Home Kabar SUMUT Suarakan Sembilan Tuntutan, BEM USU Gelar Aksi Demonstrasi di Gedung DPRD
Kabar SUMUT

Suarakan Sembilan Tuntutan, BEM USU Gelar Aksi Demonstrasi di Gedung DPRD

Share

Reporter: Tania Renata Panjaitan dan Abdullah Umar Al Faruk

Suara USU, Medan. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan aksi demonstrasi pada Senin (15/6) di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara. Demo bertajuk “Menuju Indonesia Gagal” ini membawa sembilan tuntutan yang mencakup berbagai isu kebangsaan, mulai dari isu ekonomi, pendidikan hingga lingkungan.

Massa aksi mulai berkumpul di Sekretariat Pemerintahan Mahasiswa USU sejak pukul 13.00 WIB. Dengan mengenakan almamaternya, mahasiswa tampak antusias mengikuti aksi sejak awal. Mereka membawa poster, spanduk, dan menggemakan semangat mahasiswa.

Adapun sembilan tuntutan utama yang dibawa, di antaranya

  • Menuntut pemerintah untuk menjaga harga Bahan Bakar Minyak (BBM) agar tetap stabil
  • Menuntut efisiensi serta transparansi dalam pengalokasian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
  • Menolah dwifungsi Kepolisisan Negara Indonesia (Polri)
  • Menuntut pemberhentian program Makan Bergizi Gratis (MBG)
  • Menuntut pendidikan agar menjadu perioritas kemabli, Mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat
  • Menuntut penanggulangan pascabencana Aceh, Sumatera utara, sumater barat
  • Menuntut pemerintah daerah untuk mengevaluasi kualitas pelayanan publik, sektor kelistrikan dan air bersih
  • Mendesak pemerintah Prabowo Gibran menepati janji 19 juta lapangan pekerjaan.

Massa aksi kemudian bergerak pada pukul 13.30 dari Sekretariat Pemerintahan Mahasiswa USU menuju Taman Kebun Bunga Medan. Sesampainya di Taman Kebun Bunga, massa aksi melaksanakan long march ke Gedung DPRD Provinsi Sumatera Utara dengan mengenakan almamater sebagai identitas mahasiswa.

Rizky Fadila, mahasiswa USU yang mengikuti aksi, mengutarakan alasan yang mendorongnya mengikuti aksi demonstrasi hari ini. Rizky menyoroti tantangan ekonomi masyarakat khususnya yang dirasakan oleh orang tuanya sendiri serta Undang-Undang Polri yang menurutnya tidak tepat.

“Karena saya sendiri melihat orang tua saya yang memiliki usaha sudah bekerja keras, tetapi sulit untuk mendapatkan keuntungan. Kemudian, dari RUU POLRI disahkan, hak-hak kita sebagai rakyat untuk menjabat itu diambil oleh POLRI,” tuturnya.

Rizky berharap agar aspirasi yang disampaikan oleh para mahasiswa hari ini dapat dipertimbangkan untuk kemudian diubah sesuai dengan tujuan yang diharapkan massa aksi.

Selain itu, Andreas Mario Owen Sembiring, massa aksi lainnya, turut menyampaikan harapannya agar seluruh tuntutan aksi dapat diwujudkan.

“Saya berharap agar kita tetap menjadi rakyat Indonesia yang bisa membersamai aksi damai. Semoga tuntutan pada hari ini terwujud karna ini merupakan kedaulatan negara,” ungkapnya.

Pada pukul 14.24 WIB, massa aksi tiba di Gedung DPRD Provinsi Sumatera Utara. Koordinator aksi memulai orasi untuk menyalakan api semangat mahasiswa. Ia menuntut DPRD untuk menjumpai massa aksi.

“Kami di sini ingin menyampaikan aspirasi kami kepada wakil rakyat di dalam sana. Kepada DPRD Sumut, kami mengundang untuk datang keluar,” tegasnya.

Redaktur: Muhassanah Nasution

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.