Home Tulisan Membangun Ketangguhan Lokal, Strategi Inovatif BPBD Medan Denai dalam Penanggulangan Bencana
Tulisan

Membangun Ketangguhan Lokal, Strategi Inovatif BPBD Medan Denai dalam Penanggulangan Bencana

Share

Oleh: Ivana Dwi Putri, Nazwa Sabila, Dwi akhsania ruzaga, Sri purwasih simamora, Birgita Audrey Br Tarigan, Putri Gabriella Purba, Dea Gita Br Sembiring

Suara USU, Medan. Artikel ini menganalisis praktik penanggulangan bencana yang dilakukan oleh BPBD Kota Medan, khususnya di wilayah Kecamatan Denai. Artikel ini menyajikan gambaran ancaman lokal seperti kebakaran, banjir lokal atau rob, serta angin puting beliung. Selain itu, artikel juga mengevaluasi kapasitas respons BPBD serta memberikan rekomendasi taktis dan strategis yang baru, orisinal, dan dapat diimplementasikan oleh pihak kelurahan, BPBD, dan komunitas lokal.

Kecamatan Denai merupakan salah satu pusat aktivitas padat di Kota Medan yang terdiri atas area permukiman padat, pasar, dan bangunan komersial. Dalam beberapa tahun terakhir, insiden kebakaran di Denai tercatat oleh BPBD Kota Medan, seperti laporan kejadian pada 3 Mei 2025 dan 1 April 2025. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan mitigasi kebakaran dan evakuasi cepat. Selain itu, fenomena rob atau banjir pesisir serta kejadian angin puting beliung di wilayah Medan menambah kompleksitas risiko yang harus dikelola.

Berdasarkan data dan literasi terkini, insiden kebakaran rumah dan ruko masih mendominasi laporan respons BPBD di Denai. Hal ini menunjukkan bahwa risiko listrik, kepadatan pemukiman, dan manajemen pasar menjadi faktor penting. BPBD Kota Medan sendiri telah aktif melakukan simulasi, membentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), serta menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk pemantauan dan penanganan kejadian. Komunikasi risiko dan kolaborasi lintas-instansi seperti BPBD, DISDAMKARMAT atau pemadam kebakaran, kelurahan, dan komunitas Destana menjadi penentu utama efektivitas tanggap darurat.

Namun demikian, terdapat beberapa kelemahan dalam sistem yang ada. Ketergantungan pada respons pasca-bencana menunjukkan bahwa banyak intervensi yang masih bersifat responsif, bukan preventif. Sistem komunikasi antarwarga dan otoritas lokal juga belum sepenuhnya terintegrasi dengan teknologi, misalnya melalui aplikasi pelaporan cepat berbasis RT/RW. Selain itu, kapasitas perlindungan infrastruktur pasar tradisional dan bangunan lama masih rendah terhadap kebakaran dan aliran banjir.

Beberapa rekomendasi inovatif yang dapat dilakukan antara lain: Program “Ronda Siaga Bencana” berbasis RT/RW dengan patroli malam untuk memeriksa potensi kebakaran seperti kompor atau listrik, sekaligus menyediakan kotak peralatan darurat kecil di setiap RT. Sistem “Lapor Denai” berbasis bot WhatsApp dan nomor darurat RT juga dapat diintegrasikan sebagai kanal laporan cepat yang langsung memberi notifikasi ke TRC BPBD dan damkar, lengkap dengan formulir singkat lokasi, tipe kejadian, dan foto. Sertifikasi “Pasar Tahan Api” bagi pengelola pasar tradisional dapat diterapkan melalui pelatihan penggunaan APAR, jalur evakuasi wajib, dan pemeriksaan rutin instalasi listrik. Selain itu, simulasi gabungan tahunan yang melibatkan BPBD, sekolah, pasar, dan pesantren dengan skenario kebakaran dan evakuasi rob dapat menjadi indikator efektivitas melalui penilaian waktu respons. Terakhir, pembangunan “Shelter Mikro” di area rawan rob dapat menjadi solusi penyelamatan kendaraan dan barang penting sementara.

Rencana pelaksanaan dari rekomendasi tersebut dapat dimulai dengan sosialisasi Ronda Siaga dan rekrutmen relawan RT pada bulan pertama hingga kedua. Uji coba “Lapor Denai” dilakukan pada bulan ketiga dengan tiga RT atau kelurahan. Pelatihan “Pasar Tahan Api” dan audit instalasi listrik dilakukan pada bulan keempat hingga keenam pada dua pasar utama. Simulasi besar yang melibatkan sekolah dan pesantren dilakukan pada bulan ketujuh. Evaluasi akan dilakukan secara berkelanjutan dan dapat diperluas ke kecamatan lain jika program terbukti berhasil.

Sumber utama dalam penyusunan artikel ini berasal dari laporan resmi BPBD Kota Medan, artikel jurnal dan studi terkini tentang komunikasi risiko dan peran BPBD di Medan, Indonesia Disaster Management Reference Handbook (2025), serta berita lokal mengenai banjir rob dan angin puting beliung di Medan pada pertengahan 2025.

Penguatan mitigasi kebakaran, integrasi kanal pelaporan cepat, dan program kesiapsiagaan komunitas sederhana seperti “Ronda Siaga Bencana” berpotensi menurunkan frekuensi dan dampak kejadian di Denai. Implementasi rekomendasi ini memerlukan komitmen bersama antara BPBD, pemerintah kota, pengurus pasar, RT/RW, dan masyarakat.

Artikel ini merupakan publikasi tugas Mata Kuliah Manajemen Penanggulangan Bencana, Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial.

Redaktur: Indira Rivany

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.