Home Tulisan Mengupas Efektivitas Program Rehabilitasi Narkoba, Dampak terhadap Kualitas Hidup Pengguna
Tulisan

Mengupas Efektivitas Program Rehabilitasi Narkoba, Dampak terhadap Kualitas Hidup Pengguna

Share
Wawancara bersama konselor adiksi di lembaga rehabilitasi narkoba IPWL NAZAR FOUNDATION

Oleh: Fatimah Azzakirah, Nazwa Aisyara, Salsa Aurora Novanda, Putri Jeany Graciella

Suara USU, Medan. Penyalahgunaan narkoba di Indonesia masih menjadi masalah serius yang berdampak pada kesehatan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Berdasarkan data BNN 2023, sekitar 3,33 juta orang atau 1,73 persen penduduk Indonesia merupakan penyalahguna narkoba, dengan mayoritas berada pada usia produktif 15-49 tahun. Upaya pencegahan dan rehabilitasi menjadi sangat penting dalam menekan angka penyalahgunaan dan membantu pemulihan para korban. Lembaga rehabilitasi berperan penting dalam membantu pengguna pulih melalui terapi medis, psikologis, dan sosial untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi risiko kekambuhan. Keberhasilan program rehabilitasi sangat dipengaruhi oleh pengalaman pengguna, dukungan keluarga, serta pendekatan yang holistik dan manusiawi.

Penelitian mengenai metode rehabilitasi ini dilakukan oleh kelompok 10 yang terdiri dari Fatimah Azzakirah (240902070), Nazwa Aisyara (240902014), Putri Jeany Graciella (240902068), dan Salsa Aurora Novanda (240902088), di bawah bimbingan dosen pengampu Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos, M.Kessos. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode intervensi sosial yang digunakan pekerja sosial dalam proses rehabilitasi pecandu narkoba, khususnya di IPWL Nazar Foundation.

IPWL Nazar Foundation dan Penanganan Rehabilitasi Penelitian ini dilakukan di IPWL Nazar Foundation yang beralamat di GG Kedondong I Tower I, Mekar Sari, Kec. Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20148. IPWL Nazar Foundation merupakan salah satu institusi penerima wajib lapor yang fokus pada rehabilitasi pecandu narkoba melalui pendekatan sosial dan psikologis yang komprehensif

Identifikasi tahapan-tahapan pekerja sosial

Pada penelitian ini kami di dampingi oleh seorang konselor adiksi yang turun langsung menangani klien. Pada tahap ini tidak hanya menggunakan pendekatan holistik bio-psiko-sosial dan spiritual, Konselor adiksi dan pekerja sosial di IPWL Nazar Foundation  juga menerapkan metode intervensi sosial secara bertahap yang dimulai dengan case work sebelum dilanjutkan ke group work.

Pada tahap awal rehabilitasi, konselor adiksi melakukan case work yang berfokus pada penanganan individu. Proses ini meliputi asesmen mendalam terhadap kondisi fisik, psikologis, dan sosial klien (Orang Korban Penyalahgunaan Napza/OKPN). Konselor memberikan konseling individual yang bertujuan untuk mengidentifikasi akar permasalahan kecanduan, membangun hubungan terapeutik yang kuat, serta merancang rencana intervensi yang spesifik sesuai kebutuhan klien. Pendekatan ini memungkinkan penanganan yang personal dan intensif sehingga klien dapat merasa didukung secara penuh dalam proses pemulihan.

Setelah tahap case work berjalan efektif dan klien mulai stabil, intervensi dilanjutkan dengan group work. Dalam sesi kelompok ini, klien diajak untuk berinteraksi dengan sesama pengguna yang sedang menjalani rehabilitasi. Group work bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial, membangun rasa solidaritas, serta memfasilitasi saling dukung antar klien dalam menghadapi tantangan pemulihan. Melalui diskusi kelompok, terapi kelompok, dan aktivitas bersama, klien belajar mengelola emosi, mengembangkan strategi coping, dan memperkuat motivasi untuk tetap bebas dari narkoba.

Kombinasi metode case work dan group work di IPWL Nazar Foundation menciptakan proses rehabilitasi yang komprehensif dan berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya memperhatikan kebutuhan individu secara mendalam, tetapi juga memanfaatkan kekuatan kelompok sebagai sumber dukungan sosial yang penting. Dengan demikian, klien mendapatkan pendampingan yang terstruktur dan holistik, yang meningkatkan peluang keberhasilan rehabilitasi dan reintegrasi sosial.

Penutup

IPWL Nazar Foundation menerapkan tahapan rehabilitasi yang komprehensif, meliputi rehabilitasi medis untuk detoksifikasi, rehabilitasi nonmedis melalui konseling individual dan kelompok, serta tahap bina lanjut (aftercare) yang mendukung reintegrasi sosial klien. Pendekatan ini mengintegrasikan metode case work yang sistematis dan kolaborasi multidisipliner dengan keluarga serta tenaga profesional lain. Dengan demikian, proses rehabilitasi di IPWL Nazar Foundation tidak hanya fokus pada pemulihan fisik dan mental, tetapi juga pada pemberdayaan sosial klien agar mampu menjalani kehidupan yang lebih sehat dan produktif secara berkelanjutan.

Melalui pendekatan menyeluruh ini, klien dapat memperoleh dukungan yang berkelanjutan sehingga mampu mengatasi kecanduan secara tuntas dan reintegrasi sosial berjalan lancar, mengurangi risiko kekambuhan, serta meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Pendekatan yang melibatkan keluarga dan komunitas juga diharapkan memperkuat jaringan sosial klien sebagai fondasi pemulihan jangka panjang.

Artikel ini merupakan publikasi tugas Mata kuliah Metode-Metode Pekerja Sosial dengan Dosen Pengampu Bapak Fajar Utama Ritonga S.Sos., M.Kessos.

 

Redaktur: Indira Rivany

 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.