Home Kabar Kampus Kafilah LPTQ USU Borong Empat Piala di MTQMN XVIII Banjarmasin
Kabar Kampus

Kafilah LPTQ USU Borong Empat Piala di MTQMN XVIII Banjarmasin

Share
Sumber: LPTQ

Oleh: Rifatul Suaidah

Suara USU, Medan. Universitas Sumatera Utara (USU) menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) ke-XVIII yang diselenggarakan di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, pada 6–9 Oktober 2025. Kafilah USU berhasil membawa pulang empat piala dari berbagai cabang lomba, membuktikan keunggulan mahasiswa USU dalam bidang keagamaan.

Prestasi gemilang tersebut diraih oleh Wildan Novaili (Juara 1 Kategori Tilawatil Qur’an Putra), Kiki Mayriyadhil Jannah (Juara 1 Kategori Hifzil Qur’an 10 Juz Putri), Alya Assyifa Irfani Sani (Juara 2 Kategori Tartil Qur’an Putri), dan Khairun Hafiyya (Juara 3 Kategori Qira’ah Sab’ah Putri). Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen USU dalam mensyiarkan Al-Qur’an di kalangan mahasiswa.

Muhammad Sazali, Ketua Umum LPTQ USU, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tersebut. “Tentu saya merasa senang bercampur bangga atas keberhasilan kafilah USU dalam meraih prestasi di MTQMN. Walaupun saya tidak ikut membersamai para peserta, saya dan semua pengurus UKM LPTQ turut mendukung serta memberikan doa terbaik untuk teman-teman yang bertanding,” ujarnya

Sebagai UKM yang berfokus pada prestasi di bidang MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) dan FSQ (Festival Seni dan Qasidah), LPTQ USU menerapkan beberapa strategi untuk menjaga motivasi dan chemistry tim di tengah kesibukan akademik. “Yang pertama adalah saling menjaga komunikasi agar terhindar dari munculnya miskomunikasi. Yang kedua adalah pembagian waktu latihan yang tertata sehingga tidak mengganggu kegiatan akademik sama sekali. Yang paling penting adalah memunculkan rasa kekeluargaan yang besar agar timbul rasa saling menjaga satu sama lain,” jelas Sazali.

Sazali berharap kepengurusan selanjutnya dapat memberikan ruang yang luas dan bebas kepada seluruh anggota LPTQ untuk menggali lebih dalam kemampuan yang mereka miliki, namun tetap fokus pada satu tujuan utama, yaitu mensyiarkan Al-Qur’an di kalangan mahasiswa hingga masyarakat luas.

“Pesan saya untuk para mahasiswa USU, terkhusus mahasiswa Muslim USU, agar aktif berkegiatan di wadah-wadah yang telah tersedia seperti UKM, LDK, dan LDF. Karena bukan hanya ilmu yang didapat, melainkan prestasi juga sangat mungkin untuk diraih. Jangan malu karena tidak bisa, tapi malulah karena tidak mau mencoba,” pesan Sazali.

Sementara itu, Wildan Novaili, mahasiswa Teknik Kimia USU yang meraih juara pertama Tilawah Qur’an Putra, mengaku tidak menyangka bisa meraih posisi tertinggi mengingat peserta lain juga sangat baik. “Ada rasa syukur yang besar karena dianugerahi posisi pertama sehingga dapat menyumbang poin besar untuk USU. Padahal saat berangkat dari Medan ke Banjarmasin, saya dalam posisi demam. Subhanallah, satu hari sebelum tampil, demam saya sembuh. Saya merasa dalam setiap langkah, Allah memberi kemudahan dalam menggapai kejuaraan tersebut,” ungkapnya penuh haru.

Persiapan menuju kompetisi nasional ini tidaklah mudah. USU mempersiapkan para pesertanya melalui program training center di Gedung Student Center USU selama satu bulan penuh. Khusus untuk cabang tilawah, latihan dilaksanakan sebanyak empat kali dalam sebulan dengan menghadirkan pelatih yang berpengalaman dan kompeten.

“Hal berat dalam proses latihan adalah menjaga kondisi menjelang hari penampilan di tengah perubahan cuaca yang memicu sakit demam, batuk, dan pilek. Terutama kami yang berkompetisi di cabang tilawah, penggunaan suara saat tampil pastinya sangat terganggu jika kondisi kesehatan tidak baik,” jelas Wildan.

Menurut Wildan, beberapa faktor kunci yang mendukung keberhasilan tim adalah doa dari orang tua, para guru, dan kawan-kawan, serta konsistensi dalam berlatih. “Doa dan harapan tentu tidak dapat dipungkiri. Konsisten dalam berlatih mendorong harapan dapat tercapai,” tuturnya.

Prestasi ini menegaskan bahwa mahasiswa USU tidak hanya unggul di bidang akademis, tetapi juga mampu bersaing dan meraih prestasi gemilang di bidang keagamaan, sekaligus memberi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai dan mempelajari Al-Qur’an.

Redaktur: Jesika Yusnita Laoly

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.