruhan konsep inovasi agar mampu menjawab pertanyaan dewan juri secara komprehensif.
“Tantangan terbesar kami adalah mengubah permasalahan lingkungan yang cukup kompleks menjadi solusi yang realistis dan mudah dipahami. Kami mengatasinya dengan banyak berdiskusi, melakukan riset dari berbagai sumber, dan terus menyempurnakan konsep berdasarkan masukan yang kami terima. Menjelang presentasi, kami juga rutin berlatih, saling memberikan evaluasi, serta membagi peran sesuai kemampuan masing-masing. Menurut kami, komunikasi yang baik, kerja sama tim, dan persiapan yang matang menjadi kunci hingga kami berhasil meraih penghargaan tersebut,” ungkap Nafisah.
Bagi The Impactors, capaian ini menjadi bukti bahwa gagasan yang lahir dari permasalahan sederhana dapat memberikan dampak apabila dikembangkan secara serius. Prestasi tersebut juga menunjukkan bahwa mahasiswa Ekonomi Pembangunan tidak hanya mampu menganalisis persoalan ekonomi, tetapi juga menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Tim berharap JelantahCare tidak berhenti sebagai karya kompetisi. Mereka berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi tersebut melalui uji coba bersama berbagai mitra agar dapat diimplementasikan secara nyata. Dengan demikian, JelantahCare diharapkan mampu berkontribusi terhadap pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan pembangunan di Indonesia.
Redaktur: Erni Yuli Simatupang
Leave a comment