
Reporter: Debora Gracia Nauli Siregar
Suara USU, Medan. Festival Ngobrol Buku 2025 resmi digelar Komunitas Ngobrol Buku Indonesia dengan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia melalui program Penguatan Komunitas Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Bertempat di Hotel Putra Mulia Medan, Jumat, 3 Oktober 2025, festival ini menghadirkan Lomba Menulis Puisi, Cerpen, dan Esai dengan tema “Imajinasi tentang Masa Depan”, diikuti sekitar 200 peserta dari kalangan pelajar dan tenaga pengajar.
Lomba terbagi dalam tiga kategori: puisi untuk pelajar SMP/sederajat, cerpen untuk pelajar SMA/sederajat, dan esai untuk tenaga pengajar. Karya para pemenang dan tulisan terbaik pilihan juri akan diterbitkan dalam tiga buku antologi (puisi, cerpen, dan esai). Penulis yang karyanya dimuat akan diundang kembali pada 25 Oktober 2025 untuk menghadiri diskusi sekaligus penyerahan hadiah. Sebagai bentuk apresiasi, masing-masing penulis akan menerima satu eksemplar buku.
Sebelum perlombaan, Ngobrol Buku Indonesia menyelenggarakan lokakarya menulis di sembilan sekolah di Kota Medan sepanjang September 2025. Lokakarya puisi ditujukan untuk pelajar SMP (SMP Parulian 1, SMP Muhammadiyah 8 Medan, dan SMP Swasta Advent 1 Medan), lokakarya cerpen untuk pelajar SMA (SMA Negeri 4 Medan, SMA Negeri 2 Medan, dan SMA Swasta Advent 1 Medan), sedangkan lokakarya esai menyasar tenaga pengajar (Yayasan Parulian Medan, SMA Muhammadiyah 1 Medan, dan Sekolah Azzakiyah Islamic Leadership).
Harisa Kaban, peserta dari SMP Parulian 1, mengaku lokakarya menulis puisi menjadi sarana ekspresi diri dan emosi yang baik bagi kesehatan mental sekaligus membuka peluang baginya menjadi penyair. Sementara itu, Dedy Ahmad Syahputra, M.Pd., guru SMA Muhammadiyah 1 Medan, menilai kegiatan ini mengingatkan guru akan pentingnya keterampilan menulis esai serta mendorong mereka terus mengasah kemampuan tersebut.
Ketua Komunitas Ngobrol Buku Indonesia, Eka Dalanta, menegaskan tujuan festival ini tidak hanya memperkenalkan khazanah sastra Indonesia, tetapi juga mendekatkan sastra kepada masyarakat, menumbuhkan minat membaca dan menulis, melatih keterampilan menulis pelajar dan guru, membangun karakter berempati melalui karya sastra, serta mendorong lahirnya penulis baru di Kota Medan. “Acara ini merupakan perayaan membaca dan menulis,” ujarnya.
Dewan juri lomba berasal dari penulis, sastrawan, guru bahasa Indonesia, dan pegiat literasi yang berkompeten di bidangnya. Mereka adalah S. Ratman Suras, Seiska Handayani, dan Bob A. Sitorus (juri puisi); T. Agus Khaidir, Abram Chrishthoper Sinaga, dan Mikhael Naibaho (juri cerpen); serta Saripuddin Lubis, Sartika Sari, dan Jones Gultom (juri esai).
Perwakilan Balai Bahasa Sumatra Utara, Agus Bambang Hermanto, S.S., M.Pd., yang turut hadir dalam festival ini mengapresiasi upaya Ngobrol Buku Indonesia dalam mendekatkan sastra kepada masyarakat luas.
Redaktur: Jesika Yusnita Laoly
Leave a comment