Reporter: Nejla Assyifa Munthe dan Naisya Husna Hatizahtul Salwa Anshari
Aksi Demonstrasi mahasiswa yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sumatera Utara (USU) pada Senin (15/06/26) berlangsung dengan ricuh di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut). Massa aksi menuntut Ketua DPRD untuk segera menjumpai massa.
Aksi dimulai pukul 14.24, dengan iringan-iringan suara semangat juang mahasiswa yang berjalan dari Taman Kebun Bunga dan diselingi dengan orasi-orasi sepanjang perjalanan hingga ke gedung DPRD Sumut. Barisan massa aksi diisi dengan mahasiswa dari berbagai fakultas dan organisasi mahasiswa (Ormawa). Hingga 14.57, saat mahasiswa selesai menyanyikan lagu perjuangan, pihak DPRD belum menjawab aspirasi yang ingin disampaikan oleh mahasiswa.
Ketua BEM Fakultas Psikologi USU menyampaikan orasinya mengenai kebersamaan dan kesetaraan mahasiswa dengan kepolisian yang menjaga gerbang DPRD. Mereka juga menyatakan orasi mengenai pihak DPRD yang tidak turun menemui massa aksi meski massa aksi datang dengan damai.
Pada pukul 15.10 wakil Ketua DPRD menjumpai kerumunan mahasiswa dari balik pagar. Ia kemudian menyatakan lewat mikrofon bahwa Ketua DPRD Sumut sedang tidak di tempat. Menanggapi hal tersebut sempat terjadi bentrok antara mahasiswa dan pihak kepolisian yang menjaga di depan gerbang DPRD Sumut.
Tidak berselang lama, aliansi masyarakat datang ke lokasi aksi untuk ikut turut serta dalam menyampaikan aspirasi. Hal ini menggambarkan persatuan yang kuat antara mahasiswa dan masyarakat untuk mencapai keadilan. Penambahan orasi dari mahasiswa universitas lain seperti Universitas Medan Area ikut mewarnai konsolidasi.
Salah satu perwakilan mahasiswa, Zaidan menyampaikan aspirasi dalam orasinya mengenai kenaikan harga BBM, listrik dan beberapa kebutuhan pokok yang menjadi dasar aspirasi.
“Tetaplah bersuara untuk kebenaran, namun untuk itu penyampaian yang di sampaikan oleh teman-teman tetapi belum ada respon yang jelas dari pihak DPRD yang padahal adalah wakil rakyat yang harusnya mendengarkan suara rakyat.” Ucap salah satu orator.
Redaktur: Siti Fathatun Nafis Azhari
Leave a comment