
Reporter: Nanda Shohibul
Suara USU, Medan. Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU) tengah mempersiapkan salah satu agenda tahunannya yaitu Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025. Dengan mengusung tema “Membentuk Mahasiswa Baru Fakultas Hukum yang Berintegritas dan Berpikir Kritis dalam Menyikapi Realitas sebagai Agen Perubahan,” kegiatan ini disiapkan sebagai langkah awal yang membentuk cara pandang, karakter, dan semangat juang para mahasiswa baru.
Kepanitiaan resmi dibentuk pada tanggal 2 Juli 2025 melalui Surat Keputusan BEM FH USU Nomor 001/SK/BEM-FH/USU/VII/2025 dan beranggotakan 73 mahasiswa angkatan 2022. Dipimpin oleh ketua panitia, Tampaty Simbara Galilea Ujung, proses orientasi internal panitia telah dirampungkan sebagai tahap awal sebelum melangkah ke agenda utama. Di balik dinamika persiapan, ada proses seleksi ketat yang dirancang untuk memastikan kualitas setiap anggota panitia.
Proses rekrutmen panitia PKKMB FH USU 2025 tidak bisa dianggap enteng. Melalui dua jalur seleksi yakni formulir pendaftaran daring via Google Form serta sesi wawancara intensif kepada setiap calon panitia diuji secara menyeluruh. Aspek kompetensi, inisiatif, hingga komitmen menjadi penilaian utama. Jika ada divisi yang belum terpenuhi secara ideal, ketua dan wakil ketua turun tangan langsung dengan menawarkan posisi kepada mahasiswa yang dinilai memiliki kapabilitas terbaik. Meski agenda telah disusun dengan matang, tantangan tetap muncul dari proses perekrutan yang sangat ketat. Selektivitas yang tinggi di awal perekrutan diakui sebagai kendala utama.
“Tantangan yang dihadapi kepanitiaan selama ini terletak pada pengisian anggota, karena Ketua dan Wakil Ketua Panitia cukup selektif dalam proses pemilihannya,” ujar Tampaty.
PKKMB FH USU 2025 tidak hanya ditujukan untuk memperkenalkan kampus dan dosen kepada mahasiwa baru. Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang untuk memantik sikap kritis mahasiswa baru terhadap realitas hukum, menanamkan nilai solidaritas, dan rasa saling menghormati satu sama lain baik dengan sesama mahasiswa, dengan dosen, ataupun sivitas akademika. Adapun konsep tahun ini merupakan hasil kolaborasi antara pengalaman kepanitiaan tahun-tahun sebelumnya dan refleksi pribadi para panitia saat mereka dulu menjadi peserta.
Komitmen untuk menjadikan PKKMB sebagai pengalaman edukatif yang aman juga menjadi sorotan utama. Sejak awal, panitia menyepakati kode etik yang melarang segala bentuk perpeloncoan, baik fisik maupun simbolik. Mekanisme pelaporan internal disiapkan untuk menangani potensi pelanggaran. Tampaty Simbara selaku Ketua Panitia menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan ditolak secara tegas sejak perencanaan awal.
“Saya, selaku Ketua bersama Wakil Ketua Panitia PKKMB FH USU 2025, sangat menentang keras segala bentuk perpeloncoan. Untuk mencegah hal tersebut, kami menekankan kepada seluruh panitia agar meniadakan praktik-praktik perpeloncoan sejak rapat awal hingga menjelang pelaksanaan,” tegasnya.
Saat ini, jadwal pelaksanaan PKKMB FH USU 2025 masih menunggu penyesuaian dengan agenda PKKMB tingkat universitas. Namun secara internal, seluruh agenda, susunan kepanitiaan, dan alur program telah tersusun dengan matang. Sultan Syalahuddin Padlie Dalimunthe selaku Wakil Ketua Panitia juga menjelaskan bahwa ada keterlibatan aktif dosen sebagai fasilitator dan narasumber, yang akan menyampaikan materi seputar kehidupan kampus dan isu hukum kontemporer, sehingga mahasiswa baru memperoleh wawasan komprehensif sejak hari pertama.
Menjelang hari-H, panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang yang hangat, membangun, dan inspiratif bagi mahasiswa baru. Dengan perencanaan yang matang, struktur organisasi yang jelas, serta komitmen tinggi dari seluruh panitia, PKKMB FH USU 2025 siap menjadi awal perjalanan yang membentuk mahasiswa baru menjadi pribadi kritis, solider, dan berintegritas, siap berkontribusi di dunia kampus maupun di masyarakat luas.
Redaktur: Axfeba Saragih
Leave a comment