Reporter: Naisya Husna Hatizahtul Salwa Anshari dan Nejla Assyifa Munthe
Kedatangan sejumlah aliansi mahasiswa dan elemen masyarakat yang membawa sebuah keranda mayat sebagai simbol protes turut mewarnai aksi demonstrasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara pada Senin (15/6). Massa aksi tersebut berasal dari berbagai kelompok, di antaranya Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Bersatu Sumatera Utara (AMARA Sumut), Satuan Pelajar Mahasiswa Dewan Pimpinan Daerah Pemuda Batak Bersatu Sumatera Utara (SAPMA DPD PBB Sumut), Majelis Akademik Mahasiswa Anti Ketidakadilan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (MAMAK UMSU), Aliansi Mahasiswa Pemuda Pesisir (AMPP) Labuhan Batu, komunitas ojek online, serta kelompok buruh.
Ketua AMARA Sumut, Muhammad Farhan Muhaimin, menyebut simbol keranda mayat yang dibawa sebagai bentuk protes atas matinya keadilan di bawah pemerintahan saat ini. Ia menegaskan bahwa simbol keranda bukan sekadar provokasi, melainkan harapan agar pemerintah kembali menjalankan tugasnya dengan benar.
“Kita menganalogikan sesuatu itu terhadap peti mati atau bisa dibilang keranda mayat. Karena bagaimana yang kita lihat sekarang, banyak hukum, program-program, dan kesiapan pemerintah yang sekarang sudah mati. Mati dalam artian mereka tidak bisa menjalankan sebagaimana mestinya, sesuai dengan teori-teori yang sudah dipelajari oleh mereka,” ujarnya.
Puluhan massa yang tergabung dalam berbagai aliansi mahasiswa dan elemen masyarakat tiba di Gedung DPRD Sumatera Utara pada pukul 15.20 WIB. Mereka kemudian bergabung dengan aksi yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sumatera Utara (USU) di lokasi tersebut.
Massa aksi membawa 11 tuntutan yang mencakup berbagai isu nasional, seperti mendesak pemerintah untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), mengendalikan harga kebutuhan pokok, mengusut tuntas kasus dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta menuntut pencopotan Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Sebelum tiba di depan Gedung DPRD Sumut, massa telah memulai aksi sejak pukul 09.00 WIB dengan melakukan long march melalui sejumlah titik strategis di Kota Medan, di antaranya Simpang Pelangi, Simpang Asko Juanda, Simpang Waspada, kawasan Bank Indonesia, Simpang Podomoro, hingga Bundaran SIB.
Dari aksi simbolik ini, Farhan berharap pemerintah segera mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat. “Harapan kami, masyarakat Sumatera Utara dan masyarakat Indonesia pada umumnya dapat menjadi masyarakat yang adil dan makmur, sesuai sila kelima Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.
Redaktur: Muhassanah Nasution
Leave a comment