Home Kabar Kampus Mardansyah Siregar Harumkan Nama USU lewat Medali Perunggu PON Bela Diri 2025
Kabar Kampus

Mardansyah Siregar Harumkan Nama USU lewat Medali Perunggu PON Bela Diri 2025

Share
Sumber: Ig @dutamahasiswausu

Reporter: Theresia Arta Nauli Sidabalok

Suara USU, Medan. Muhammad Mardansyah Siregar, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) angkatan 2023, berhasil meraih medali perunggu pada kategori U74 kg Senior Putra di Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025. Prestasi ini tidak hanya membawa nama baik USU dan Sumatera Utara, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai Duta Inspiratif Mahasiswa USU 2024.

Persiapan menuju PON dilakukan secara intensif sejak awal tahun. Setelah gagal di PON Aceh–Sumut 2024, Egar—sapaan akrab Mardansyah—dipanggil oleh Kota Medan untuk mengikuti program latihan intensif. Ia kemudian mengikuti tiga kejuaraan: Piala BNN, Piala Gubernur (Super Cup), dan Piala KONI Series, yang menjadi ajang seleksi untuk mewakili Sumatera Utara. “Alhamdulillah, saya berhasil juara dan mewakili kelas saya,” katanya.

Momen paling berkesan baginya terjadi saat melawan atlet dari Sulawesi Utara. “Di babak pertama saya sempat tertatih-tatih, hampir kalah. Namun, saya bisa bangkit di ronde kedua. Di ronde kedua ini saya menang cukup cepat, bahkan sangat cepat atas lawan saya,” ujarnya.

Namun, tantangan terbesar bagi Egar adalah jadwal pertandingan yang bertepatan dengan Ujian Tengah Semester (UTS). Ia sempat kesulitan karena beberapa dosen awalnya tidak memberikan izin. Setelah menjelaskan kondisinya, akhirnya ia mendapat kesempatan untuk mengikuti ujian susulan.

Dalam wawancara, Egar menceritakan perjalanan panjangnya dari minat terhadap taekwondo sejak kecil hingga mencapai kemenangan ini. Ia mulai menekuni bela diri taekwondo sejak duduk di bangku sekolah dasar, tepatnya kelas dua, pada tahun 2013. Baginya, taekwondo bukan sekadar bela diri, tetapi juga seni. “Ini olahraga paling cantik dan berseni menurut saya, makanya saya tertarik,” ujarnya.

Sebagai mahasiswa aktif, Egar berusaha menyeimbangkan waktu antara kuliah, aktivitas kampus, dan latihan.

“Saya bagi jadwalnya masing-masing. Kalau kuliah pagi, ya saya latihan setelah salat subuh sekitar jam lima atau setengah enam. Setelah itu saya langsung ke kelas. Kalau sore atau malam, baru lanjut latihan lagi,” jelasnya

Egar mengaku sangat senang atas hasil kejuaraan ini. “Ini penantian panjang saya sejak tahun 2022. Saya selalu absen di kejuaraan nasional, selalu kalah di tahun pertama atau tahun kedua. Jadi, ini hasil kerja keras saya selama tiga tahun lebih,” ungkapnya.

Dukungan terbesar datang dari kedua orang tua. “Sejak tahun 2022, saya sempat beberapa kali ingin berhenti karena banyak keinginan dan mimpi saya yang tidak tercapai. Tapi orang tua terus mendukung dan menyemangati saya, sehingga itu membangkitkan mental saya,” ucapnya.

Ke depannya, Egar menargetkan untuk tampil di PON 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

“Yang terdekat adalah kualifikasi PON 2027. Saya harus merebut tiket, jadi mulai sekarang saya sudah mulai persiapan,” tegasnya.

Ia berpesan kepada generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk terus berprestasi karena prestasi dapat menjadi pendorong dalam perkuliahan. Dengan kemenangan ini, Egar tidak hanya membuktikan dedikasinya di dunia bela diri, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk mengejar mimpi tanpa meninggalkan tanggung jawab akademik.

Redaktur: Jesika Yusnita Laoly

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.