
Oleh: Erika Bella P.Kurniawan Sibuea, Maiza Riva Ilzam, Gizya Alisia, Irene Christie
Suara USU, Medan. Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi anak-anak Indonesia, pekerja sosial memainkan peran penting namun sering kali kurang dihargai. Masih banyak masyarakat yang menganggap pekerjaan sosial sekadar bentuk “amal” yang dapat dilakukan oleh siapa saja. Padahal, kenyataannya, pekerja sosial adalah profesi profesional yang memiliki keahlian dalam mendampingi individu, keluarga, hingga masyarakat dalam menyelesaikan persoalan sosial yang kompleks.
Salah satu contoh konkret peran strategis ini dapat ditemukan di LKSA Cinta Kasih Medan, sebuah panti asuhan yang didirikan pada masa pandemi COVID-19. Banyak anak dari keluarga kurang mampu dititipkan di sini agar tetap bisa mengikuti pendidikan daring secara layak. Di sinilah pekerja sosial hadir, bukan hanya sebagai pengasuh, tetapi juga sebagai motivator, fasilitator, pendamping psikososial, hingga advokat bagi anak-anak.
Menangani Anak-anak dalam Situasi Rentan
Anak-anak di panti asuhan umumnya berasal dari latar belakang keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi dan sosial. Banyak dari mereka mengalami trauma, kehilangan pengasuhan, atau gangguan emosional. Pekerja sosial berperan dalam membantu memulihkan kondisi psikologis mereka, membina kedisiplinan, serta membimbing mereka dalam pendidikan dan pengembangan keterampilan hidup.
Salah satu tantangan besar yang sering dihadapi adalah perilaku anak usia remaja, seperti kenakalan, konflik antarteman, atau kurangnya motivasi belajar. Pendekatan personal, konseling intensif, dan pembinaan karakter menjadi bagian penting dari intervensi yang dilakukan oleh pekerja sosial.
Menjamin Proses Adopsi yang Aman
Dalam konteks adopsi anak, pekerja sosial memiliki tanggung jawab besar. Mereka melakukan asesmen terhadap calon orang tua angkat, mendampingi proses pengasuhan sementara, hingga melakukan pemantauan pasca-adopsi. Seluruh tahapan ini dilakukan berdasarkan hukum yang berlaku dan mengutamakan prinsip the best interest of the child (kepentingan terbaik bagi anak).
Namun, praktik adopsi ilegal masih sering terjadi karena minimnya edukasi publik serta lemahnya pengawasan terhadap lembaga-lembaga pengasuhan anak. Oleh karena itu, advokasi dan edukasi masyarakat menjadi aspek krusial dalam mencegah terjadinya pelanggaran hak anak.
Rekomendasi untuk Masa Depan
Untuk memperkuat peran pekerja sosial dalam perlindungan anak, beberapa langkah strategis yang direkomendasikan adalah:
-
Peningkatan edukasi publik mengenai prosedur adopsi yang sah dan aman.
-
Pelatihan berkala bagi pekerja sosial agar lebih siap menangani kasus anak secara profesional.
-
Kolaborasi lintas sektor antara Dinas Sosial, pengadilan, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
-
Pengembangan sistem data adopsi nasional yang terintegrasi dan akurat.
-
Pengawasan ketat terhadap lembaga non-pemerintah yang menangani adopsi.
-
Pemberdayaan keluarga kandung agar adopsi menjadi pilihan terakhir, bukan satu-satunya jalan.
Penutup
Pekerja sosial bukanlah sekadar pelayan masyarakat biasa. Mereka adalah jembatan harapan bagi anak-anak yang terpinggirkan, terutama bagi mereka yang kehilangan hak dasar untuk tumbuh dalam lingkungan keluarga. Dengan dukungan dari masyarakat serta kebijakan yang berpihak kepada anak, pekerja sosial akan terus menjadi pilar penting dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih adil, inklusif, dan manusiawi.
Artikel ini merupakan publikasi tugaa Mata kuliah Metode-Metode Pekerja Sosial dengan Dosen Pengampu Bapak Fajar Utama Ritonga S.Sos., M.Kessos.
Redaktur: Indira Rivany
Leave a comment