Home Kabar Kampus Mahasiswi Profesi Apoteker USU Raih Prestasi pada Patient Counseling Competition Pharmacito
Kabar KampusNews

Mahasiswi Profesi Apoteker USU Raih Prestasi pada Patient Counseling Competition Pharmacito

Share

Reporter: Suci Lestari Br Ginting

Suara USU, Medan. Mahasiswi Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, Helen, S.Farm., angkatan 2021 berhasil meraih prestasi dalam ajang Patient Counseling Competition (PCC) pada kompetisi Pharmacito yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Kompetisi tersebut mengangkat tema konseling pasien HIV dan diikuti mahasiswa farmasi dari berbagai perguruan tinggi.

Helen mengaku mengetahui informasi lomba melalui media sosial Instagram saat sedang menjalani studi profesi apoteker sekaligus praktik kerja di Badan Pengawas Obat dan Makanan Jakarta. Ketertarikannya mengikuti kompetisi bermula dari keinginan lama untuk mencoba lomba PCC sejak menempuh pendidikan S1 Farmasi.

“Sejak S1 saya memang ingin mencoba lomba Patient Counseling Competition, tetapi belum sempat. Ketika melihat informasi lomba ini saat sedang menjalani profesi apoteker, saya merasa ini kesempatan yang baik untuk menambah pengalaman dan kemampuan dalam konseling pasien,” ujarnya.

Meski sempat merasa pesimis karena tema HIV dinilai cukup menantang dan dirinya belum pernah mengikuti lomba konseling sebelumnya, Helen tetap memutuskan untuk mengikuti kompetisi tersebut. Menurutnya, tantangan baru menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri.

Dalam proses persiapan, Helen menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam membagi waktu antara praktik kerja, penyusunan laporan, tugas akademik, dan persiapan lomba. Kompetisi tersebut terdiri atas dua tahap, yakni prefinal dalam bentuk video simulasi konseling dengan pasien serta final yang dilaksanakan secara langsung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Pada babak final, peserta berperan sebagai apoteker yang memberikan konseling kepada pasien HIV berdasarkan kasus dan resep yang diberikan. Proses tersebut dinilai langsung oleh dewan juri.

Helen mengaku persiapannya dilakukan secara mandiri di tengah jadwal yang padat. Ia memanfaatkan waktu menjelang keberangkatan hingga selama perjalanan kereta menuju Yogyakarta untuk belajar dan memperdalam materi.

Selain kendala waktu, biaya perjalanan dan akomodasi juga menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengatasinya, Helen mengajukan proposal bantuan dana kepada Fakultas Farmasi USU sebagai bentuk dukungan terhadap mahasiswa yang mengikuti kompetisi.

“Bantuan dari fakultas sangat membantu, terutama bagi mahasiswa yang ingin aktif mengikuti lomba tetapi memiliki keterbatasan biaya,” katanya.

Menurut Helen, pengalaman mengikuti kompetisi tidak hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga proses belajar untuk menjadi lebih dewasa dan sabar. Ia berharap pengalamannya dapat memotivasi mahasiswa lain untuk berani mencoba hal baru dan aktif mengikuti kompetisi selama masa perkuliahan.

“Sebagai mahasiswa, setidaknya kita harus mencoba mengikuti kompetisi minimal sekali karena banyak pengalaman, relasi, dan kemampuan baru yang bisa didapatkan,” tuturnya.

Redaktur: Debora Gracia Nauli

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.