
Oleh : Joy Syalom Margareth Sipahutar
Suara USU, Medan. Kegiatan Praktikum Lapangan atau PKL merupakan salah satu mata kuliah wajib yang diikuti oleh mahasiswa Kesejahteraan Sosial FISIP USU. Kegiatan praktikum ini dilakukan untuk mengimplementasikan keilmuan yang telah dipelajari selama perkuliahan termasuk memberikan pengalaman langsung untuk menangani klien dengan berperan sebagai pendamping dalam memahami apa yang menjadi kebutuhan klien.
Joy Syalom Margareth Sipahutar dengan NIM 220902066 mahasiswa Kesejahteraan Sosial FISIP USU sebagai praktikan, yang didampingi oleh Supervisor Sekolah yaitu Ibu Dra.Tuti Atika, M.SP. dan Supervisor Lembaga yaitu Bapak Syafri Tanjung. Praktikan melaksanakan PKL di LSM KOPA (Komunitas Peduli Anak) yang berlokasi di Jalan Syah Bandar No.23, A U R, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara.
Kegiatan PKL dilakukan pada tanggal 28 Februari 2025 sampai tanggal 04 Juni 2025. Izin untuk melakukan kegiatan PKL diberikan pada tanggal 27 Februari 2025 oleh pendiri LSM KOPA, Bapak Syafri Tanjung. Pada saat meminta izin melakukan PKL, Bapak Syafri Tanjung juga menjelaskan sedikit mengenai LSM KOPA yang dimana lembaga tersebut didirikan sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak sehingga membuat KOPA ini sebagai rumah bagi mereka. Selain itu, beliau juga turut serta dalam pengelola Bank Sampah Citra Aur yang dekat dengan LSM KOPA sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan di kampung Aur.
Pada pertemuan pertama kepada anak-anak KOPA, praktikan memperkenalkan diri sebagai mahasiswa USU yang akan melakukan PKL di lembaga tersebut. Perkenalan ini dilakukan agar bisa membangun pendekatan yang baik dengan anak-anak KOPA. Dalam kegiatan PKL ini, praktikan akan mendampingi anak-anak KOPA dalam berbagai aktivitas yang menyenangkan dan bermanfaat, seperti mengembangkan kreativitas, keterampilan, serta menumbuhkan rasa semangat dalam menjalankan setiap rangkaian kegiatan. Dengan pendekatan yang baik, praktikan berharap dapat membangun suasana yang menyenangkan dan hubungan yang erat sehingga anak-anak merasa didukung dan termotivasi selama kegiatan berlangsung.
Adapun berbagai kegiatan yang dilakukan bersama anak-anak KOPA yang terdiri dari melatih anak-anak membuat sesuatu yang kreatif seperti membuat kreasi dari origami, celengan dan bunga. Kegiatan ini juga terdapat sesi lomba seperti lomba mewarnai, lomba bermain, dan juga sesi kuis. Kemudian pemaparan materi poster, dan juga menangkap pesan dari sebuah cerpen. Semua rangkaian kegiatan ini dirancang dengan pendekatan yang menyenangkan dan edukatif agar anak-anak merasa nyaman, termotivasi, dan terus berkembang secara menyeluruh. Kegiatan ini sedikit dari banyaknya dari yang dilakukan.
Praktikan mendapat klien berinisial SA yang berusia 12 tahun. Ia duduk di jenjang SMP kelas 1. Bapak Syafri mengatakan bahwa SA merupakan anak yang berani, pintar dan punya inisiatif. Ia juga sangat rajin membantu ibunya berjualan. Dalam melakukan intervensi, disini praktikan menggunakan metode casework dari Skidmore, Thackeray dan Farley dengan 4 tahapan :
- Tahap “Penelitian” (Study Phase) : Praktikan melakukan pendekatan untuk membangun rasa percaya terhadap klien. Praktikan memberikan penjelasan mengenai maksud dan tujuan adalah sebagai pendamping sesuai apa yang menjadi kebutuhan klien. Praktikan memulai dengan pertanyaan ringan seperti apa kesehariannya dan juga apa saja yang disukainya.
- Tahap Pengkajian (Assesment Phase) : Penggalian permasalahan klien juga dilakukan untuk mengumpulkan data sejarah klien dengan menggunakan metode wawancara dan tools assesment Ecomap. Dari hasil pengumpulan informasi yang dilakukan bahwa SA tidak memiliki hubungan yang dekat dengan ayahnya. SA juga jarang datang ke KOPA dikarenakan tidak memiliki kegiatan apa-apa di tempat tersebut sehingga memilih untuk bermain bersama teman-temannya. SA memiliki ketertarikan meronce dari manik-manik karena klien dulu sempat membuat gelang yang dapat dijual kepada teman-temannya.
- Tahap Intervensi : Praktikan berfokus pada kegiatan yang dapat mengembangkan minat klien. Klien membutuhkan sesuatu yang dapat memenuhi dirinya dengan kegiatan yang positif dan sesuai minatnya. Praktikan melakukan perencanaan berupa kegiatan bersama maupun kegiatan khusus untuknya yang dapat membuatnya aktif selama di KOPA. Praktikan mendampingi klien untuk melakukan serangkaian kegiatan seperti meronce dari manik-manik, mendengarkan cerpen dan menangkap pesan di dalamnya. Kemudian klien ikut dalam kegiatan membuat kerajinan seperti membuat bunga. Klien diharapkan mengikuti kegiatan yang diadakan selama di KOPA.
- Tahap Terminasi : Proses pendampingan klien diakhiri karena tujuan sudah tercapai dengan jadwal sudah habis dengan klien yang mendapat kegiatan yang positif dan bermanfaat selama PKL. Selain itu, hasil dari meronce manik-manik yang dibuat klien juga dapat ia jual kepada teman-temannya. Praktikan mengucapkan terimakasih atas kerjasamanya dan berharap klien semakin membaik dengan selalu melakukan kegiatan yang positif setiap harinya.
Sebelum diadakan perpisahan, praktikan menyuruh anak-anak untuk menulis harapan untuk mereka sendiri dan digantung di lampu yang ada di tembok. Setelah itu, praktikan mengucapkan terima kasih kepada anak-anak KOPA yang sudah berpartisipasi selama PKL berlangsung.
Kegiatan PKL yang berlangsung selama 3 bulan lamanya telah selesai. Praktikan mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dra. Tuti Atika, M.SP sebagai Supervisor Sekolah, Bapak Syafri Tanjung sebagai Supervisor Lembaga dan pengurus LSM KOPA lainnya yang telah memberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan PKL selama satu semester di LSM KOPA Medan.
Artikel ini merupakan bagian dari publikasi pemenuhan tugas mata kuliah Praktikum Kesejahteraan Sosial FISIP USU dengan Dosen Pengampu Bapak Fajar Utama Ritonga S.Sos M.Kesos.
Redaktur: Indira Rivany
Leave a comment