
Reporter: Syafira Sari, Donna Uli Sri Utami
Suara USU, Medan. Kegiatan Kabaret Kids Yoga Bersatu Melawan Bullying diselenggarakan oleh MBIT (Mindfulness-Based Interventions & Therapy) pada Minggu, 26 Oktober 2025, pukul 10.32 WIB di Mini Atrium Skylight, Lantai 3A Center Point Mall Medan. Acara dibuka oleh Trias Priliyanti atau yang akrab disapa Miss Yanti selaku pemandu acara.
Kegiatan ini diikuti anak-anak sekolah dasar beserta orang tua dari berbagai sekolah, seperti SD Besitang, SD Panca Budi, dan SD Negeri Lubuk Pakam.
Direktur Utama MBIT, Made Teddy Artiana, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan tersebut sebagai langkah pencegahan tindakan perundungan sejak dini. Ia menegaskan bahwa bullying bukanlah bentuk candaan, melainkan tindakan yang dapat menimbulkan luka psikologis bagi korbannya.
“Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak memahami bahwa bullying bukan hal sepele. Jika ada kasus di lingkungan sekolah, kami siap memberikan terapi dan penanganan bagi korban,” ujar Made Teddy.
Acara yang digelar secara sukarela ini juga didukung oleh berbagai sponsor, termasuk Brother Marching Band yang membuka kegiatan dengan penampilan meriah.
Pertunjukan kabaret diawali dengan tarian dan drama. Mini drama tersebut menampilkan anak-anak berkostum hewan yang menggambarkan kasus bullying antara kumbang dan semut, serta peran orang tua hewan yang berdebat sebagai cerminan konflik di kehidupan nyata.
Kegiatan ditutup dengan yoga dan senam pendinginan bersama yang dipandu Miss Yanti, diakhiri dengan seruan “Bersatu Melawan Bullying”.
Made Teddy menyebutkan bahwa Kabaret Kids Yoga merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kesadaran terhadap dampak serius bullying sejak dini. Ia menilai masih banyak kasus perundungan yang diabaikan dan dianggap remeh oleh masyarakat.
“Bullying bisa menghancurkan mental anak hingga menimbulkan keinginan untuk bunuh diri. Melalui kabaret ini, kami ingin mengajak anak-anak, remaja, hingga orang tua untuk memahami pentingnya menolak bullying serta memberikan terapi penyembuhan bagi korban,” jelasnya.
Koordinator Utama MBIT, Trias Priliyanti, menjelaskan bahwa kegiatan ini awalnya merupakan program Yoga Kids biasa. Atas arahan Direktur Utama MBIT, program tersebut kemudian dikembangkan menjadi kabaret edukatif agar tidak hanya berfokus pada gerakan fisik, tetapi juga mendukung kesehatan mental anak.
“Agak sulit menjelaskan kepada orang tua bahwa pencegahan bullying harus dimulai dari rumah, seperti mengajarkan anak untuk jujur, tidak melukai orang lain, dan tidak berkata kasar. Tantangan juga datang dari masyarakat yang masih menganggap bullying hal sepele,” ujar Trias.
Guru SD Brigjen Katamso, Miss Silvia, menilai kegiatan ini bermanfaat dalam membentuk karakter anak-anak agar lebih peka terhadap tindakan perundungan.
“Kegiatan ini menyenangkan sekaligus mendidik. Anak-anak bisa belajar dari contoh nyata di atas panggung tentang sikap yang baik dan yang harus dihindari,” ungkapnya.
Sekretaris Lions Club, Herna, turut menyampaikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi Lions Club dalam mendukung kesehatan mental serta perlindungan terhadap korban bullying. Lions Club juga memberikan apresiasi kepada peserta berupa makanan ringan dan hadiah menarik.
Redaktur: Merry Agnus Dei Gultom
Leave a comment