
Reporter: Chairani, Muhassanah Nasution
Suara USU, Medan. Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Suara USU melaksanakan kunjungan media ke Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Televisi Republik Indonesia Sumatera Utara (TVRI Sumut), yang berlokasi di Jalan Putri Hijau, Kelurahan Kesawan, Kota Medan, pada Kamis (30/10). Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan kru Suara USU mengenai dunia penyiaran modern, khususnya dalam menghadapi era digitalisasi dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Kunjungan ini menjadi bagian dari program pembelajaran lapangan untuk mengenal lebih dekat proses produksi dan distribusi siaran, baik melalui televisi konvensional maupun platform streaming. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk mempelajari lebih dalam mengenai pengelolaan konten berita dan hiburan di TVRI Sumut.
Kegiatan kunjungan diawali dengan sesi pengarahan oleh Muhammad Taufik Ritonga, selaku kru Informasi Teknologi (IT) di TVRI Sumut. Dalam pemaparannya, Taufik memperkenalkan TVRI secara lebih mendalam, mulai dari sejarah berdirinya, beragam platform dan jenis siaran yang dimiliki, cara kerja hingga transformasi dan perkembangan TVRI dalam menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi dan perubahan zaman.
“TVRI telah berkembang mengikuti digitalisasi. Transformasi digital TVRI ini lebih kepada konten, siaran, dan fasilitas siaran. Sistem broadcasting disini sudah menggunakan bantuan AI, baik untuk produksi maupun penayangan,” ujar Taufiq.
Ia juga menambahkan, bahwa AI mulai diterapkan sejak Januari 2024 imbas dari efisiensi. Meskipun teknologi AI mulai banyak digunakan, Taufik menegaskan bahwa pengawasan manusia tetap menjadi bagian penting dari proses penyiaran. “AI memang membantu efisiensi, tapi operator tetap harus mengontrol agar siaran sesuai dengan standar etika dan isi yang telah ditetapkan,” katanya.
Selain membahas teknologi, Taufik juga menekankan bahwa sebagai lembaga penyiaran publik, TVRI berperan penting dalam menghadirkan program yang bersifat edukatif, informatif, dan mengandung nilai budaya lokal dengan karakteristik masing-masing. “Karakteristik yang ditonjolkan di TVRI Sumut lebih ke adat, budaya, dan logat. Dari bahasa si penyiar kita tahu dari mana. Jadi, itu yang membuat variasi di TVRI. Kemudian untuk siaran itu biasanya dibuat paket yang lebih edukatif, hiburan, dan informatif tapi tetap dalam koridor yang ditetapkan KPID” ujar Taufik.
Setelah sesi pengarahan, kru Suara USU diajak berkeliling gedung TVRI Sumut untuk mengenal lebih dekat proses kerja di balik produksi penyiaran televisi. Rombongan mengunjungi sejumlah ruangan, seperti studio hiburan dan berita, ruang kontrol (continuity room), ruang pra-produksi, serta ruang redaksi. Dalam kunjungan tersebut, kru Suara USU mendapatkan penjelasan langsung mengenai alur kerja produksi siaran televisi dan streaming, mulai dari penulisan dan pengeditan berita, hingga berkesempatan menyaksikan secara langsung proses siaran TVRI yang sedang berlangsung di studio.
Melalui kunjungan media ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi kru Suara USU untuk memahami secara langsung bagaimana TVRI berinovasi di tengah perubahan zaman dengan menggabungkan teknologi modern dan misi budaya, serta edukasi yang tetap menjadi ruh penyiaran publik Indonesia.
Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah
Leave a comment