Reporter: Muhammad Ar Rofi Nst
Suara USU, Medan. Mahasiswi Program Studi Teknologi Informasi, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (Fasilkom-TI) Universitas Sumatera Utara (USU), Nayla Talisa Salsabila, sukses meraih medali emas kategori Poomsae Prestasi Senior Putri dalam ajang Sumut National Taekwondo Championship 2026. Kompetisi olahraga berskala nasional tersebut berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Serbaguna Universitas Negeri Medan (UNIMED) pada Minggu (28/6/2026). Prestasi gemilang ini merupakan buah dari konsistensi latihan jangka panjang yang ia jalani sejak dini.
Nayla mengaku telah mengenal olahraga taekwondo sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD) dan mulai aktif menekuninya secara intensif pada tahun 2019. Berkat dedikasi tersebut, saat ini ia telah menyandang sabuk hitam DAN II yang tersertifikasi langsung oleh Kukkiwon Korea sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi tingginya. “Saya mulai menekuni taekwondo sejak sekolah dasar dan aktif berlatih sejak tahun 2019. Sekarang saya sudah menyandang DAN II Kukkiwon Korea,” ujarnya.
Dalam menghadapi kompetisi ini, Nayla membagikan strateginya yang berfokus pada penyesuaian kondisi fisik guna menjaga performa terbaik di arena pertandingan. Menjelang hari pelaksanaan kejuaraan, ia sengaja menghindari latihan fisik yang terlalu berat demi meminimalkan risiko cedera otot, lalu mengalihkan fokusnya untuk menyempurnakan teknik gerakan keindahan. “Kalau menjelang kejuaraan saya lebih santai dan tidak terlalu memforsir otot kaki karena takut cedera. Saya lebih fokus ke seninya,” pungkasnya.
Sebagai seorang atlet yang bertanding pada nomor poomsae (seni gerakan), Nayla menjelaskan bahwa porsi latihan terbesarnya bertumpu pada penguatan tiga komponen utama, yaitu kelenturan tubuh, kekuatan fisik, serta kecepatan gerakan. Ia memfokuskan persiapan khusus ini selama lebih dari satu bulan penuh karena ketiga aspek tersebut menjadi poin krusial dalam penilaian dewan juri.
Di tengah padatnya kesibukan akademis di kampus, Nayla tetap berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara perkuliahan dan karier atletnya. Ia menyiasati manajemen waktu dengan sengaja mengalokasikan jadwal latihan rutin pada malam hari agar tidak membentur aktivitas perkuliahan di siang hari. “Saya tidak mengganggu jadwal kuliah. Latihan saya atur malam hari, mulai pukul 18.00 sampai 22.00,” jelasnya.
Walaupun sukses membawa pulang medali emas, perjalanan Nayla ternyata tidak luput dari hambatan. Ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar sepanjang kompetisi justru bersumber dari faktor internal dirinya sendiri, terutama dalam mengendalikan kondisi mental dan menjaga fokus pikiran menjelang pertandingan. Selain itu, kemampuan untuk membaca dan menghadapi lawan bertanding yang memiliki karakteristik serta kemampuan variatif juga menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya.
Bagi Nayla, konsistensi merupakan kunci utama yang paling menentukan keberhasilan dan performa seorang atlet di lapangan. Ia yakin bahwa kemampuan seorang atlet tidak akan pernah berkembang optimal tanpa adanya ritme latihan yang berjalan secara berkelanjutan. “Menurut saya harus konsisten dalam latihan. Kalau tidak latihan, kita tidak akan bisa berkembang,” tuturnya.
Atas pencapaian ini, Nayla menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak keluarga yang selalu setia memberikan dukungan moril maupun materil selama proses latihan dan pertandingan. Ungkapan serupa juga ia tujukan kepada jajaran pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo USU beserta tim pelatih yang telah sabar mendampingi, mengarahkan, dan membimbingnya hingga berhasil meraih prestasi di tingkat nasional.
Melalui perolehan medali emas ini, Nayla berharap dapat menginspirasi dan memotivasi lebih banyak mahasiswa USU lainnya agar berani menggali serta mengembangkan potensi diri di luar ruang kelas. Menurutnys, prestasi nonakademik memiliki esensi dan nilai yang sama pentingnya dengan pencapaian akademik dalam membentuk aspek kapasitas diri, kedisiplinan, serta karakter kepemimpinan mahasiswa. “Kita jangan hanya berjuang di bidang akademik. Ayo tunjukkan juga kemampuan di bidang nonakademik. Teruslah sabar, rajin berlatih, karena lawan kita juga pasti berjuang keras. Saya juga berharap bisa terus melangkah ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Redaktur: Alya Nayla Sahirah S.
Leave a comment