Reporter: Tania Renata Panjaitan dan Abdullah Umar Al Faruk
Suara USU, Medan. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara, Erni Ariyanti Sitorus, menemui massa aksi pada pukul 15.30 WIB, Senin (15/6). Dalam forum diskusi tersebut, Erni menerima sembilan tuntutan yang disampaikan mahasiswa serta berkomitmen mengawal dan menyampaikannya kepada pemerintah pusat. Tak hanya Ketua DPRD, sejumlah anggota dewan dan perwakilan komisi turut hadir dalam diskusi bersama massa aksi.
Sebelum forum dimulai, Erni menyampaikan pengantar diskusi kepada mahasiswa. Kesempatan kemudian diberikan kepada Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sumatera Utara (USU), Angga Al Maaris Harahap, untuk menjelaskan tujuan aksi yang dilakukan. Angga menyampaikan kekecewaannya terhadap DPRD yang dinilai belum menyuarakan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, mahasiswa hadir membawa sembilan tuntutan yang disebut mewakili keresahan publik.
“Kami kecewa karena DPRD tidak menyuarakan keluhan rakyat sama sekali. Untuk itu, kami, para mahasiswa, datang untuk mewakili aspirasi masyarakat. Di sini kami hadir dengan sembilan tuntutan yang mewakili keresahan masyarakat,” katanya.
Ia berharap DPRD dapat meneruskan tuntutan tersebut kepada pemerintah pusat.
“Kami berharap tuntutan yang kami sampaikan kepada Ibu dapat disuarakan kepada pemerintah pusat,” ujarnya.
Selain menjelaskan latar belakang aksi, Angga juga memaparkan sembilan tuntutan yang menjadi dasar pelaksanaan demonstrasi. Menanggapi hal tersebut, Erni menyatakan menerima seluruh tuntutan yang disampaikan mahasiswa dan berkomitmen mengawal tindak lanjutnya.
“Saya, Ketua DPRD Sumatera Utara, menerima aspirasi, mengawal, dan menyampaikan semua yang berkaitan dengan aspirasi adik-adik mahasiswa kepada pemerintah pusat,” katanya.
Forum diskusi kemudian berlanjut dengan sesi tanya jawab. Salah satu isu yang disorot mahasiswa berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seorang mahasiswa menyinggung dugaan praktik jual beli dapur pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumatera Utara serta mempertanyakan sikap DPRD terhadap persoalan tersebut.
Menanggapi hal itu, Erni mengatakan DPRD akan melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan pihak berwenang, termasuk kepolisian dan kejaksaan, untuk mengusut dugaan tersebut.
“Saya akan merekomendasikan secara tertulis dengan surat yang sah dari DPRD,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Erni juga menyinggung rencana pengiriman surat elektronik yang berisi tuntutan mahasiswa kepada pemerintah pusat.
Mahasiswa turut mempertanyakan peran DPRD sebagai wakil rakyat di tengah berbagai persoalan yang belakangan dihadapi masyarakat, seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan melemahnya nilai tukar rupiah. Mereka menilai DPRD semestinya lebih aktif menyampaikan keresahan masyarakat kepada pemerintah pusat tanpa harus menunggu aksi demonstrasi terlebih dahulu.
“Apa ada jaminan dari Ibu kalau email yang akan Ibu kirimkan akan ditanggapi oleh pemerintah pusat?” tanya salah seorang mahasiswa.
Menjawab pertanyaan tersebut, Erni menegaskan bahwa tugas DPRD adalah mengawal dan menyampaikan aspirasi masyarakat, sementara keputusan untuk menerima dan menindaklanjutinya berada di tangan pemerintah pusat.
“Tugas kami mengawal dan menyampaikan aspirasi dari mahasiswa. Untuk tugas menerima dan menindaklanjuti itu tugas pemerintah pusat,” ujarnya.
Di akhir forum diskusi, Erni menandatangani sembilan tuntutan mahasiswa dan membuat pernyataan sikap yang menyatakan penerimaan terhadap seluruh aspirasi yang disampaikan massa aksi.
Usai forum dibubarkan, Muhammad Fatir, peserta aksi dari Program Studi Teknik Elektro USU, mengaku belum sepenuhnya puas terhadap hasil aksi tersebut. Menurutnya, keterlambatan Ketua DPRD dalam menemui massa aksi menjadi salah satu catatan penting.
“Saya tidak cukup puas karena terlalu telat. Kita sudah konflik sedikit dengan polisi, baru mereka datang beberapa jam setelahnya. Kita bisa jumpa dengan Ketua DPRD secara langsung walaupun agak lama. Jadi, mungkin saya cukup apresiasi karena beliau berkomitmen untuk menyampaikan aspirasi kita ke pusat. Namun, saya belum percaya seratus persen. Saya akan benar-benar percaya jika memang ada perubahan,” tegasnya.
Redaktur: Siti Farhatun Nafis Azhari
Leave a comment