
Oleh: Alya Shalsabila Lubis dengan, Ronn Serafinny Simanjuntak dengan, Kayla Khairu Anindhita dengan, Zahra Qomari Rafta dengan
Suara USU, Medan. Pada kesempatan kali ini, kami dari kelompok 3 yang beranggotakan 4 orang yaitu Alya Shalsabila Lubis dengan NIM 240902081, Ronn Serafinny Simanjuntak dengan NIM 240902055, Kayla Khairu Anindhita dengan NIM 240902071, dan Zahra Qomari Rafta dengan NIM 240902029. Mahasiswa semester 2 dari program studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara (FISIP USU), dengan dosen pengampu mata kuliah Metode-Metode Pekerjaan Sosial, Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kesos., telah melakukan observasi dan wawancara di Panti Asuhan Cinta Kasih Kota Medan yang beralamat di Jl. Sei Brantas No.70, Babura Sunggal, Kec. Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara 20154.
Kegiatan ini dilaksanakan 2 kali yang pertama kami mengunjunngi panti pada tanggal 21 Mei 2025 pukul 15.00 hingga 16.30 WIB, dengan tujuan untuk mengobservasi tempat dan melakukan wawancara bagaimana program yang ada di panti. Kemudian kami mengunjungi panti untuk yang kedua kalinya dengan tujuan untuk melakukan wawancara yang lebih mendalam pada tanggal 4 Juni 2025 pukul 15.00 hingga 16.10 WIB.
Menurut Kemenkes RI 2010, Panti asuhan merupakan suatu lembaga yang sangat popular untuk membentuk perkembangan anak anak yang tidak memiliki keluarga ataupun yang tidak tinggal bersama dengan keluarga agar potensi dan kapasitas belajarnya pulih kembali dan dapat berkembang dengan wajar. Panti asuhan sebagai wadah intervensi sosial untuk pembentukan karakter anak yang membutuhkan perlindungan, kebutuhan dasar, dan pembinaan sosial.
Pekerja sosial adalah professional yang memberikan bantuan dan pelayanan kepada individu, kelompok, atau masyarakat yang membutuhkan pelayanan sosial demi mewujudkan kesejahteraan hidup mereka. Setiap panti asuhan membutuhkan pekerja sosial untuk membantu mewujudkan kesejahteraan kepada seluruh anak panti.
Dari hasil wawancara dengan pekerja sosial bersama Linda Margareta. Z yang juga merupakan bendahara panti dan memiliki latar belakang pendidikan di jurusan administrasi. Ia menjelaskan bahwa di dalam Panti Asuhan Cinta Kasih Medan terdapat 49 anak yang terdiri dari 31 anak laki laki dan 18 anak perempuan dan didalam Panti Asuhan Cinta Kasih Medan mempunyai 5 pekerja sosial, hanya ada 3 yang tetap tinggal di panti dan 2 orang lagi sering memantau ke panti tetapi tidak tinggal di panti.
Tahapan Penanangan LKSA Cinta Kasih Medan
Pada proses penanganan klien di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak ini (LKSA) dilakukan secara bertahap. Tahap pertama yaitu penelitian, pada tahap ini bertujuan untuk membangun relasi dengan klien atau mengumpulkan data sejarah kehidupan klien. Di dalam LKSA Cinta Kasih Medan mempunyai latar belakang kehidupan yang berbeda beda “anak anak disini ada yang karena mengalami broken home, yatim piatu, dan anak hamil diluar nikah dan anak anak tersebut langsung diserahkan kepada LKSA Cinta Kasih Medan bukan untuk di titipkan” Ujar Linda Margareta. Z .
Pada tahap kedua yaitu pendataan, di dalam LKSA Cinta Kasih Medan harus melakukan pendataan pada awal masuk setiap anak panti “kita ada membuat surat kita sendiri yang diketahui oleh dinas sosial bahwa LKSA Cinta Kasih Medan menerima anak dan juga keluarganya bersedia anak tersebut boleh diambil kembali setelah tamat sekolah” Ujar Linda Margareta. Z. Karena di LKSA ini mewajibkan seluruh anak anak panti mendapatkan pendidikan dari SD hingga SMA. Panti LKSA Cinta Kasih Medan juga melakukan wawancara bersama pihak calon anak asuh.
Pada tahap ketiga yaitu intervensi, di dalam tahap intervensi bertujuan untuk mengembangkan kebutuhan klien. Di dalam LKSA ini melakukan intervensi melalui program program yang ada di panti dan LKSA Cinta Kasih Medan terus melihat perkembangan anak anak panti dan jika jika melihat anak panti yang berpotensi akan langsung diusulkan ke pihak panti atau donatur panti, salah satunya adalah menjahit yang pernah dikursuskan oleh donatur panti langsung untuk mengembangkan bakat. Selain itu ada juga kerajinan yang juga sempat dikursuskan langsung oleh donatur panti.
Dan pada tahap terakhir yaitu yang keempat adalah evaluasi, di tahap ini anak panti biasanya pada akhir tahun atau bulan 12 memiliki banyak kegiatan untuk anak anak dan kunjungan juga sedikit banyak dari bulan bulan biasanya. Jadi di bulan 12 atau akhir tahun tidak membuat terlalu banyak kegiatan buat jadwal mereka seperti biasanya.
Kesimpulan
LKSA Cinta Kasih Medan merupakan suatu lembaga sosial yang berperan penting dalam melindungi, memberikan pembinaan, dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi seluruh anak panti. Dalam menjalankan peran nya LKSA ini dibantu oleh pekerja sosial yang membantu proses intervensi dalam pembentukan karakter anak dan mengembangkan potensi anak anak panti. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang kami lakukan tahapan penanganan di LKSA ini melalui penelitian untuk memahami latar belakang anak panti, pendataan resmi, wawancara dengan pihak calon anak asuh, intervensi dan evaluasi. Upaya ini mencerminkan pentingnya pekerja sosial dalam mewujudkan kesejahteraan anak anak di panti serta mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.
Artikel ini merupakan publukasi tugas mata kuliah Metode-Metode Pekerjaan Sosial dengan Dosen Pengampu Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kesos.,
Redaktur: Indira Rivany
Leave a comment