Reporter: Novia Khairin Zahra
Suara USU, Medan. Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) sukses menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) Ke-I Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) pada 19-20 Juli 2026. Berlokasi di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumatera Utara (Sumut) selaku tuan rumah, kegiatan perdana ini mengusung tema “Akselerasi Pembangunan Ekonomi Daerah Menuju Sumbagut yang Berdaya Saing, Inklusif, dan Berkelanjutan.”
Musyawarah Wilayah Sumatera Bagian Utara diikuti oleh kurang lebih 100 peserta yang berasal dari 29 kampus di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau. Masing-masing perguruan tinggi mengirimkan 2 hingga 3 perwakilan dari unsur Presiden Mahasiswa (Presma), Dewan Mahasiswa (Dema), atau delegasi resmi. Forum ini diselenggarakan dengan tujuan mempererat tali silaturahmi sekaligus menyamakan persepsi terkait arah gerak BEM SI Sumbagut berdasarkan isu-isu krusial yang tengah berkembang di kawasan tersebut.
Rangkaian acara hari pertama dibuka dengan opening ceremony serta kata sambutan dari Koordinator Daerah (Korda) BEM SI Wilayah Sumut, Itsqon Wafi Fauzan Nasution, serta Koordinator Pusat (Korpus) Muzammil Ihsan yang diwakili oleh Angga Almaaris Harahap.
Acara dilanjutkan dengan sesi talkshow bertajuk “Peran Mahasiswa Dalam Politik dan Pembangunan Daerah” yang dipandu oleh moderator Putera Nami Shiddieqy. Sesi ini menghadirkan dua pembicara tingkat nasional, yaitu Feri Amsari, S.H., M.H., LL.M. (akademisi dan aktivis hukum) serta Prof. Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.
Ketua Panitia Acara, M. Thoriq Al-Fatih, menjelaskan bahwa talkshow ini dirancang untuk memperluas wawasan peserta terkait dinamika politik mahasiswa dan fokus pembangunan daerah.
“Talkshow ini sebagai salah satu branding sekaligus membawa wawasan peserta perihal berpolitik bagi mahasiswa, dan terkait tema untuk memfokuskan pembangunan ekonomi daerah yang telah menjadi isu yang sangat menarik, sehingga harapannya dalam forum tercipta ide-ide atau solusi-solusi antara birokrasi pemerintah dan bagaimana peran mahasiswa didalamnya,” ujar Thoriq.
Pada hari kedua, forum memasuki agenda utama Muswil berupa persidangan resmi yang dipimpin oleh tiga pimpinan sidang. Musyawarah berjalan secara kondusif dan menghasilkan kesepakatan bersama, termasuk penetapan kriteria pemilihan calon Korda dan Koordinator Wilayah (Korwil) BEM SI untuk periode berikutnya.
Sebagai penutup rumusan Muswil, BEM SI Sumbagut memaparkan dan membacakan 6 poin pernyataan sikap yang terdiri atas:
- Ketimpangan fasilitas pendidikan di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T)
- Pemulihan fasilitas umum dan lingkungan hidup pascabencana khususnya di wilayah SUMBAGUT
- Isu pelecehan seksual dalam lingkungan masyarakat sipil
- Pengawalan keadilan isu agraria
- Isu kriminalitas khususnya terkait penyalahgunaan dan pengedaran marak NARKOTIKA
- Dana Bagi Hasil yang timpang pada wilayah kabupaten, serta pemerataan fasilitas dan infrastruktur di luar wilayah maju
Seluruh rangkaian agenda Muswil BEM SI Sumbagut ditutup dalam sesi closing ceremony. Acara berlangsung aman dan damai tanpa kendala berarti. Seluruh konsensus yang dihasilkan diterima dengan baik oleh seluruh peserta penuh, disertai harapan besar agar poin-poin perjuangan yang telah dirumuskan dapat dijangkau dan diselesaikan secara maksimal demi kemajuan masyarakat Sumatera Bagian Utara.
Redaktur: Rifatul Suaidah
Leave a comment