Home Tulisan Mahasiswi FISIP USU Bangun Harapan Anak Broken Home Lewat Pendampingan Sosial di LSM KOPA Medan
Tulisan

Mahasiswi FISIP USU Bangun Harapan Anak Broken Home Lewat Pendampingan Sosial di LSM KOPA Medan

Share

Oleh: Aisya Maharani

Suara USU, Medan. Anak merupakan aset bangsa yang memiliki peran strategis dalam pembangunan masa depan negara. Oleh karena itu, setiap anak berhak memperoleh perlindungan, kasih sayang, dan akses yang setara terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, serta kesempatan untuk mengembangkan potensi diri secara optimal. Pemenuhan hak-hak anak harus dijamin oleh keluarga, masyarakat, dan negara guna menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung proses tumbuh kembang anak secara holistik. Namun, realitas sosial menunjukkan bahwa tidak semua anak berada dalam lingkungan yang kondusif. Berbagai kondisi sosial, ekonomi, dan kultural dapat menghambat tumbuh kembang anak, termasuk di antaranya kondisi keluarga yang tidak harmonis atau broken home.

Anak-anak yang berasal dari keluarga broken home kerap mengalami gangguan psikososial akibat dinamika keluarga yang penuh tekanan, konflik, dan ketidakhadiran salah satu atau kedua orang tua. Hal ini dapat menimbulkan dampak negatif, seperti perasaan terabaikan, rendah diri, ketidakstabilan emosi, serta kesulitan dalam berinteraksi sosial. Dalam banyak kasus, anak-anak ini menjadi korban perundungan, mengalami kesulitan di sekolah, dan cenderung menarik diri dari lingkungan sosial. Tanpa intervensi yang tepat, kondisi ini dapat menghambat perkembangan mental dan sosial anak, serta menurunkan kualitas hidupnya di masa depan. Melihat urgensi permasalahan tersebut, berbagai pihak termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) turut mengambil peran dalam memberikan pendampingan dan perlindungan bagi anak-anak yang mengalami kerentanan sosial. Salah satu LSM yang konsisten dalam menjalankan misi ini adalah Komunitas Peduli Anak (KOPA) Medan. KOPA merupakan lembaga sosial yang fokus pada upaya perlindungan dan pemberdayaan anak, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu dan mengalami permasalahan sosial. Berlokasi di Jl. Syahbandar No. 23, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, KOPA menyediakan ruang aman dan inklusif bagi anak-anak untuk mendapatkan pendampingan, edukasi, dan pengembangan diri secara menyeluruh. Dalam rangka memenuhi salah satu kewajiban akademik, Aisya Maharani (NIM 220902014), mahasiswi Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara (FISIP USU), melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Lembaga Komunitas Peduli Anak (KOPA) Medan. Kegiatan PKL ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pengampu PKL, Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kesos, serta didampingi oleh Supervisor Sekolah Dra. Tuti Atika, M.SP, dan Supervisor Lembaga Syafri Tanjung.

Selama pelaksanaan PKL, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melakukan pendampingan terhadap seorang anak perempuan berinisial AST, yang berusia 11 tahun dan berasal dari keluarga broken home. AST menunjukkan gejala gangguan psikososial berupa sikap defensif terhadap lingkungan sosial, kesulitan dalam mengekspresikan emosi, serta pengalaman sebagai korban perundungan oleh teman sebaya. Untuk menangani permasalahan tersebut, pendekatan yang digunakan adalah metode Pekerjaan Sosial Individu (case work) berdasarkan teori Skidmore, Thackeray, dan Farley, yang mencakup empat tahapan: studi awal, asesmen, intervensi, dan terminasi.

Melalui pendekatan ini, intervensi dilakukan secara sistematis dan profesional dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip pekerjaan sosial serta kebutuhan dan potensi individu klien. Pelaksanaan PKL ini tidak hanya menjadi wadah pembelajaran praktis bagi mahasiswa dalam menerapkan teori ke dalam praktik, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan sosial anak-anak yang berada dalam situasi rentan. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan psikososial klien serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya perlindungan anak dalam kerangka pembangunan sosial yang berkelanjutan.

Tahap Penelitian

Pada tahap awal, klien AST menunjukkan perilaku tertutup dan defensif serta kerap terlibat konflik dengan teman sebaya, yang diduga dipengaruhi oleh kondisi keluarga yang tidak harmonis. Melalui pendekatan nonformal dan membangun hubungan yang empati, AST mulai membuka diri dan menunjukkan kepercayaan kepada pendamping.

Assesmen

Hasil asesmen menunjukkan bahwa secara fisik AST berada dalam kondisi sehat, namun secara psikologis menunjukkan tanda-tanda stres dan kecemasan. Dari aspek sosial, ia masih aktif berinteraksi meskipun sering mengalami konflik kecil dengan teman sebaya. Secara spiritual, AST tetap menjalankan kegiatan keagamaan secara rutin.

Intervensi

Intervensi dilakukan melalui media ekspresif seperti penulisan cerita, yang memungkinkan AST mengekspresikan perasaannya secara tidak langsung. Kegiatan ini mendorongnya untuk lebih terbuka dan reflektif. Aktivitas lain seperti membuat kerajinan, bermain, dan kegiatan kelompok turut membantu dalam meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan sosialnya.

Terminasi

Setelah menjalani beberapa sesi intervensi, AST menunjukkan perkembangan yang signifikan. Ia menjadi lebih tenang dalam berinteraksi, mulai menyapa teman, dan tidak mudah tersinggung. Mengingat tujuan intervensi telah tercapai, maka proses pendampingan secara resmi dihentikan.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Ibu Dra. Tuti Atika, Bapak Syafri Tanjung, dan Bapak Fajar Utama Ritonga atas arahan dan bimbingan selama kegiatan PKL berlangsung. Pengalaman ini membuktikan bahwa melalui pendekatan yang tepat, mahasiswa dapat berperan sebagai agen perubahan yang mampu mendampingi anak-anak dari kelompok rentan menuju pemulihan dan pemberdayaan.

Artikel ini merupakan bagian dari publikasi pemenuhan tugas mata kuliah Praktikum Kesejahteraan Sosial FISIP USU dengan Dosen Pengampu Bapak Fajar Utama Ritonga S.Sos M.Kesos.

Redaktur: Indira Rivany

 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.